Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Pendidikan

Kalau Mau Anak Pintar Cukup Ikut Les atau Bimbel Saja, Sekolah Cuma buat Formalitas

Supriyadi oleh Supriyadi
23 Mei 2026
A A
Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia

Guru Bimbel, Profesi Paling Pengertian di Dunia (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang tua yang punya anak yang masih berada di usia sekolah dasar, tentu saya tidak asing dengan dunia pendidikan. Anak saya bercerita kalau temannya ada yang ikut bimbel di luar jam sekolah. Hasilnya, nilai akademiknya pun bagus.

Istri saya pun tertarik untuk memasukkan anak saya ikut les atau bimbel. Tujuannya? Jelas, agar nilai anak saya tinggi.

ADVERTISEMENT

Saya jadi berpikir, lantas selama ini sekolah buat apa kalau yang membuat anak itu pintar dan cerdas adalah les-lesan atau bimbel? Kadang saya justru merasa kalau sekolah itu seperti pelengkap dari bimbel saja.

Dan semakin dipikir, semakin muncul pertanyaan yang agak mengganggu, “Kalau les atau bimbel memang lebih efektif mencerdaskan siswa, lalu sebenarnya sekolah itu fungsinya apa?”

Kalau bimbel lebih efektif, sekalian saja jangan sekolah

Ini memang terdengar satire, tapi coba dipikir pelan-pelan. Banyak siswa sekarang kalau pagi sekolah, sore les, dan malam masih belajar lagi mengerjakan PR.

Dan lucunya, tidak sedikit yang justru lebih paham materi setelah ikut les atau bimbel dibanding saat di kelas sekolah. Di sekolah, kadang murid dirasa terlalu banyak, waktu terbatas, dan guru diburu administrasi sehingga suasana kelas tidak kondusif

Sementara di bimbel, penjelasan justru lebih fokus, trik cepat lebih banyak diajarkan sehingga anak bisa belajar lebih efektif, dan suasana lebih santai. Bahkan, les atau bimbel itu kadang lebih menghibur ketimbang di sekolah.

Akhirnya muncul kesan aneh: sekolah untuk absen dan ijazah, belajar seriusnya di bimbel.

Baca Juga:

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

Sekolah Negeri yang Seharusnya Gratis Ternyata Menyimpan Biaya Tersembunyi yang Perlu Ditanggung Ortu

Kalau sudah begini, kadang saya berpikir nakal, sekalian saja tidak usah sekolah terlalu lama. Belajarnya di bimbel saja. Kalau cuma mau mencari ijazah, tinggal kejar paket. Pintar dapat, ijazah juga dapat. Toh yang dikejar sekarang sering kali bukan proses pendidikan, tapi hasil akhirnya.

Sekolah? Suasana membosankan. Tidak ada jaminan pintar atau cerdas. Guru sudah lelah dengan administrasi. Apalagi honorer, gajinya mengenaskan. Suasana belajar semacam ini sangat tidak efektif.

BACA JUGA: 4 Dosa Bimbel terhadap Dunia Pendidikan: Kesejahteraan Guru Diabaikan, Esensi Belajar Dilupakan

Guru kadang lebih bersinar di tempat les

Hal yang lebih menarik lagi adalah kenyataan bahwa banyak guru di sekolah ternyata bisa mengajar jauh lebih hidup ketika berada di tempat les dibanding di sekolah. Sebab, tidak jarang juga guru di sekolah itu membuka les-lesan atau mengajar di tempat bimbel.

Di sekolah, guru mengajar dengan penjelasan singkat, suasana datar, dan kadang terlihat lelah karena harus mengurus RPP, LKPD, input data di Dapodik atau Simpatika, juga Emis.

Tapi, begitu mengajar di bimbel atau les, guru mendadak energik, penuh trik cepat, murid tertarik, dan materi terasa mudah dicerna oleh peserta didik.

Kreativitas guru di tengah gaji yang tidak kreatif

Di titik ini, saya justru tidak bisa sepenuhnya menyalahkan guru. Dapur di rumahnya harus mengepul. Perutnya juga harus diisi. Paket data juga harus selalu di-topup. Token listrik pun bikin risih kalau bunyi terus.

Kenyataannya, banyak guru honorer hidup dengan gaji yang bahkan kadang kalah dari uang jajan siswa yang diajar. Kadang, guru hanya menelan ludah ketika melihat siswanya jajan macam-macam sementara dirinya harus menerapkan gaya hidup frugal living.

Maka ketika ada guru membuka les-lesan atau mengajar di bimbel lalu penghasilannya jauh lebih baik, itu sebenarnya bukan sekadar mencari tambahan uang. Itu bentuk kreativitas bertahan hidup. Dan ironisnya, kreativitas mengajar mereka justru lebih keluar di sana. Mungkin karena di sana guru lebih dihargai, lebih fokus, atau memang ada insentif nyata ketika mengajar dengan baik.

Sementara di sekolah, energi guru sering habis bukan untuk mengajar, tapi untuk bertahan dengan sistem yang terlalu sibuk mengurus administrasi.

**

Saya tidak sedang bilang sekolah tidak penting. Sekolah tetap punya fungsi sosial, pendidikan karakter, pertemanan, dan banyak hal lain yang tidak bisa digantikan bimbel. Tapi tetap saja, ada sesuatu yang terasa janggal ketika tempat “tambahan” justru terasa lebih efektif dibanding tempat utama.

Dan mungkin keresahan terbesar sebenarnya bukan soal les atau bimbelnya. Tapi, soal sistem pendidikan yang membuat terlalu banyak orang merasa bahwa belajar yang sesungguhnya justru terjadi setelah jam sekolah selesai.

Penulis: Supriyadi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Menjamurnya Bimbel Bukan karena Pendidikan Kita Ampas, tapi karena Mengajar di Bimbel Memang Lebih Mudah

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 Mei 2026 oleh

Tags: bimbelgurulesSekolah
Supriyadi

Supriyadi

Seorang yang lahir di Bantul bagian selatan, berdomisili di Bantul bagian utara, dan ber-KTP Cirebon.

ArtikelTerkait

sonny boy anime musim panas 2021 mojok

Sonny Boy, Anime Buatan Sutradara One Punch Man yang Layak Ditonton Musim Ini

28 Juli 2021
5 Kebiasaan Feodal di Sekolah yang Tidak Disadari dan Harus Segera Dibasmi

5 Kebiasaan Feodal di Sekolah yang Tidak Disadari dan Harus Segera Dibasmi

4 September 2025
Wisuda TK Tradisi Paling Nggak Penting dan Buang Duit, Lebih Baik Dihapus Aja Mojok.co wisuda sekolah

Wisuda TK Tradisi Paling Nggak Penting dan Buang Duit, Lebih Baik Dihapus Aja

17 Desember 2023
seleksi pppk pns guru honorer birokrasi amburadul mojok.co

Sebenarnya Guru pada Kangen Ngajar, tapi…

11 Juli 2020
5 Hal yang Akan Saya Bawa Saat No Backpack Day kalau Masih Sekolah Terminal Mojok.co

5 Hal yang Akan Saya Bawa Saat No Backpack Day kalau Masih Sekolah

25 Mei 2022
Hal-hal yang Butuh Banyak Uang di Sekolah selain Wisuda dan Perlu Dibenahi

Hal-hal yang Butuh Banyak Uang di Sekolah selain Wisuda dan Perlu Dibenahi

8 Juli 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya Mojok.co

3 Kali Gagal Tes Sekolah Kedinasan, Akhirnya Malah Lolos Kedokteran UGM yang Terpaksa Direlakan karena Biaya

6 Juli 2026
Sidang Skripsi Mahasiswa UNY: Ribetnya Mirip Hajatan, Pantas Saja Disebut “Kondangan Akademik” Mojok.co

Sidang Skripsi Itu Hal yang Gampang, yang Lebih Susah Itu Mengurus Berkas Penjajakan dan Yudisium

5 Juli 2026
Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini  Terminal

Ada yang Salah, Periksa ke Dokter Gigi Masih Dianggap Kemewahan di Negara Ini 

29 Juni 2026
Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

2 Juli 2026
Unpopular Opinion: Skripsi Adalah Matkul Favorit Saya Sampai Rela Kuliah 7 Tahun Mojok.co jurnal

Tugas Akhir Jurnal sebagai Pengganti Skripsi Bukan Solusi kalau Budaya Riset Kampus Masih Setengah Hati

1 Juli 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri Kerap Dianggap Tempat Paling Rapi di Dunia, padahal Justru Sebaliknya, Titik Kumpul Masalah dan Kekacauan!

29 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.