Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Pojok Tubir

Guru Merdeka Belajar Itu Hanya Ilusi, Nyatanya Hingga Kini Masih Berkawan Karib dengan Segunung Administrasi

Eri Hendro Kusuma oleh Eri Hendro Kusuma
4 Desember 2023
A A
Guru Merdeka Belajar Itu Hanya Ilusi, Nyatanya Hingga Kini Masih Berkawan Karib dengan Segunung Administrasi

Guru Merdeka itu Hanya Ilusi, Nyatanya Hingga Kini Masih Berkawan Karib dengan Segunung Administrasi (Pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Tidak ada pidato yang membahagiakan bagi para guru selain pidato Mas Mendikbud Ristek pada perayaan Hari Guru Nasional (HGN) 2019 silam. Goresan tinta setiap kata dalam pidato tersebut betul-betul sesuai dengan kenyataan, isi hati, dan harapan seorang guru di sekolah. Tidak heran jika pidato Mas Menteri pada saat itu mampu meneteskan air mata jutaan guru di Indonesia.

“Anda ingin membantu ketertinggalan murid di kelas, akan tetapi waktu Anda habis untuk mengerjakan tugas administratif tanpa manfaat yang jelas”. Ketika mendengar kutipan kalimat pidato tersebut tak terasa membuat air mata ini menetes begitu saja.

ADVERTISEMENT

Tak terasa pidato fenomenal tersebut sudah 4 tahun berlalu. Apakah janji tentang kemerdekaan guru sudah terpenuhi? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, perlu kiranya memperhatikan kutipan isi pidato Mas Menteri pada perayaan HGN tahun 2023 berikut ini:

“Kurikulum Merdeka adalah kurikulum yang ditunggu-tunggu para guru, karena tidak hanya meringankan beban murid karena pengurangan pada jumlah materi, dan penekanan pemahaman yang mendalam, tetapi juga memerdekakan guru untuk mengolah kreativitasnya dan berinovasi dalam pengembangan pembelajaran yang menyenangkan sesuai kebutuhan murid”.

Jika kita perhatikan kutipan isi pidato Mas Menteri pada perayaan HGN kali ini ada hal yang ganjil. Perlu digaris bawahi jika guru tidak menunggu kehadiran kurikulum baru. Sebaliknya guru selalu mengeluhkan ketika ganti menteri maka akan ganti kurikulum. Perubahan kurikulum memang sebuah keniscayaan, akan tetapi harus terarah, sistematis, dan periodik. Sehingga tidak menjadikan beban dan kebingungan guru sebagai pelaksana kurikulum. Jadi perubahan kurikulum bukanlah jawaban atas masalah yang telah dihadapi guru selama ini.

Masih berkawan karib dengan administrasi

Jika mau jujur, sebenarnya tidak ada bedanya tugas administratif guru sebelum dan saat era merdeka belajar. Bahkan saat ini guru tidak hanya disibukkan dengan tugas administratif saja. Melainkan ditambah lagi dengan kesibukan tugas di platform pendidikan.

Mengisi aplikasi dengan foto selfie kegiatan harian di kelas menjadi rutinitas baru guru era sekarang. Kemudian target menyelesaikan pelatihan mandiri di Platform Merdeka Mengajar (PMM) juga menjadi salah satu contoh bertambahnya beban guru selain menyelesaikan tugas administratif pembelajaran lainnya di sekolah. Belum lagi tugas lain seperti Operator Data Pokok Pendidikan (Dapodik), Operator ASET Daerah, Operator Aplikasi Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (ARKAS), Operator Kepegawaian, serta operator-operator lain.

Ketika guru masih disibukan dengan hal-hal demikian, apakah mungkin optimal dalam menuntun tumbuh kembangnya murid di sekolah?

Baca Juga:

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

Di Balik Sekolah Elit yang Eksploitatif dan Manipulatif Ada Guru yang Menderita karena (Terpaksa) Jadi Ojek dan ART untuk Yayasan 

Baca halaman selanjutnya

Pendidikan nanti dulu, kelarin administrasinya dulu

XXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXXX
Halaman 1 dari 2
12Next

Terakhir diperbarui pada 5 Desember 2023 oleh

Tags: administrasiguruKurikulum Merdekamerdeka belajar
Eri Hendro Kusuma

Eri Hendro Kusuma

Seorang guru dari Kota Batu Jawa Timur. Peduli akan isu pendidikan, kebijakan lokal, kebudayaan dan kebijakan sosial lainnya. Gemar ngopi sambil mancing dan merenung

ArtikelTerkait

Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam Mojok.co

Konten Kreator Pendidikan Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer. Sebuah Peringatan Sebelum Terjebak Terlalu Dalam

7 April 2024
Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Merasa Lebih Dihargai daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” selama Bertahun-tahun Mojok.co

Sarjana Keguruan Pilih Jadi TKW di Taiwan, Lebih Menjanjikan daripada Jadi Guru Honorer dengan Gaji “Imut” Selama Bertahun-tahun

9 April 2026
Suka Duka Asisten Guru SD Swasta, Berharga walau Dipandang Sebelah Mata

Suka Duka Menjadi Asisten Guru SD Swasta

8 Mei 2023
Emang Iya Kuliah Keguruan Cepat Balik Modal?

Emang Iya Kuliah Keguruan Cepat Balik Modal?

30 Juli 2022
Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru Mojok.co

Ironi Mahasiswa Jurusan Pendidikan: Buangan dan Tidak Ingin Menjadi Guru

1 November 2023
sarjana pendidikan guru nasihat kiai mengajar Jangan Jadi Guru Kalau Baperan, kecuali Hatimu Sanggup Legawa PPG

Guru Jangan Ngoyo Ingin Memintarkan Murid, Itu Masalah: Nasihat Kiai Maimun Zubair

7 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Ini Dia Alasan Orang Jakarta Timur Malas Diajak Main ke Jakarta Selatan

Jakarta Timur Layak Dimekarkan jadi Jaktim Utara dan Jaktim Selatan, Terlalu Banyak Perbedaan!

8 Juli 2026
Cerita beli kendaraan pertama, menabung mati-matian demi Honda Vario Techno 125 bekas. Dulu prihatin kini jadi kenangan manis Mojok.co

Cerita beli kendaraan pertama, menabung mati-matian demi Honda Vario Techno 125 bekas. Dulu prihatin kini jadi kenangan manis

8 Juli 2026
Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan Terminal

Bangkalan Lebih Cocok Jadi Ibu Kota Provinsi Madura daripada Pamekasan

8 Juli 2026
8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen Mojok.co

8 keresahan guru agama, pekerjaan tidak maksimal karena dianaktirikan Kemendikdasmen 

11 Juli 2026
Pengakuan jujur saya sebagai orang Semarang menghadapi kuliner kambing Tegal yang garang Mojok.co

Pengakuan orang Semarang yang kalah mental menghadapi garangnya kuliner kambing Tegal

7 Juli 2026
3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang Mojok.co

3 Minuman Tegal yang Aman untuk Lidah Orang Semarang yang Nggak Suka Kuliner Menantang

5 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.