Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

Iin Qoriah oleh Iin Qoriah
13 Maret 2026
A A
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita!

Share on FacebookShare on Twitter

Kabar tak sedap muncul di sela-sela angin dingin di Kota Wonosobo. Kota yang katanya terkenal asri, kini harus diterpa isu tak sedap di berbagai belahan desa di kota sendiri. Warga Mojotengah melakukan protes besar-besaran pada Pemerintah Wonosobo, imbas tak ada tanggapan serius atas laporan mereka tentang jalan rusak selama 10 tahun belakangan.

Tak hanya warga Mojotengah yang ikut andil dalam protes tersebut. Puluhan warga dari Desa Deroduwur, Derongisor, Mojosari dan Pungangan yang berkolaborasi dalam aliansi Infrastruktur Berkeadilan ikut ambil bagian pada aksi yang digelar Sabtu 28 Februari 2026.

ADVERTISEMENT

Protes tersebut disampaikan dengan aksi-aksi simbolis seperti memancing di lubangan, lalu bawa ember, sabun, dan kotoran. Mungkin saking emosinya, mereka tidak lagi mengekspresikannya dengan amarah, tapi dengan sindiran yang ditujukan tepat pada ulu hati.

Selain aksi simbolik, para warga menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo untuk melakukan perbaikan secara total dan permanen dan pembangunan drainase terintegrasi yang mencegah kerusakan berulang. Mereka juga menuntut perbaikan dilakukan sebelum Idulfitri 2026.

Ini bukan aksi pertama mereka. Aksi menanam pohon juga pernah dilakukan pada 2025 di penghubung jalan Desa Watumalang menuju Desa Wonosroyo, Kecamatan Watumalang.

Kerusakan jalan di Wonosobo yang parah

Sebenarnya, amarah warga Mojotengah Wonosobo itu amat sangat bisa dipahami. Sebab, jalan yang rusak bukan hanya seratus, dua ratus, 300 meter, tapi kilometer. Kerusakan jalan terlihat di sepanjang jalan Kalibeber-Deroduwur dengan panjang kurang lebih enam koma empat kilometer, serta jalan Mojosari -Gondang sepanjang kurang lebih lima koma satu kilometer.

Sebenarnya jalan yang rusak ini pernah diperbaiki. Tetapi perbaikan yang dilakukan hanya bersifat tambal sulam yang dinilai tidak menyelesaikan masalah. Tau sendiri lah jalan yang diperbaiki tambal sulam itu kayak apa. Bisa seminggu bertahan aja udah bagus.

Yang jadi masalah, salah satu jalan yang rusak dan haus akan perbaikan termasuk akses menuju kawasan wisata religi makam KH Muntaha Al Hafidz dan KH Asy’ari. Ya, kalian bisa nilai sendiri lah.

Baca Juga:

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

5 Wisata Wonosobo Selain Dieng yang Tak Kalah Indah untuk Dinikmati, meski Nggak Enak untuk Ditinggali

Ada alasan kenapa jalan ini tak segera diperbaiki. Pemerintah Wonosobo menjelaskan, bahwa efisiensi anggaran yang dilakukan oleh pusat serta panjang jalan yang rusak bikin perbaikan tak kunjung terjadi, sekalipun sudah didanai dengan Dana Alokasi Khusus dan APBD.

BACA JUGA: Wonosobo yang Dahulu Bukanlah yang Sekarang, Dahulu Jauh Lebih Nyaman

ADVERTISEMENT

6 tahun. Iya, kalian tak salah baca

Tidak bermaksud mengecilkan penderitaan warga Mojotengah, tapi, mereka tak sendiri. Total jalan rusak di Wonosobo itu mencapai 405,27 kilometer. Menurut prediksi Pemkab Wonosobo, perbaikan semua jalan ini baru bisa rampung enam tahun mendatang.

Ya, benar, 6 tahun. Kalian tak salah baca. Mungkin kita akan melihat Manchester United juara Liga Inggris lebih dahulu ketimbang rampungnya perbaikan jalan Wonosobo.

Menurut Kepala Dinas PUPR Wonosobo, Nurudin Adiyanto, menyebut bahwa pihaknya sudah melakukan survei jalan rusak. Dan dari hasil survei tersebut, beliau menyebut bahwa Pemkab butuh dana hampir satu triliun untuk memperbaiki jalan tersebut.

Tetapi, anggaran yang didapat Wonosobo hanyalah 190-200 miliar saja. Maka dari itu, Pemkab meramalkan perbaikan jalan butuh enam tahun. Sebab ya, kalian liat sendiri, dananya pun terbatas. Mudah-mudahan sih, enam tahun lagi, kubangan airnya nggak makin dalam, soalnya kalau semakin dalam, bisa buat kolam renang dan ada lahan parkir yang bayarnya 2000.

Pemerintah Wonosobo sebenarnya tidak diam saja

Jalanan Wonosobo memang masih jelek. Perbaikan memang masih ala kadarnya, tapi tanpa mengecilkan perjuangan warga Mojotengah, sebenarnya Pemkab Wonosobo sudah berusaha. Dari awal 2024, perbaikan sudah dijalankan oleh pemerintah.

Tak berhenti di situ, Pemkab juga akan merevitalisasi akses ke sentra pertanian dan jalur wisata. Sektor ini jadi pilar penting dalam mendorong kemajuan ekonomi daerah. Bupati Wonosobo juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Wonosobo pada 2025 akan memperoleh dana hibah dari World Bank untuk mempercepat pembangunan infrastruktur di berbagai daerah.

Walaupun dengan dana terbatas, Pemerintah Kabupaten Wonosobo juga berupaya semaksimal mungkin melakukan yang terbaik untuk membuat warganya senang dan bahagia. Entah itu dengan pengadaan bahan dan jasa terbaik untuk menangani jalan rusak, juga kegiatan pemeliharaan jalan rutin yang akan dilakukan setiap saat.

Saya sih cuma bisa berharap, slogan “Dalane Maer Wonosobo Moncer”itu beneran jadi kenyataan, bukan cuma pajangan di spanduk. Soalnya, warga sudah puluhan tahun sabar lihat jalan seperti bekas perang. Kalau nanti Idulfitri jalannya mulus, mungkin saya bakal percaya bahwa pemerintah memang sayang sama warganya. Tapi kalau nggak, ya sudahlah, kita tanam pisang lagi saja.

ADVERTISEMENT

Penulis: Iin Qoriah
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Wonosobo Memang Cocok untuk Berlibur, tapi untuk Tinggal, Lebih Baik Skip

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Maret 2026 oleh

Tags: demo jalan rusak wonosobokondisi jalan di wonosobowonosobo
Iin Qoriah

Iin Qoriah

ArtikelTerkait

3 Alasan Orang Wonosobo Malas Berwisata ke Dieng Mojok.co

Pemimpin Boleh Berganti, tapi Masalah Jalan Rusak di Wonosobo Tetaplah Abadi

23 Februari 2025
Sudah Saatnya Jalur Kereta Api Purwokerto-Wonosobo Diaktifkan Kembali

Sudah Saatnya Jalur Kereta Api Purwokerto-Wonosobo Diaktifkan Kembali

8 November 2023
PSIW Wonosobo mojok

PSIW, Klub Sepak Bola yang Bermimpi Memiliki Stadion

20 Oktober 2020
Dilema Mudik Lewat Wonosobo: Pemandangannya Indah sih, tapi Problematik banjarnegara

Dilema Mudik Lewat Wonosobo: Pemandangannya Indah sih, tapi Problematik

19 April 2023
Sagon, Kue Khas Wonosobo yang Menolak Gas LPG

Sagon, Kue Khas Wonosobo yang Menolak Gas LPG

30 Januari 2022
Alun-Alun Wonosobo, Alun-Alun Tersepi yang Pernah Saya Kunjungi Mojok.co

Wonosobo Hanya Cocok untuk Tempat Wisata, Bukan Tempat Tinggal yang Ideal!

13 Juli 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda Mojok.co

Menulis sastra itu menyenangkan, tetapi menjadikannya sumber penghidupan adalah cerita yang berbeda

18 Agustus 2026
Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

Stasiun Gubeng Surabaya, stasiun paling membingungkan dan menyebalkan

20 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026
Kaza Mal Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi Mojok.co

Kaza Mall Surabaya memang nggak keren, tapi bukan berarti layak dilupakan dan nggak dikunjungi

19 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.