Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Iya Saya Tahu Purwokerto Itu Kecamatan Bukan Kota, tapi Boleh Nggak Kita Santai Saja?

Wahyu Tri Utami oleh Wahyu Tri Utami
28 Maret 2026
A A
Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan

Kembaran Bukan Purwokerto, Jangan Disamakan (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah (dan ini cukup memalukan) dikoreksi oleh sesama orang Purwokerto. Waktu itu saya menulis artikel di Terminal Mojok, dengan santainya menyebut Purwokerto sebagai “kota”. Tidak lama setelah tayang dan saya posting di media sosial, datanglah komentar yang mengingatkan bahwa Purwokerto itu bukan kota, melainkan kecamatan.

Sebagai orang yang lahir dan besar di wilayah yang sama, tentu saya langsung refleks: iya juga, ya. Kok bisa-bisanya saya, yang harusnya paham struktur administratif daerah sendiri, malah ikut-ikutan menyederhanakan? Dari situ saya sempat jadi agak rewel. Setiap ada orang luar yang menyebut “Kota Purwokerto”, saya langsung mengoreksi, “Eh, sebenarnya Purwokerto itu kecamatan, lho.”

Tapi lama-lama, saya capek juga.

Sejarah singkat yang sering dijadikan senjata

Kalau mau ditarik ke belakang, memang ada alasan kenapa banyak orang mengira Purwokerto itu kota. Secara historis, wilayah ini pernah menyandang status sebagai kota administratif. Tepatnya pada era 1980-an, ketika pemerintah membentuk Kota Administratif Purwokerto sebagai bagian dari Kabupaten Banyumas.

Status ini membuat Purwokerto punya semacam “rasa kota” secara struktural, meskipun tidak sepenuhnya otonom seperti kota pada umumnya. Ada wali kota administratif, ada pengelolaan yang lebih terpusat, dan tentu saja ada pengakuan tidak resmi dari masyarakat bahwa “ini kota, sih.”

Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan kebijakan otonomi daerah di Indonesia, status kota administratif ini dihapus. Purwokerto pun kembali ke habitat awalnya: sebuah kecamatan di dalam Kabupaten Banyumas.

BACA JUGA: 5 Hal Menyenangkan di Purwokerto yang Bikin Betah

Antara fakta administratif dan realitas sehari-hari

Masalahnya, hidup tidak selalu berjalan sesuai dengan buku teks pemerintahan.

Baca Juga:

Guyonan “Banyumas Ditinggal Ngangenin, Ditunggoni Ra Sugih-sugih” Adalah Fakta Buruk yang Dipaksa Lucu

Purwokerto Jadi Tempat Slow Living Orang Kota, Warlok: Bisa Jadi Masalah Baru

Dalam praktiknya, denyut nadi kehidupan Banyumas itu ada di Purwokerto. Mau cari mall? Adanya di sini. Bioskop besar? Juga di sini. Kampus-kampus, pusat pemerintahan, stasiun besar, sampai tempat nongkrong estetik, semuanya terkonsentrasi di Purwokerto.

Orang-orang dari kecamatan lain datang ke sini untuk bekerja, kuliah, atau sekadar “main ke kota”. Dan iya, mereka menyebutnya kota, bukan kecamatan.

Coba bayangkan kalau kita memaksakan akurasi penuh dalam percakapan sehari-hari.

“Eh, nanti sore ke kota, yuk.”

“Ke mana?”

“Ke Kecamatan Purwokerto, yang secara administratif berada di bawah Kabupaten Banyumas itu, lho.”

Niatnya mungkin benar, tapi rasanya seperti membaca catatan kaki di skripsi.

Di titik ini saya mulai sadar, bahwa ada perbedaan antara benar secara administratif dan relevan secara sosial. Dan sering kali, yang kedua itu lebih penting untuk menjaga kewarasan bersama.

Baca halaman selanjutnya

Udah, nggak perlu ribut

Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 29 Maret 2026 oleh

Tags: banyumaskabupaten banyumaskampus di purwokertoKecamatan Purwokertomall di purwokertopurwokerto
Wahyu Tri Utami

Wahyu Tri Utami

Pembaca buku, penonton film, penulis konten. Sesekali jadi penyelam andal (di internet, bukan di air).

ArtikelTerkait

Purwokerto yang Dipuja Itu Ternyata Bukan Kota Sempurna (Pexels)

Purwokerto yang Dipuja Itu Ternyata Bukan Kota Sempurna. Masih ada 3 Masalah yang Mulai Jadi Gunung

5 Februari 2025
Selamat Datang di Purwokerto, Kota Tanpa Ojol di Stasiun

Purwokerto Punya Fenomena Baru, yaitu Paksel alias Ngapak Jaksel: Logat Ngapak, Gaya Jaksel

27 Juli 2025
Purwokerto Kabupaten Penghasil Pengamen dan Pengemis (Unsplash)

Purwokerto Hari Ini Menjadi Kabupaten Penghasil Pengamen dan Pengemis yang Bertebaran Nggak Keruan

27 Juni 2024
Sudah Saatnya Warga Jogja Menggunakan Fitur Klakson Saat Berkendara, Sebab Jalanan Jogja Sudah Mulai Berbahaya jogja istimewa purwokerto

Saya Baru Bisa Mensyukuri Purwokerto Setelah Merantau ke Jogja, Kota Istimewa yang Malah Bikin Saya Gundah Gulana

12 Mei 2025
Purwokerto Membuat Orang Purbalingga Cemburu dan Iri Hati (Unsplash) kemacetan

Berbagai Fasilitas dan Kemudahan di Purwokerto Membuat Saya Sebagai Orang Purbalingga Cemburu

22 Juli 2023
Dosa Purwokerto kepada Dunia Literasi (Unsplash) grendeng

Grendeng, Pusat Kemacetan di Purwokerto, Konsekuensi dari Peningkatan Jumlah Mahasiswa Tanpa Antisipasi

23 November 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B Terminal

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B

27 Mei 2026
Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Malah Paling Jarang Srawung Mojok.co

Orang Kampung yang Sekolah Tinggi Jarang Srawung karena Lingkungannya Toxic dan Pemikirannya Jalan di Tempat!

30 Mei 2026
Nekat Gap Year demi Jurusan Manajemen. Sempat Bingung, Kini Bersyukur karena Bisa Lulus Tepat Waktu dan Dapat Kerja Layak Mojok.co

Nekat Gap Year demi Jurusan Manajemen. Sempat Bingung, Kini Bersyukur karena Bisa Kuliah di Tempat Idaman, Lulus Tepat Waktu, dan Dapat Kerja Layak

25 Mei 2026
3 Cara Kecamatan Cibiru Membunuh Romantisme Bandung (Unsplash)

3 Alasan Romantisme Bandung Akan Luntur, Ketika Menginjakan Kaki di Kecamatan Cibiru

25 Mei 2026
11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

29 Mei 2026
Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain Mojok.co

Dear Wisatawan, Bandungan Semarang Nggak Melulu Soal Prostitusi, Ada Banyak Potensi Lain

26 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.