Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Mahasiswa PPL: Lebih Banyak Dimanfaatkan Guru Lain Ketimbang Dapat Ilmu

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
25 November 2023
A A
Mahasiswa PPL: Lebih Banyak Dimanfaatkan Guru Lain Ketimbang Dapat Ilmu Mojok.co

Mahasiswa PPL: Lebih Banyak Dimanfaatkan Guru Lain Ketimbang Dapat Ilmu (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai mahasiswa Jurusan Pendidikan, saya diwajibkan mengikuti kegiatan magang di sekolah. Kegiatan magang itu lebih sering disebut sebagai Praktik Pengalaman Lapangan (PPL). Mahasiswa PPL diberi menerapkan ilmu-ilmu yang sudah dipelajari di bangku kuliah. Dengan begitu bekal ilmu kami tidak sekadar teoritis, tapi juga praktik. 

Kenyataannya, menjadi mahasiswa PPL lebih banyak dimanfaatkan daripada mendapat ilmu dari lapangan. Kok bisa? Begini saya jelaskan duduk perkaranya. 

PPL angkatan saya atau angkatan 2023 ditempatkan di dua kabupaten,yakni Banyumas dan Cilacap. Mahasiswa PPL terbagi dalam kelompok-kelompok, di mana setiap kelompoknya berisi 10 mahasiswa. Nah, mahasiswa PPL diberi jatah waktu magang hingga 40 hari. Terdengar lama ya, ketika dijalani terasa sebentar.

Kesempatan mengajar mahasiswa PPL terbatas, ilmu yang didapat minim

Kesempatan mencicipi realitas di lapangan dengan menjadi mahasiswa PPL saya akui sangat berharga. Saya berupaya sebisa mungkin menerapkan ilmu di bangku perkuliahan di dalam kelas. Sayangnya, saya tidak bisa belajar secara maksimal karena pendeknya waktu yang diberikan.

Memang, periode waktu magang mahasiswa PPL adalah 40 hari. Namun, pelajaran yang saya ampu hanya diajarkan tiga jam pelajaran di setiap kelas dalam waktu seminggu. Adapun sekolah tempat saya magang memiliki 6 kelas saja. Asal tahu saja, saya mahasiswa jurusan Pendidikan Bahasa Arab. Oleh karena itu mata pelajaran yang saya ampu adalah Bahasa Arab. 

Dengan perhitungan jatah waktu itu, saya mengajar 18 jam pelajaran dalam seminggu. Terdengar lama memang, tapi ingat, saya datang ke sekolah itu tidak sendiri. Saya harus membagi jam mengajar itu dengan 5 mahasiswa PPL yang sejurusan. Artinya, setiap mahasiswa Jurusan Bahasa Arab yang menjadi PPL di sekolah itu memiliki jatah mengajar 3-4 jam pelajaran dalam satu minggu.

Diminta mengajar mata pelajaran lain

Idealnya, untuk memaksimalkan pengalaman di lapangan, waktu mengajar sesuai dengan mata pelajaran ditambahkan. Namun yang terjadi, saya justru diminta untuk mengajar mata pelajaran lain. Sebenarnya senang-senang saja sih, tapi kok saya merasa dimanfaatkan ya. Apalagi saya tidak didampingi guru selama mengajar, guru yang meminta tolong berhalangan hadir. 

Sedikit cerita, selama jadi mahasiswa PPL saya sempat mengampu mata pelajaran Olahraga, Pendidikan Kewarganegaraan (PKN), hingga Bahasa Inggris. Saat diminta mengampu pelajaran Olahraga dan PKN saya tidak begitu khawatir karena saya tidak asing dengan dua mata pelajaran itu. Saya gemar olahraga dan banyak membaca buku terkait materi ajar PKN saat itu, keberagaman dan toleransi.

Baca Juga:

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

Akan tetapi, saat diminta mengajar mata pelajaran Bahasa Inggris, saya deg-degan bukan main. Masalahnya, kemampuan Bahasa Inggris saya nol besar. Sementara, menolak bukanlah opsi yang bisa dipilih mahasiswa PPL. Akhirnya, saya tetap mengiyakan permintaan tersebut sambil ngedumel dalam hati. Ujung-ujungnya, saya hanya memberikan tugas pada siswa. 

Apakah ini realitas menjadi seorang guru? 

Saya menggantikan tugas guru-guru yang meminta tolong tadi dengan baik. Beberapa kelas yang sempat diajar senang dengan saya. Guru-guru tadi kemudian menambah jam mengajar saya pada mata pelajaran yang seharusnya tidak saya ampu. Satu sisi saya merasa bersyukur, di sisi lain saya merasa sial. 

Apakah seharusnya saya menolak menjadi guru pengganti sejak awal ya? Apa seharusnya saya tidak perlu mengajar dengan baik ya? Penyesalan-penyesalan selama menjadi mahasiswa PPL itu akhirnya berujung pada sebuah pertanyaan besar, apakah begini realitas menjadi guru ya? Semudah itu melepas tanggung jawab utama seorang guru, mengajar. 

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 November 2023 oleh

Tags: calon guruguruMahasiswamahasiswa PPLmengajarmuridSekolah
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

12 Tipe Dosen yang Dibenci Mahasiswa Apalagi yang Sok Tuhan (Unsplash)

12 Tipe Dosen yang Dibenci Mahasiswa: Mulai dari Berlagak seperti Tuhan, sampai Kehadirannya cuma Mitos

27 September 2025
Fenomena Sekolah Kekurangan Murid, Apa yang Salah dari Sistem Pendidikan Kita Terminal Mojok

Fenomena Sekolah Kekurangan Murid, Apa yang Salah dari Sistem Pendidikan Kita?

30 Juli 2022
Mengenal Cikgu Tiger dalam Serial Upin Ipin, Sosok Guru yang Menyimpang dari Makna Digugu dan Ditiru

Cikgu Tiger dalam Serial Upin Ipin, Sosok Guru yang Menyimpang dari Makna Digugu dan Ditiru

4 Juli 2024
3 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Mahasiswa Kalau Resesi Ekonomi Terjadi terminal mojok.co

3 Hal Sederhana yang Bisa Dilakukan Mahasiswa Kalau Resesi Ekonomi Terjadi

11 September 2020
Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

Mahasiswa Kelas Karyawan Adalah Ras Terkuat di Bumi: Pagi Dimaki Bos, Malam Dihajar Dosen, Hari Minggu Tetap Masuk

13 Januari 2026
Kampus Bukan Tempat untuk Main Tentara-tentaraan

Kampus Bukan Tempat untuk Main Tentara-tentaraan

14 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Pertanyaan yang Paling Sering Ditanyakan ke Mahasiswa Universitas Terbuka mahasiswa UT kuliah di UT

Saya Sempat Meremehkan Universitas Terbuka, Sampai Akhirnya Saya Menjalaninya Sendiri sambil Kerja

20 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026
Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

23 April 2026
Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
Upin Ipin, Serial Misterius yang Bikin Orang Lupa Diri (Wikimedia Commons)

Semakin Dewasa, Saya Sadar Bahwa Makan Sambil Nonton Upin Ipin Itu adalah Terapi Paling Manjur karena Bikin Kita Lupa Diri Terhadap Berbagai Masalah Hidup

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!
  • Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”
  • Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan
  • Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur
  • Pengguna iPhone Ingin “Naik Kelas” Bikin Muak, Gaya Elite padahal Dompet Sulit

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.