Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus

5 Hal yang Bikin Saya Menyesal Kuliah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Arnufan Deni Marwanto oleh Arnufan Deni Marwanto
21 Agustus 2025
A A
5 Hal yang Bikin Saya Menyesal Kuliah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

5 Hal yang Bikin Saya Menyesal Kuliah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD)

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau ditanya soal penyesalan selama kuliah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD), jawabannya sederhana. Saya memang menyesal, tapi bukan karena salah pilih kampus. Saya justru menyesal kenapa nggak dari awal daftar langsung ke UAD.

Sejujurnya awalnya saya sempat ragu mau kuliah di kampus ini. Saya masih membandingkan sana-sini, berpikir panjang soal jurusan, dan bahkan sempat hampir mendaftar di kampus lain. Akan tetapi begitu akhirnya resmi jadi mahasiswa UAD, saya baru sadar… kenapa nggak dari awal saja langsung daftar di kampus ini.

#1 Suasana kampus UAD ternyata hidup banget

Sejak pertama kali masuk, saya langsung merasa kalau kampus ini nggak cuma tempat belajar teori. Ada banyak sekali kegiatan mahasiswa, komunitas, dan acara kreatif yang bikin hari-hari saya di kampus terasa hidup. Dan saya menyukainya.

Seandainya saya nggak daftar kuliah di kampus ini, mungkin saya nggak akan bisa menikmati hal-hal semacam ini. Bisa jadi saya nggak aktif di berbagai kegiatan mahasiswa dan berakhir jadi mahasiswa kupu-kupu alias kuliah pulang-kuliah pulang. Kehidupan kampus bakal terasa monoton dan nggak hidup.

#2 Dosen terasa dekat dengan mahasiswa

Dulu sebelum kuliah, saya mengira dosen bakal jauh dari mahasiswa di kampus-kampus besar. Seperti ada jarak antara dosen dan mahasiswa yang sulit diungkapkan, tapi bisa dirasakan. Tetapi nyatanya hal tersebut tak terjadi di Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

Di UAD, saya justru menemui banyak dosen yang bisa diajak santai. Bahkan mereka sangat peduli dengan pengembangan mahasiswa di luar kelas. Tentu saja hal ini bikin proses belajar bagi mahasiswa seperti saya jadi lebih nyaman dan menyenangkan. Belajar tak terasa kaku dan lebih manusiawi.

#3 Fasilitas kampus UAD ternyata bikin betah

Penyesalan selanjutnya kenapa saya nggak dari awal langsung daftar kuliah di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) berkaitan dengan fasilitasnya. Siapa sangka ternyata kampus satu ini memiliki fasilitas yang bikin mahasiswa betah. Ada gedung utama UAD yang megah, perpustakaan modern, sampai ruang diskusi yang bikin mahasiswa nyaman.

Setiap kali duduk di sudut kampus sambil melihat pemandangan ringroad selatan, saya sering berpikir, “Kenapa nggak dari dulu aja kuliah di kampus ini biar bisa menikmati semua ini?”

Baca Juga:

Potret Mahasiswa Kuliah Sekaligus Kerja di Banten: Tampak Keren, tapi Aslinya Menderita karena Digaji Tak Layak

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

#4 Peluang internasional terbuka lebar bagi mahasiswa

Siapa sangka ternyata Universitas Ahmad Dahlan (UAD) membuka banyak kesempatan bagi mahasiswa untuk ikut pertukaran pelajar atau program internasional. Teman-teman saya ada yang sempat kuliah singkat ke luar negeri, ikut konferensi, sampai magang di perusahaan global. Rasanya agak menyesal karena saya telat mengetahui soal ini, jadi nggak bisa mempersiapkan diri lebih awal.

#5 Teman-temannya kayak keluarga

Satu hal lain yang bikin saya nyaman kuliah di sini adalah teman-temannya. Dari teman satu jurusan sampai teman beda fakultas banyak banget yang selalu siap diajak kerja bareng, ngobrol, atau sekadar menemani nongkrong di tangga kampus.

Jadi, kalau ada yang bertanya apa penyesalan terbesar saya kuliah di UAD, jawaban saya satu: nyesel karena nggak daftar kampus ini dari awal. Semakin lama berada di sini, saya semakin sadar kalau kampus ini bukan sekadar tempat mencari gelar, tetapi juga tempat yang bikin saya berkembang. Saya belajar jadi manusia seutuhnya dan punya banyak cerita indah untuk dikenang di sini.

Penulis: Arnufan Deni
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Curhatan Mahasiswa UAD Jogja ketika Pulang Kampung: Gedung Kampusnya Megah, tapi Orang-orang Tetep Aja Nggak Tau UAD Itu Apa dan di Mana.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2025 oleh

Tags: Kampuskampus muhammadiyahMahasiswaUADUAD Jogjauniversitas ahmad dahlan
Arnufan Deni Marwanto

Arnufan Deni Marwanto

Mahasiswa yang punya nilai juang tinggi untuk menggapai cita-cita.

ArtikelTerkait

5 Cara Mahasiswa Berhemat di Jogja, Kota Pelajar yang Katanya Serba Terjangkau, padahal Tidak Mojok.co

5 Cara Mahasiswa Berhemat di Jogja, Kota Pelajar yang Katanya Serba Terjangkau, padahal Tidak

20 Juni 2024
Detail Kecil tentang KKN yang Luput di Film KKN di Desa Penari Terminal Mojok

Detail Kecil tentang KKN yang Luput dalam Film KKN di Desa Penari

25 Mei 2022
sarjana pendidikan

Bukti kalau Kepanjangan S.Pd. itu Bukan Sarjana Pendidikan, tapi Sarjana Penuh Derita

11 April 2020
Jadilah Senior Ormawa yang Tidak Berlebihan, Kampus dan Mahasiswa Sudah Berubah Mojok.co

Jadilah Senior Ormawa yang Tidak Berlebihan, Kampus dan Mahasiswa Sudah Berubah

27 November 2023
Orang yang Mematikan Centang Biru WhatsApp Pasti Punya Alasan terminal mojok.co

Modus Penipuan via SMS yang Kian Membosankan

14 Juni 2019
tugas kuliah

Tugas, Apa Tidak Bisa Kamu Ngerjain Dirimu Sendiri?

22 Mei 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna Mojok.co

Derita Jadi Satu-satunya Sarjana di Kampung: Ekspektasi Warga Ketinggian, Dikira Serba Bisa dan Sempurna

18 April 2026
UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

Siapa sih yang Memulai Kebiasaan Cetak Buku Yasin buat Tahlilan? Ujungnya Cuma Menumpuk di Rumah, yang Tahlilan pun Bawa Sendiri Juga kan?

21 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan demi Bisa Sekolah (Unsplash)

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

19 April 2026
Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela Mojok.co

Rasanya Jadi Orang Bangkalan Madura Belakangan Ini: Pilihan Toko Makin Banyak, tapi Tukang Parkir Ikut Merajalela

23 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.