Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Profesi

Mempunyai Guru yang Memiliki Passion Mengajar Adalah Sebuah Privilese

Diaz Robigo oleh Diaz Robigo
3 April 2023
A A
Mempunyai Guru yang Memiliki Passion Mengajar Adalah Sebuah Privilese

Mempunyai Guru yang Memiliki Passion Mengajar Adalah Sebuah Privilese (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Masih ingat semboyan “Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani”? Semboyan buah pemikiran Ki Hajar Dewantara itu memiliki arti kurang lebih guru adalah pendidik yang terus-menerus menuntun, menopang, dan menunjuk arah yang benar bagi anak-anak didiknya. Hingga kini, penggalan semboyan tersebut, “Tut Wuri Handayani”, digunakan dalam logo Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Akan tetapi, dunia pendidikan di Indonesia tentu masih memiliki kekurangan dan bahkan jauh dari harapan Ki Hajar Dewantara. Masih banyak faktor yang membuat pendidikan di Indonesia masih belum mampu menduduki peringkat 20 teratas, yakni masih di peringkat 67 dari 203 negara di dunia.

Sebenarnya ada banyak faktor penyebab pendidikan di Indonesia berada di peringkat tersebut, tapi kali ini saya ingin membahas salah satunya saja. Yaitu faktor guru yang nggak memiliki passion untuk mengajar dan mendidik di sekolah.

Saya mulai dengan pengalaman nyata. Selama sekolah dulu, ketika duduk di bangku SMA, kebetulan saya memiliki beberapa oknum guru yang menurut saya nggak memiliki passion ketika mengajar di kelas. Saya tekankan kata passion di sini karena passion dapat mempengaruhi kinerja seseorang. Kita bisa menilai dan merasakan seorang guru memiliki passion atau nggak ketika dia memasuki kelas.

Misalnya, oknum guru yang saya sebutkan sebelumnya. Ketika masuk kelas, blio terlihat ogah-ogahan, sering terlambat, dan bahkan nggak masuk tanpa konfirmasi. Sekalinya blio masuk kelas, kami para siswa hanya disuruh mengerjakan tugas LKS sementara blio bermain HP di depan kelas.

Awalnya saya mencoba berprasangka baik. Mungkin blio sangat padat jadwalnya. Eh, tapi kok malah sepanjang semester seperti itu. Saya pun menyimpulkan kalau oknum guru yang satu ini nggak memiliki passion dalam mengajar.

Maka beruntunglah kalian yang memiliki guru yang mempunyai passion untuk menjadi guru. Bukan melakukan pekerjaan ini sekadar untuk pelarian atau memenuhi kebutuhan. Sebab, profesi ini sebenarnya bukan untuk main-main karena dampaknya sangat berpengaruh untuk keberlangsungan negara.

Dengan pendidikan yang berkualitas, akan tercipta SDM yang unggul. Kalau sudah begini kan Indonesia bisa lebih mudah bersaing dengan negara lainnya dalam hal apa pun baik itu teknologi, ekonomi, kesehatan, dll.

Baca Juga:

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

Jadi, buat kalian yang nggak mempunyai passion untuk mengajar dan menjadi guru, sebaiknya nggak usah memaksakan diri mengambil jurusan keguruan dan menjadi guru. Kasihan lho murid yang mendapatkan guru yang nggak memiliki passion mengajar. Banyak waktu dan biaya yang terbuang. Selain itu, pola pikir mereka jadi sempit karena melihat guru yang harus diteladani dan memberikan dorongan malah mencontohkan hal sebaliknya.

Kalau ada oknum yang beralasan dia bermalas-malasan mengajar karena gaji yang nggak memadai dan bahkan kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup, saya nggak bisa membantahnya. Kita semua tentu hanya bisa berharap pemerintah dapat mengatur sistem dan kurikulum pendidikan lebih baik lagi supaya nggak ada oknum guru yang setengah hati bekerja menjalankan profesinya.

Di sini saya mau menekankan pentingnya guru memiliki passion. Agar ada rasa semangat dan mencintai suatu hal. Namun, jangan samakan passion dengan antusiasme karena menurut saya antusiasme bersifat sementara, sedangkan passion akan bertahan dalam jangka waktu yang lebih lama. Kalau kita analogikan keduanya, passion bagaikan orang yang berlari maraton, sementara antusiasme bagaikan orang yang berlari sprint.

Dengan passion, seorang guru akan terus berusaha memberikan yang terbaik untuk mendidik anak muridnya. Karena apa? Ya karena dia memang punya passion untuk menjadi guru.

Penulis: Diaz Robigo
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 3 Dosa Menyebalkan Guru Bahasa Indonesia Saat Mengajar.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 3 April 2023 oleh

Tags: gurumengajar
Diaz Robigo

Diaz Robigo

figur yang pernah terlibat dalam proses demokrasi tingkat daerah di Karawang, dengan fokus pada isu-isu pembangunan dan pelayanan publik.

ArtikelTerkait

Jangan Dihujat Dulu, Ada Tujuan Positif dari Guru yang Ngambek Nggak Mau Ngajar Gara-gara Muridnya Melakukan Kesalahan terminal mojok

Jangan Dihujat Dulu, Ada Tujuan Positif dari Guru yang Ngambek Nggak Mau Ngajar Gara-gara Muridnya Melakukan Kesalahan

29 Juli 2021
Siluman Dapodik, Sebuah Upaya Curang agar Bisa Lolos PPG Guru Tertentu yang Muncul karena Sistem Pengawasan Lemah guru honorer ppg

Fakta tentang Guru yang Terjadi di Lapangan, tapi Tak Pernah Dibahas oleh Fakultas Pendidikan

27 Februari 2026
PPG

Nasib Sarjana PPG yang Katanya Nggak Pintar-pintar Amat Saat Mengajar

17 April 2020
Pengalaman Guru yang Nggak Bahasa Isyarat Mengajar Murid Tuli Mojok.co

Pengalaman Guru yang Nggak Bisa Bahasa Isyarat Mengajar Murid Tuli

1 November 2023
Emang Iya Kuliah Keguruan Cepat Balik Modal?

6 Hal yang Harus Dipertimbangkan sebelum Memutuskan Jadi Guru

16 Maret 2023
Namanya doang Study Tour, Aslinya Lebih Banyak Jalan-jalan daripada Studinya Mojok.co

Demi Kesehatan Mental Guru, Sebaiknya Study Tour Nggak Usah Diadain Aja

5 Februari 2025
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

21 Agustus 2026
Jatinom, tempat rahasia yang bikin kamu jatuh cinta berkali-kali (Mojok.co/Audina Safira)

Jatinom, sebuah tempat rahasia yang akan membuatmu jatuh cinta berkali-kali sama Klaten

14 Agustus 2026
4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar Terminal

4 stereotip tentang orang Bumijawa Tegal yang sering saya dengar dari orang luar

14 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju langsung dicap nakal (Unsplash)

Tinggal di desa itu sulit, salah pakai baju sedikit saja langsung dicap nakal

15 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.