Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot

Muhammad Iqbal Fawwazi oleh Muhammad Iqbal Fawwazi
30 Januari 2026
A A
Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot Mojok.co

Jurusan Ekonomi Menyelamatkan Saya dari Jurusan Kedokteran yang seperti Robot (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bekerja sebagai dokter menjadi cita-cita banyak orang. Pekerjaan ini dianggap menjanjikan dan prestisius. Tidak heran kalau persaingan masuk Jurusan Kedokteran di berbagai perguruan tinggi begitu ketat dari tahun ke tahun. 

Tidak sedikit calon mahasiswa yang berjuang mati-matian untuk bisa lolos. Bahkan, mengulang berkali-kali pun tidak masalah. Semua demi menjadi dokter di masa mendatang.  

Saya adalah salah satu orang yang pernah tergiur menjadi dokter. Ya bagaimana ya, profesi ini dianggap menjanjikan dan prestisius. Kebetulan saya juga punya kesempatan emas itu, kuliah kedokteran dibiayai oleh lembaga tempat saya belajar. Walau banyak tantangannya, saya beranikan diri mengambil kesempatan itu. 

Ternyata, setelah menjalani beberapa waktu, modal kepintaran dan dana saja nggak cukup. Saya memang suka membaca dan kata orang-orang lumayan pintar. Namun, itu saja ternyata tidak cukup  untuk memahami materi yang benar-benar “gila”. Bak perenang kolam renang yang terpaksa menyeberangi Samudra Atlantik, itulah saya di jurusan Kedokteran.  

Kuliah di jurusan Kedokteran menjadi momen yang berat. Bak robot,  hidup rasanya sebatas modul, praktikum, dan ujian. Kemanusiaan saya seakan direnggut demi sekadar bertahan di sana. Tak pernah ada waktu untuk aktualisasi diri. Boro-boro melakukan itu, untuk sekadar rehat saja tak sempat. 

Saya sudah mencoba menyesuaikan diri. Menata ulang ritem dan fokus studi. Namun, gagal. Sampai pada akhirnya saya mengambil keputusan untuk beralih bidang studi lain. 

Baca juga 5 Istilah Mahasiswa Fakultas Kedokteran yang Menggambarkan Beratnya Kuliah di Sana.

Dari jurusan Kedokteran ke jurusan Ekonomi

Keputusan ini tentu bukan hal yang mudah. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti usia produktif, waktu yang telah terbuang, dan jerih payah yang sudah saya lalui di jurusan Kedokteran. 

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Saya pun tersadar, bertahan hanya karena sudah terlalu jauh melangkah hanya jebakan klasik. Saya tak lagi ingin menghabiskan usia saya demi melanjutkan keputusan naif yang keliru. Dengan hati dan langkah yang berat, akhirnya saya membulatkan tekad untuk keluar dari jurusan Kedokteran. Setelah pergulatan batin itu selesai, timbul pertanyaan baru, selepas dari sini lantas mau ke mana?

Awalnya saya cukup radikal, dalam artian saya ingin benar benar ingin mencoba di ranah baru yang jarang terpikirkan seperti jurusan filsafat. Tapi, takdir berkata lain. Saya akhirnya masuk jurusan yang lebih praktikal, Jurusan Ekonomi.

Baca juga Fakultas Kedokteran, Fakultas Paling Terhormat Melebihi Fakultas Lainnya di Indonesia.

Kembali menjadi manusia 

Masuk ke Ekonomi terasa lebih ringan dan lega. Bukan karena di sini lebih mudah, tapi karena akhirnya saya bisa meraih kembali menjadi manusia. Di jurusan sebelumnya, saya serasa dipaksa untuk menghafal dan memahami materi. 

Di Jurusan Ekonomi saya tidak menjumpai lagi kendala demikian. Terlebih, materi-materi baru yang saya pelajari sering muncul dan mudah dirasa plus diaplikasikan dalam kehidupan sehari hari. Teori-teori yang diungkapkan oleh Malthus, Keynes, dan Taylor terasa lebih hangat dibanding hukum Fick dan Starling yang dingin dan mekanis. 

Saya merasa materi-materi itu lebih nempel di kepala dan tak langsung menguap selepas ujian. Terlepas bagaimana nanti, saya merasa lebih bermanfaat saat ini daripada sebelumnya.

Tulisan init idak bermaksud menjatuhkan jurusan tertentu. Saya hanya ingin pengalaman saya jadi bahan pertimbangan bagi mereka yang tertarik melanjutkan studi di Jurusan Kedokteran atau jurusan-jurusan lain. Peluang kerja memang perlu jadi pertimbangan, tapi jangan sampai angan dan bakatmu hanya karena itu.

Selain itu, tak perlu memilih jurusan bergengsi hanya untuk mencari makna. Pilihlah jurusan yang membuatmu hidup dan bermanfaat. Persaingan pasar kerja sudah cukup kejam, tak perlu ditambah dengan memilih jurusan yang menyiksa batin.

Penulis: Muhammad Iqbal Fawwazi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Jurusan Ekonomi Pembangunan Menyadarkan Saya kalau Kemiskinan Itu Bukan Sekadar Orang yang Tidak Punya Uang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 Januari 2026 oleh

Tags: ekonomijurusanjurusan ekonomijurusan kedokteranKampuskedokteranMahasiswa
Muhammad Iqbal Fawwazi

Muhammad Iqbal Fawwazi

Seorang perantau asal Surabaya yang membawa semangat ke tanah orang. Bukan sekadar berpindah tempat, ia adalah seorang pembelajar yang haus akan pengetahuan

ArtikelTerkait

Menjadi Sarjana dari Desa dengan Tuntutan Sukses Versi Tetangga terminal mojok.co

Pada Akhirnya Mau Kuliah di Mana pun, Jurusan Apa pun, Habis Lulus, Semua Bisa Nelangsa

15 April 2020
Begini Cara Dokter Menyatakan yang Benar Itu "Benar" dan yang Salah Itu "Salah"

Gagal Masuk FK dan Menjadikan Jurusan Biologi Sebagai Pelarian Adalah Kesalahan

26 September 2020
5 Cara Jitu Menghasilkan Cuan yang Saya Lakukan Saat Jadi Mahasiswa, Bisa Bayar Kuliah dan Tabungan Menikah

5 Cara Jitu Menghasilkan Cuan yang Saya Lakukan Saat Jadi Mahasiswa, Bisa Bayar Kuliah dan Tabungan Menikah

23 Agustus 2024
7 Tipe Mahasiswa Pas Ngerjain Tugas Kelompok

7 Tipe Mahasiswa Pas Ngerjain Tugas Kelompok

24 April 2020
Pemindahan Unpad ke Jatinangor Katanya Terinspirasi dari Kota Akademik Tsukuba di Jepang. Tapi kok Gini, ya?

Pemindahan Unpad ke Jatinangor Katanya Terinspirasi dari Kota Akademik Tsukuba di Jepang. Tapi kok Gini, ya?

5 Agustus 2023
Kalau Bikin Kajian Strategis BEM, Tolong Referensinya Jangan Makalah Anak SD kastrat BEM kampus makalah APA style mojok.co

Pengalaman Saya Ngejokiin Tugas Mahasiswa Sastra Indonesia

14 April 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

Saya pernah mengira orang miskin itu kurang berusaha, dan saya salah besar

30 Juli 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026
Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

Bangkalan nggak butuh seminar dan jargon literasi, butuhnya gerakan nyata dan bukti

31 Juli 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Indomaret Tutup, Orang Dewasa Depresi Bakal Makin Stres (Unsplash)

Saya akhirnya mengakui keunggulan Indomaret karena 3 barang ini

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.