Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
16 Juli 2026
A A
Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa hari ini, saya harus rela berjuang melawan koloni semut yang menyebalkan. Semut-semut ini terus-terusan menyerbu kamar kos saya. Tentu saya tidak menghitung berapa ratus semut yang hilir mudik di kamar kos ini. Namun, yang jelas, jumlahnya cukup untuk membuat saya pusing karena kehadiran mereka begitu terorganisir dengan baik.

Mulanya saya membiarkan mereka begitu saja karena jumlahnya terlihat sedikit. Satu dua ekor terlihat merayap di dinding. Sebagai orang yang rajin membersihkan kamar, saya menganggap mereka makhluk hidup yang sedang melintas. 

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, semakin lama, jumlah semut ini makin banyak dan mulai menyebar ke beberapa titik. Mereka terlihat di dekat jendela, merayap di lantai, dan kadang muncul di atas bantal tidur saya.

Saya jadi makin khawatir ketika ada beberapa semut tiba-tiba muncul keluar dari laptop saya. Padahal laptop sering saya gunakan, sering saya bawa ke luar, tapi rupanya, tetap dijadikan penginapan oleh semut-semut ini. Saya menduga mereka masuk ketika malam hari, ketika laptop saya letakan di atas meja. Mereka masuk melalui sela-sela keyboard dan lubang charger.

Kamar kos diserbu semut

Sejak saat itu, saya menyadari bahwa kamar kos saya sudah diinvasi oleh koloni semut. Dan, jujur saja, itu sedikit menyeramkan. Meski tidak semenyeramkan film Colony yang diperankan oleh Ji Chang-wook.

Makin lama, semut-semut itu mulai ditemukan di lemari, sela-sela buku, tumpukan kertas, dan sudut-sudut meja. Ketika mengambil buku untuk dibaca, pasti muncul satu dua semut yang kabur kebingungan seperti orang yang kepergok mau maling.

Jangan kira saya adalah orang yang malas membersihkan kamar ya!!!

Membersihkan kamar, mulai dari tempat tidur, meja belajar, dan lantai selalu saya lakukan hampir setiap pagi. Saya selalu memastikan tidak ada makanan yang berceceran saat sebelum tidur. Namun, ikhtiar itu terkesan percuma. Sebab, koloni semut ini tetap datang tanpa rasa bersalah.

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Jemuran, hal sepele yang bisa jadi sumber konflik penghuni kos

Akhirnya solusi cepat yang saya gunakan adalah menyemprot mereka dengan baygon sambil mengumpat, “mati kalian semut sialan!!!” Jadi setiap kali melihat mereka lewat, langsung saya semprot untuk mengusir mereka. Harapannya, mereka tidak muncul kembali.

Untuk beberapa saat, cara ini efektif. Mereka menghilang dari kamar kos dan saya merasa memenangkan peperangan. Sayangnya, kemenangan yang saya rasakan terlalu cepat saya rayakan.

Keesokan harinya, koloni semut ini muncul kembali melalui jalur yang berbeda. Mungkin mereka melalui jalur baru itu sambil mengolok-ngolok kepolosan saya karena merasa menang. Jalur satu ditutup, ada jalur lain yang bisa mereka temukan.

Saya kemudian merenung, “apa yang sebenarnya membuat mereka hobi sekali muncul di kamar saya?”

Mencari akar persoalan

Renungan itu membuat saya mencari-cari akar masalah mengapa semut-semut ini selalu muncul. Saya telusuri jalur mereka dengan sabar dan akhirnya menemukan masalah utamanya. Tempat sampah utama kos yang diletakkan tepat di dekat jendela kamar saya adalah penyebabnya. Selain menimbulkan bau, tempat sampah ini adalah surga makanan bagi semut-semut itu. Dari sanalah mereka masuk melalui sela-sela jendela dan pintu kamar.

Kalau diperhatikan, letak kamar kos saya memang tidak menguntungkan. Tapi, bagi perspektif semut, kamar saya ini bisa jadi adalah jalur strategis untuk menyusupkan berbagai makanan dari tempat sampah itu.

Saya tentu tidak tinggal diam. Saya beberapa kali mencoba menggeser tempat sampah tersebut dari posisi awalnya supaya jauh dari jendela kamar. Setidaknya, kalau sumber masalahnya saya geser, semut-semut ini akan mencari jalur baru yang lebih efisien.

Masalahnya, setiap kali saya pindahkan, tempat sampah itu kembali ke posisi semula ketika saya kembali ke kosan. Saya tidak tahu siapa yang mengembalikannya, tapi ini sungguh menyebalkan.

Mencoba berdamai dengan keapesan

Saya seperti Sisifus yang dengan polisnya terus-terusan mendorong batu ke atas bukit. Bedanya yang saya geser adalah tempat sampah, lalu ada orang entah siapa mengembalikannya ke dekat jendela.

Apa yang saya alami ini membuat saya akhirnya sadar, kebersihan kamar kos yang dijaga ternyata tidak selalu cukup menghindarkan saya dari kesialan diserang segerombolan semut. Saya bisa saja menyapu tiap pagi, menyemprot baygon setiap malam, dan memastikan seluruh area kamar bersih dari makanan sisa. Tapi, semua akan percuma ketika sumber masalahnya justru datang dari faktor luar, yaitu posisi tempat sampah!

Barangkali, begitulah rasanya harus menghadapi masalah yang penyebab utamanya datang dari luar kendali kita. Kita bisa saja berjuang, beradaptasi, dan melakukan apapun untuk bertahan, tapi kalau sudah jatahnya apes ya mau gimana lagi?

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 16 Juli 2026 oleh

Tags: Anak Kosdrama anak kosdrama koskamar koskoskos-kosanMahasiswasemut
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Mengenal Jurusan Metrologi yang Sering Disalahpahami sebagai Jurusan Meteorologi, padahal Kami Nggak Mempelajari Cuaca Sama Sekali!  Mojok.co

Mengenal Jurusan Metrologi yang Sering Disalahpahami sebagai Jurusan Meteorologi, padahal Kami Nggak Mempelajari Cuaca Sama Sekali! 

20 Mei 2024
Membayangkan Seandainya Saya Jadi Mahasiswanya Dian Sastrowardoyo

Seandainya Saya Jadi Mahasiswanya Dian Sastrowardoyo

13 Mei 2023
masa lalu

Mahasiswa Sekarang dan Romantisme Masa Lalu yang Bikin Kesel

30 September 2019
3 Hal yang Membuat Mahasiswa Semarang Iri dengan Mahasiswa Jogja

3 Hal yang Membuat Mahasiswa Semarang Iri dengan Mahasiswa Jogja

4 April 2025
4 Rekomendasi Jurusan yang Mencerminkan Orang Indonesia yang Bisa Dibuka Perguruan Tinggi terminal mojok

4 Jurusan yang Mencerminkan Orang Indonesia Banget yang Bisa Dibuka Perguruan Tinggi

4 September 2021
5 Life Hack Anak Kos yang Tidak Merugikan Orang Lain

5 Life Hack Anak Kos yang Tidak Merugikan Orang Lain

4 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya Mojok.co

Jambooland Tulungagung, tempat wisata yang perlahan kehilangan pesonanya

31 Juli 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Andai dapat rejeki nomplok Rp100 miliar, saya mau bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin Mojok.co

Andai dapat rezeki nomplok Rp100 miliar, saya akan bangun sekolah yang kesejahteraan gurunya terjamin

30 Juli 2026
Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya Mojok.co

Berhasil kurangi medsos dan hapus pesan, seporsi kemenangan yang meringankan hidup saya

1 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.