Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bukannya Menghilangkan Penat, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
18 April 2026
A A
Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat

Bukannya Menghilangkan Penah, Berwisata ke Curug Cimahi Justru Bikin Tingkat Stres Meningkat (Husni Mubarok via Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak yang bilang main ke air terjun adalah cara paling ampuh untuk mengobati stres. Opini itu emang benar sih, tapi, kalau destinasi air terjun yang dituju adalah Curug Cimahi, maka saya sulit untuk setuju. Bukannya healing yang didapat, tapi malah kadar stresnya makin meningkat. Dan saya nggak bercanda perkara ini.

Memang betul, pesona air terjun setinggi 87 meter—termasuk curug tertinggi di Jawa Barat—ini punya daya tarik pemandangan yang megah tiada tara, apalagi kalau malam hari tiba-tiba muncul dengan lampu warna-warninya. Tapi di balik keindahannya itu, Curug Cimahi punya cara sendiri untuk menyeleksi siapa saja yang layak menginjakkan kaki di dasarnya.

Sebelum Anda dan para wisatawan telanjur beli tiket dan menyesal di tengah jalan, sebaiknya urungkan niat kalau kalian termasuk dalam 3 tipe manusia berikut ini.

#1 Kaum mager yang dengkulnya gampang tremor jelas hancur di Curug Cimahi

Inilah yang membedakan wisatawan tangguh dengan pengunjung yang cuma modal nekat demi konten mencapai curug. Untuk menyentuh dasar Curug Cimahi, para wisatawan harus menaklukkan sekitar 587 anak tangga terlebih dahulu. Angka ini bukan sekadar statistik, ini adalah simulasi siksa kaki dengan tingkat kemiringan yang tidak main-main.

Saat turun menuju Curug, gravitasi memang membantu, tapi jangan senang dulu. Lutut Anda akan dipaksa bekerja ekstra menahan beban tubuh dan tas bawaan agar tidak menggelinding. Namun, ujian sesungguhnya adalah saat perjalanan pulang. Menanjak kembali dengan ratusan anak tangga yang seolah memanjang sendiri akan membuat napas berubah menjadi “hah-heh-hoh” alias ngos-ngosan tingkat dewa.

Jangan kaget kalau melihat pengunjung lain yang kakinya mengalami tremor alias gemetar hebat bak tersengat listrik di tengah jalan. Bahkan, fenomena pengunjung pingsan dan harus digotong petugas ke atas adalah pemandangan yang lumrah.

BACA JUGA: Desa Kertawangi: Pesona Desa Wisata di Cisarua yang Belum Diketahui Orang Banyak

#2 Orang yang punya trauma atau fobia monyet

Begitu melewati gerbang tiket Curug Cimahi, para wisatawan resmi memasuki teritorial kawanan monyet ekor panjang. Mereka adalah “penguasa” yang tidak segan mengawasi setiap gerak-gerik wisatawan mulai dari pagar pembatas atau dahan pohon dengan tatapan penuh curiga, karena kita dianggap mengganggu teritorial mereka.

Baca Juga:

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Bagi yang fobia monyet, perjalanan ini akan berubah menjadi ujian nyata. Monyet di sini punya sikap agresif melihat bawaan pengunjung seperti plastik makanan atau botol minuman. Sedikit saja Anda lengah, minuman yang belum sempat membasahi kerongkongan bisa langsung “dirampok” dengan gesit.

Bayangkan skenarionya seperti ini, udah mah fisik cape, napas pendek, kaki gemetar saat nanjak pulang, lalu tiba-tiba kawanan primata ini muncul menghadang di pagar pembatas seolah menagih upeti berupa makanan yang pengunjung bawa.

#3 Penderita alergi dingin yang tubuhnya sensitif terhadap kelembaban ekstrem

Satu hal yang perlu diluruskan agar Anda tidak tersesat berkunjung ke sana. meski namanya Curug Cimahi, lokasinya justru ada di Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Berada di ketinggian 1.050 mdpl, suhu di sini tidak mengenal kata kompromi. Dinginnya menusuk hingga ke sumsum tulang.

Karena letak Curug-nya di bawah dan terhimpit tebing curam, sinar matahari punya jadwal yang sangat terbatas untuk menembus dasar curug. Hasilnya? Suhu bisa turun drastis tanpa permisi, diperparah uap air terjun yang terus-menerus membasahi udara hingga menciptakan atmosfer yang sangat lembap.

Menjelang sore, kabut raksasa biasanya datang menyergap. Bagi penderita asma atau pengunjung yang alergi udara lembab, bernapas di bawah sana akan terasa sangat berat. Kalau nekat datang tanpa jaket tebal siap-siap saja pulang membawa “oleh-oleh” berupa meriang sampe tulang.

Itulah tiga tipe orang yang sebaiknya menghapus Curug Cimahi dari daftar destinasi liburan kalian. Daripada sudah jauh-jauh datang, lalu pulang-pulang malah misuh-misuh mengumpat soal dinginnya yang nggak ngotak, monyet yang suka mengganggu atau anak tangga yang jumlahnya ratusan, lebih baik cari tempat lain yang lebih ramah buat kaum mageran.

Sudah saya ingatkan, lho. Curug Cimahi butuh fisik yang prima dan mental yang sekuat baja. Kalau tidak punya keduanya, lebih baik rebahan di rumah sambil melihat fotonya saja.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Serba-serbi Cimahi, Kota Mungil di Tengah-tengah Bandung Raya

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 18 April 2026 oleh

Tags: air terjunBandungcimahicisaruacurug cimahi
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

Kiaracondong Bandung Memang Terkenal karena Lampu Merah Terlama, tapi Punya Banyak Kelebihan untuk Ditinggali

Kiaracondong Bandung Memang Terkenal karena Lampu Merah Terlama, tapi Punya Banyak Kelebihan untuk Ditinggali

6 Maret 2024
5 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Telkom University Bandung

5 Hal Nggak Enaknya Jadi Mahasiswa Telkom University Bandung

12 Maret 2025
Beginilah Rasanya Hidup di Kos 250 Ribu per Bulan di Bandung dari Awal Kuliah Hingga Lulus: Tempatnya Menyedihkan, tapi Saya Terima dengan Lapang Dada

Beginilah Rasanya Hidup di Kos 250 Ribu per Bulan di Bandung dari Awal Kuliah Hingga Lulus: Tempatnya Menyedihkan, tapi Saya Terima dengan Lapang Dada

12 Mei 2025
Majalaya, Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Sering Diejek Netizen Ternyata (Lumayan) Maju Mojok.co

Majalaya, Kecamatan di Kabupaten Bandung yang Sering Diejek Netizen Ternyata (Lumayan) Maju

12 Mei 2024
3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

3 Kebohongan tentang Lembang yang Perlu Diluruskan

27 Januari 2026
Pengalaman Naik Whoosh Pertama Kali, Kereta Cepat Jakarta-Bandung yang Bikin Mental Orang Kabupaten Jiper Mojok.co KA Feeder Whoosh

Pengalaman Naik Kereta Cepat Jakarta Bandung Bikin Orang Kabupaten Merasa Norak

26 Mei 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya Mojok.co

Kalimat “pekerjaan yang menyenangkan adalah hobi yang dibayar” itu omong kosong, saya sudah membuktikannya

15 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
Untuk Warga Surabaya, Stop Menormalisasi Bayar Parkir kepada Juru Parkir di Toko Atau Minimarket yang Bertuliskan 'Parkir Gratis'!

Ganti pemimpin Surabaya ternyata nggak makin berbenah: lahan parkir selalu saja jadi masalah pelik meski berkali-kali dikritik

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.