Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Kenaikan Harga Pertamina Turbo dan DEX Mendorong Kelas Menengah Menuju Kemiskinan dan Kematian

Tiara Uci oleh Tiara Uci
20 April 2026
A A
Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Kelas Menengah Dimatikan dengan Pajak dan Kenaikan BBM (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Sejak 18 April 2026, pemerintah resmi menaikkan harga Pertamax Turbo dari yang awalnya Rp13.100 menjadi Rp19.500. Sementara Pertamina DEX, yang awalnya Rp14.500 menjadi Rp23.900. Sebuah kebijakan yang kembali menjadikan kelas menengah sebagai tumbal. 

Kenaikan dua jenis BBM tersebut menuai reaksi di tengah masyarakat. Sebagian besar netizen beranggapan jika kenaikan BBM jenis Turbo dan DEX ini masih wajar dan tepat. Semata karena pengguna Pertamax Turbo dan DEX adalah kalangan menengah ke atas. 

Anggapan bahwa pengguna Pertamax Turbo dan DEX adalah golongan atas tersebut sebenarnya berpotensi menyederhanakan masalah. Sebab, banyak juga yang membeli Pertamax Turbo dan DEX itu kelas menengah. 

Saya sendiri adalah pengguna Pertama Turbo dan DEX. Tapi, jangan membayangkan saya sehari-hari mengendarai Aston Martin, BMW, atau Ferrari. Mobil yang saya pakai adalah Almaz Turbo, yang harga barunya mentok Rp400 jutaan. Jadi ya, sangat jauh dari kategori orang mampu, apalagi kelas atas. Tentu saja tidak.

Kenaikan Pertamax Turbo dan Dex membunuh kelas menengah

Kenaikan harga Pertamax Turbo yang menyentuh angka 48% tersebut tentu saja sangat terasa bagi dompet mungil kelas menengah seperti saya. Biasanya, uang Rp800 ribu sudah dapat full tank, sekarang untuk isi full saya harus membayar kurang lebih Rp1,1 jutaan. 

Selisih angka Rp300 ribu memang terlihat sedikit, tapi konsumsi BBM full tank tersebut habis dalam satu minggu saja. Maka, kalau saya menghitungnya dalam satu bulan, sebagai kelas menengah, artinya saya harus menanggung beban kenaikan minimal Rp1,2 juta. Uang tersebut, kalau saya pakai membeli beras, sudah dapat 100 kilogram dan cukup untuk dimakan selama setengah tahun. 

Kelas menengah, Tulang punggung ekonomi yang selalu jadi anak tiri

Di Indonesia, kelas menengah yang menjadi tulang punggung ekonomi justru berada di garis depan yang merasakan efek berantai kenaikan harga BBM (Pertamax Turbo dan DEX) ini. Mereka, kelas menengah, mungkin tidak akan langsung jatuh, tapi perlahan terdorong ke kondisi finansial yang sempit. 

Bayangkan saja, kelas menengah dianggap mampu dan mapan sehingga tidak mendapatkan subsidi dari pemerintah. Namun, kami tetap kena setoran pajak yang tinggi, nggak boleh ambil rumah subsidi karena tercatat mampu. Namun, harga rumah non-subsidi sangat mahal dan tidak masuk akal. Serba salah jadi kelas menengah di negeri ini. 

Baca Juga:

3 Alasan Toilet Indomaret Jadi Pilihan Saya Pas Kebelet Saat Berkendara daripada Toilet SPBU

5 Alasan Saya Menyesal Tidak “Hijrah” Jadi Pelanggan SPBU Shell sejak Dahulu

Sekarang, ketika negara sedang memutar otak menghadapi mahalnya harga minyak dunia. Sekali lagi, pemerintah mengorbankan kami dengan menaikkan harga Pertamax Turbo dan DEX yang dianggap sebagai bahan bakar mobilnya warga kelas menengah ke atas. 

Bukan tidak mungkin, kenaikan harga Pertamax Turbo dan DEX ini akan mendorong kelas menengah untuk beralih ke BBM yang lebih murah (Pertamax, Pertalite, Solar subsidi). Di beberapa pom bensin yang berlokasi di Surabaya, saya sudah melihat banyak Fortuner antri bareng dengan pick up sayur membeli solar subsidi. 

Jangan tanya barcode-nya bagaimana. Teman saya yang mobilnya Fortuner daftar BBM Subsidi di MyPertamina disetujui, kok. Peralihan pola konsumsi BBM kelas menengah tersebut justru bisa memicu kelangkaan Pertalite dan Solar. 

Jangan hanya menyalahkan kelas menengah saat pergeseran konsumsi tersebut terjadi. Masalahnya, kami selalu menjadi tumbal kebijakan pemerintah. Lama-lama kalau seperti ini, bisa jadi kelas menengah Indonesia makin menyusut dan menjadi miskin.

Efek berantai kenaikan DEX

Negara berpikir dengan tetap menjaga harga Pertalite dan hanya menaikkan harga Pertamax Turbo dan DEX tidak berdampak terlalu berat pada masyarakat. Padahal, efeknya bisa jadi lebih komplek, nggak cuma ke kelas menengah seperti saya. 

Sebagai pekerja proyek, saya tahu mayoritas kendaraan operasional perusahaan konstruksi dan pabrik-pabrik adalah kendaraan berbahan bakar non-subsidi (DEX). Truk logistiknya dan alat berat menggunakan DEX. Jika kenaikannya signifikan seperti saat ini, sudah tentu biaya distribusi dan produksi akan makin tinggi sehingga harga barang ikut naik. 

Pada akhirnya, kenaikan harga Turbo dan DEX memang terlihat hanya menyasar kalangan menengah atas. Namun, efek berantainya tetap bisa dirasakan semua orang termasuk kelas menengah dan rakyat miskin ketika harga barang dipasarkan mulai naik. 

Selain itu, warga juga sebaiknya waspada terhadap kenaikan BBM subsidi dan Pertamax. Jika pemerintah bisa menaikkan harga DEX dan Turbo sampai lebih dari 40%, bukan mustahil akan menaikkan harga BBM subsidi juga, kan.

Penulis: Tiara Uci

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kata Siapa Pemakai Pertamax Turbo Nggak Ngamuk Melihat Kenaikan Harga? Saya Juga Stres karena Curiga Pertamax dan Pertalite Akan Jadi Barang Langka

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2026 oleh

Tags: bensin dexmypertaminapertalitepertamaxpertamax dexpertamax turbospbu
Tiara Uci

Tiara Uci

Alumnus Teknik Mesin Universitas Negeri Surabaya. Project Manager perusahaan konstruksi di Surabaya. Suka membaca dan minum kopi.

ArtikelTerkait

Harga BBM terbaru: Pertamax Rp14.400, Pertalite Rp10.000 (Pixabay.com)

Harga BBM Terbaru: Pertamax Rp14.500, Pertalite Rp10.000 Masyarakat Sudah Boleh Panik?

3 September 2022
5 Fungsi Lain Pertashop yang Bikin Jengkel Operatornya (Foto milik penulis)

5 Fungsi Lain Pertashop yang Bikin Jengkel Operatornya

16 Februari 2023
7 Hal yang Bisa Dilakukan di SPBU selain Mengisi Bahan Bakar Mojok.co

7 Hal yang Bisa Dilakukan di SPBU selain Mengisi Bahan Bakar

2 November 2024
5 Jajanan Anak Indomaret yang Bikin Anak Merengek, Kinder Joy Bukan Satu-satunya! alfamart toilet indomaret, spbu

3 Alasan Toilet Indomaret Jadi Pilihan Saya Pas Kebelet Saat Berkendara daripada Toilet SPBU

10 November 2025
Anomali BBM Bersubsidi di Pesisir Selatan Sumatera Barat: Hanya Bisa Ditemukan di Pedagang Bensin Eceran, Bukan SPBU pertalite pertamax

Anomali BBM Bersubsidi di Pesisir Selatan Sumatera Barat: Hanya Bisa Ditemukan di Pedagang Bensin Eceran, Bukan SPBU

17 November 2024
Pertamax di Pertashop Memang Lebih Murah, tapi Tetap Saja Orang pada Beli Pertalite, Harga Pertamax Nggak Ngotak! pertamina pertamax oplosan

Bisnis Pertashop Beneran Karam: Hidup Segan, Mati Sudah Jelas

10 Januari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

Tol Soroja, Tol yang Nyeleneh: Pendek, Nggak Ada Rest Area, tapi Strategis

5 Mei 2026
PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit Terminal

PT Pegadaian Punya Layanan Lain yang Nggak Saya Sangka, Bukan Cuma Tempat Gadai Orang Kepepet Butuh Duit

8 Mei 2026
Kampus-Kampus Bangkalan Madura Bakal Jadi "Pabrik" Pengangguran kalau Tidak Mau Berbenah Mojok.co

Kampus di Bangkalan Madura Bakal Jadi “Pabrik” Pengangguran kalau Tidak Serius Berbenah

6 Mei 2026
Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan Terminal

Bahasa Sunda yang Kaya Punya Banyak Istilah untuk Menyebut Hujan

9 Mei 2026
Bundaran Jombor, Salah Satu Titik Meresahkan di Jalan Magelang Mojok.co

Jalan Magelang: Surganya Depo Pasir dan Nerakanya Pengendara Cupu

8 Mei 2026
Sisi Gelap Gamping Sleman yang Jarang Dibicarakan Orang

Gamping, Gerbang Masuk Barat sekaligus Tempat Bersejarah di Jogja yang Kehilangan Harga Dirinya

7 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Jebakan Ilusi PayLater: Anak Muda Pilih Bayar Gengsi dengan Pendapatan yang Belum Ada
  • Lulus Sarjana Dapat Tawaran Beasiswa S2 dari Rektor, Elpanta Pilih Langsung Kerja sebagai Pegawai Tetap di Unesa
  • Meski Hanya Diikuti 4 Tim tapi Atmosfer Campus League Basketball Samarinda Tetap Kompetitif, Universitas Mulawarman Tak Terbendung
  • Efek Gym: Dari Dihina “Babi” karena Gendut dan Jelek bikin Lawan Jenis Gampang Mendekat, Tapi Tetap Sulit Nemu yang Tulus
  • Tongkrongan Bapak-Bapak di Desa: Obrolan Sering Ngawur, Kadang Nggak Berfaedah, tapi Saya Harus Gabung demi “Harga Diri” Keluarga
  • Setelah Punya Anak Sadar “Nongkrong Basi-Basi” Itu Nggak Guna: Rela Dicap Suami Takut Istri, karena Urusan Keluarga Memang di Atas Segalanya

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.