Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Personality

Percayalah, Kami Para Introvert Juga Ingin Berteman

Muhammad Ikhdat Sakti Arief oleh Muhammad Ikhdat Sakti Arief
20 Mei 2019
A A
introvert ingin berteman

introvert ingin berteman

Share on FacebookShare on Twitter

Introvert adalah keadaan dimana seseorang lebih nyaman dalam kesendiriannya daripada di keramaian. Biasanya seorang introvert itu adalah pendiam. Bahkan terkadang cenderung anti sosial.

Saya adalah salah seorang yang bisa dibilang introvert, setidaknya dulu. Saya sekarang sudah sedikit bisa bersoliasasi dengan orang lain, tapi ada momen-momen dimana kayaknya saya lebih nyaman kalau sendiri. Walaupun tentu saja tidak separah dulu.

Teman-teman yang juga adalah introvert pasti lah mengerti. Saya dulu sangat pendiam. Tidak bicara kalau tidak ditanya. Apalagi misalnya sama orang-orang yang baru dikenal. Bahkan saya pernah waktu awal masuk SMA menjadi pendiam selama satu semester. Literally diam di dalam kelas. Bicara kalau ditanya atau kalau ada sesuatu yang penting saja. Ketika jam istrahat, teman-teman saya pada ke kantin, saya mah diam saja dalam kelas.

Mungkin ada yang menganggap orang-orang seperti saya ini aneh. Tapi untungnya tidak ada adegan kayak di TV di mana orang kayak saya dibuli habis-habisan. Malahan teman-teman saya ada yang berusaha ngajakin ngobrol biar lebih santai. Saya lebih bisa berinteraksi setelah memasuki semester kedua. Sama halnya juga pas masuk kuliah. Saya bisa dibilang orang yang anti-sosial selama satu semester. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi.

Saya paling nggak bisa disuruh buat bicara di depan kelas. Malu, lutut gemetar kalau dipaksa. Saya lebih nyaman kalau gurunya misalnya bertanya sama saya secara personal. Bicara saling hadapan gitu—berdua doang. Tidak bicara teus diliatin sama semua teman kelas.

Saya lebih berani disuruh maju kedepan kelas kalau disuruh nulis. Misalnya disuruh ngerjain soal di papan tulis. Kalau seperti itu saya sedikit lebih berani.

Orang kayak saya ini sangat susah untuk memulai obrolan. Bahkan hingga sekarang. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak bisa. Misalnya saya lagi berdua sama teman, terus teman saya nggak ngajak ngobrol, yah jadinya diam-diaman kayak orang marahan.

Saya itu kadang heran sama orang yang baru kenal misalnya, terus ngobrolnya kayak udah kenal dari lahir. Kayak gampang banget gitu. Kebalikannya, saya sama sekali tidak bisa sok asik kepada siapapun orang yang saya baru kenal. Saya ingin sekali punya kemampuan orang kayak mereka-mereka itu. Punya ide buat bahan obrolan entah darimana.

Baca Juga:

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Alasan Orang-Orang NTT Lebih Memilih Merantau Kuliah ke Jogja daripada Kota Besar Lainnya

Susahnya jadi orang yang introvert kadang suka “dituduh” tentang hal yang sebenarnya tidak betul.

Misalnya, ada yang bilang kalau orang yang introvert itu sombong. Yah wajar sih kenapa kita bisa dibilang seperti itu. Karena kesannya memang seperti itu. Orang introvert itu terkadang nggak pernah lebih dulu menegur orang lain ketika berpapasan, walaupun misalnya saling kenal. Kalau nggak ditegur duluan, jadilah dua orang ini seperti orang yang tidak saling kenal. Tak jarang dalam momen seperti ini, saya pura-pura nggak ngeliat. Bukan karena sombong, tapi memang susah untuk negur duluan. Entah kenapa—seperti ada sesuatu yang menghalangi.

Kita juga biasanya dianggap sebagai orang yang tidak mau berteman. Sangat keliru boi. Kami ini orang yang sangat ingin berteman. Hanya saja kami tidak tau caranya. Kami tidak tau caranya memulai. Sok asik dengan menanyakan sesuatu dalam memulai obrolan itu sangat tidak mudah bagi kami. Apalagi misalnya kepada orang yang baru dikenal. Kami mungkin sedikit bisa berinteraksi dengan orang yang sudah cukup lama dikenal. Tapi yah, bicara seperlunya saja, lebih banyak mendengar.

Kadang juga ketika kita bisa berinteraksi misalnya, sudah mulai banyak biacara dari sebelum-sebelumnya, kita malah dianggap berubah. “Kamu berubah. Kamu cerewet hari ini, nggak kayak biasanya”. Yaelah, baru juga mau sok asik, mau mulai lebih aktif, udah dibilangin kayak gitu. Yah mau gimana lagi. Kita diam, juga salah. Dikiranya sombong. Dikiranya lagi marah. Tidak mudah memang menjadi orang yang introvert. Susah sekali mau bersosialisasi, padahal sebenarnya kami sangat ingin.

Kemudian saya berpikir, kalau gini-gini terus kayaknya saya nggak akan berkembang. Saya harus bisa lebih berani untuk bersosialisasi. Mulailah saya masuk di organisasi. Awalnya pasti sangat terasa berat. Suasana organisasi kok kayaknya bertentangan sekali dengan saya yang introvert ini. Tapi tetap saya paksakan.

Teman-teman juga dilingkungan organisasi yang cukup membantu. Kita kadang “dipaksa” buat bicara misalnya. Yah sekarang saya sudah lebih bisa bersosialisasi. Walupun kadang masih bisa dibilang introvert, tapi setidaknya tidak separah dulu.

Kalau ada yang membaca tulisan ini juga memiliki masalah yang sama, mungkin kamu bisa sedikit berubah dengan berorganisasi. Selamat berjuang!

Terakhir diperbarui pada 5 Oktober 2021 oleh

Tags: BertemanIntrovertMahasiswaPsikologi
Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Muhammad Ikhdat Sakti Arief

Nama saya Ikhdat, seorang pengangguran (semoga cepat dapat kerja) pecinta senja, penikmat kopi (biar dibilang anak indie) yang suka nulis.

ArtikelTerkait

jangan beli mobil mobil korea hyundai datsun kia mojok

Apa sih Fungsi Stiker Kampus di Kaca Mobil?

16 Juni 2021
Curhat Mahasiswa yang Nyambi Jadi Driver Ojol di Kota Malang (Unsplash)

Curhat Mahasiswa yang Nyambi Jadi Driver Ojol di Kota Malang

23 Mei 2023
Kereta Api Jayakarta, Kereta yang Wajib Dicoba, Cocok bagi Introvert tapi Kebelet Traveling(Moch Febrianto via Wikimedia Commons)

Kereta Api Jayakarta, Kereta yang Wajib Dicoba, Cocok buat Introvert yang Kebelet Traveling

3 Agustus 2023
Jember “Gagap” Jadi Kota Pelajar di Daerah Tapal Kuda, Fasilitas Publik Alakadarnya Bikin Repot Mahasiswa Mojok.co

Jember “Gagap” Jadi Kota Tujuan Belajar. Fasilitas Publik Alakadarnya dan Mengecewakan Mahasiswa

6 Februari 2024
Universitas Terbuka Bukan Tempat bagi Mahasiswa Malas

Universitas Terbuka Bukan Tempat bagi Mahasiswa Malas

13 April 2023
10 Istilah Unik yang Cuma Diketahui Mahasiswa UNS, Apa Saja Terminal Mojok

10 Istilah Unik yang Cuma Diketahui Mahasiswa UNS, Apa Saja?

19 November 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

Setelah Tahu Gaji HSE, Saya Langsung Mengubur Mimpi Saya Jadi Dosen. Peduli Setan pada Ilmu Pengetahuan, Dompet Tebal Adalah Kunci!

28 Januari 2026
Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

Setelah Saya Belajar Ekonomi Makro, Saya Baru Tahu bahwa Ternyata Belanja Sama Pentingnya dengan Menabung

25 Januari 2026
Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto” Mojok.co

Dear Aktor Ibu Kota, Tidak Semua Dialog Bahasa Jawa Harus Berakhiran O seperti “Kulo Meminto”

25 Januari 2026
Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

Menurut Keyakinan Saya, Tugas Presentasi Mahasiswa Adalah Metode Pembelajaran yang Efektif, dan Saya Serius

31 Januari 2026
Tiga Tradisi Madura yang Melibakan Sapi Selain Kèrabhan Sapè yang Harus Kalian Tahu, Biar Obrolan Nggak Itu-Itu Aja

4 Pandangan Norak Orang Luar Madura tentang Orang Madura yang Perlu Diluruskan

29 Januari 2026
Sisi Gelap Solo, Serba Murah Itu Kini Cuma Sebatas Dongeng (Shutterstock)

6 Kebiasaan Warga Solo yang Awalnya Saya Kira Aneh, tapi Lama-lama Saya Ikuti Juga

27 Januari 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=e8VJPpjKf2Q

Liputan dan Esai

  • Fakta Pahit soal Stunting. Apabila Tidak Diatasi, 1 dari 5 Bayi di Indonesia Terancam “Bodoh”
  • Indonesia Hadapi Darurat Kualitas Guru dan “Krisis Talenta” STEM
  • Kisah Pelajar SMA di Bantul Melawan Trauma Pasca Gempa 2006, Tak Mau Kehilangan Orang Berharga Lagi
  • Ironi Jogja yang “Katanya” Murah: Ekonomi Tumbuh, tapi Masyarakatnya Malah Makin Susah
  • Kalau Mau Bersaing di Era AI, Indonesia Butuh Investasi Energi 1 Triliun Dolar AS
  • Sasar Sekolah, Ratusan Pelajar di Bantul Digembleng Kesiagaan Hadapi Gempa Besar

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.