Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Susahnya Punya Dosen yang Pro Presiden, tapi Selalu Merasa Netral

Firhandika Santury oleh Firhandika Santury
10 Maret 2021
A A
Susahnya Punya Dosen yang Pro Presiden, tapi Selalu Merasa Netral mojok.co/terminal

Susahnya Punya Dosen yang Pro Presiden, tapi Selalu Merasa Netral mojok.co/terminal

Share on FacebookShare on Twitter

Saya tengah menempuh kuliah semester 6 saat ini di sebuah Jurusan Ilmu Pemerintahan. Belakangan ini, jurusan kami menambah nomenklatur “politik” untuk memperluas cakupan belajar. Pikir saya, jelas ini adalah hal yang sangat menarik. Saya membayangkan pembahasan diskusi yang akan semakin seru: kritis, objektif, dan open minded. Namun, realitas berbicara lain ketika dosen saya pro presiden.

Apa yang saya pikirkan dan bayangkan selama ini keliru. Dalam beberapa mata kuliah yang sudah dan sedang saya tempuh (kepemimpinan pemerintahan), memperkuat bukti bahwa istilah kritis, objektif, dan terbuka semakin semu saja keberadaanya. Hal ini tidak terlepas dari peran salah seorang dosen saya yang memiliki kekaguman lebih terhadap pemerintah saat ini wabil khusus pada Pak Presiden. Iya, dosen inlah yang sangat pro presiden.

Bayangkan saja, setiap refleksi materi dalam realitas konkret yang positif-positif, tidak pernah tidak, contoh yang diberikan selalu tentang Pak Presiden. Sementara yang negatif-negatif selalu direfleksikan dengan pihak yang tidak sejalan dengan Pak Presiden. Seakan-akan apa yang berkaitan dengan presiden kita sekarang selalu benar dan perfect sementara yang berbeda pendapat dengannya seolah-olah selalu salah. Katanya sih, “Mereka mengkritik kurang sopan,”, “Oh itu karena orang-orang di sekitar presiden saja, sebenarnya Pak Presiden tidak begitu,”, dan banyak lagi alasannya.

Dosen saya selalu mengawali dengan narasi andalan , “Bukannya saya ini pro Pak Presiden,” atau “Bukannya saya orang pro pada pemerintah,” kemudian dilanjutkan dengan pembahasan tentang kebaikan dan gaya kepemimpinan Jokowi.  Saya tidak tahu persis bagaimana relasi beliau dengan Pak Presiden. Apakah beliau sedang jatuh cinta pada atau ada alasan lain, saya tidak paham. Yang jelas ini sangat meresahkan saya sebagai mahasiswa yang penuh harap ini.

“Memang tidak ada yang sempurna dalam memerintah, ada hal baik yang harus kita puji dan hal buruk harus kita kritik.”

Kurang lebih begitulah kira-kira pernyataan yang beliau sampaikan untuk “menetralkan” posisinya ketika di kelas. Tidak ada yang keliru dari pernyataan tersebut, namun dalam praktiknya, sungguh saya sama sekali tidak menemukan konsep keadilan berpikir seperti itu bila pokok bahasannya adalah mengenai Pak Presiden. Mungkin potongan lirik lagu Andra & The Backbone “Kau begitu sempurna, di mataku kau begitu indah” sangat cocok mewakili pandangan beliau kepada Pak Presiden. Duh, romantis.

Sangat sulit menemukan manifestasi kritis, objektif, dan open minded dalam kelas ini jika pengampunya saja terang-terangan pro presiden, meskipun beliau tidak pernah mengakuinya. Bagi saya, sebagai seorang dosen, beliau harusnya jeli dan pandai-pandai menempatkan diri. Tidak jadi soal bila beliau memiliki preferensi politik seperti itu. Yang terpenting adalah bagaimana beliau tetap menjaga kewarasan dan objektifitasnya, juga tetap kritis dalam pengajaran di kelas.

Sebab bagaimanapun, sebagai seorang pendidik atau sosok guru, beliau tetap menjadi acuan bagi mahasiswa-mahasiswanya. Beliau tidak boleh lupa, sebagian dari mahasiswanya sudah pandai membaca realitas. Mereka tidak akan mudah terpengaruh dan begitu saja pro presiden terlepas apa pun yang terjadi.

Baca Juga:

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

Kalo begini lantas apa lagi yang bisa kami “gugu” dan “tiru” dari sesosok dosen? Yang jelas, kami tidak akan menjadi tukang promosi kepresidenan dan tidak akan pernah taklid buta dengan kepemimpinannya, siapa pun orangnya.

BACA JUGA Suka Kaget dan Bingung Adalah Bukti Nyata Cinta Jokowi kepada Rakyatnya dan tulisan Firhandika Santury lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.
Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2021 oleh

Tags: MahasiswaperkuliahanPresiden Indonesiapresiden jokowi
Firhandika Santury

Firhandika Santury

Pengepul Kopi dan Rokok yang menaruh perhatian terhadap isu-isu gender dan perburuhan.

ArtikelTerkait

Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui Terkait Jurusan PGSD Terminal Mojok

Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui Terkait Jurusan PGSD

28 Juni 2022
jumatan

Jumatan Tidak Membuatmu Menjadi Lebih Tampan

31 Mei 2019
Dear Korban Bullying, Baca 3 Buku ini untuk Menemanimu Bangkit terminal mojok.co

Memang Dasar Minat Baca Rendah, Bedain Format PDF dan DOC Aja Nggak Bisa

6 September 2019
Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu Mojok.co

Nasib apes mahasiswa tanggung, susah dapat beasiswa karena kebanyakan untuk mahasiswa kurang mampu

26 Juli 2026
Belajar Sabar Layaknya Nadiem Makarim POP muhammadiyah NU setuju sampoerna terminal mojok.co

Pak Nadiem kok Cuma Ngurusin Mahasiswa Kampus Negeri aja sih, yang Swasta Kapan?

11 Juni 2020
3 Jenis Investasi Terbaik buat Mahasiswa Kuliahan Modal Recehan

3 Jenis Investasi Terbaik buat Mahasiswa Kuliahan Modal Recehan

16 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026
Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya Mojok.co

3 lomba agustusan yang sebaiknya ditiadakan karena lebih banyak mudarat daripada manfaatnya

6 Agustus 2026
Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

Kerja di Bekasi nggak bikin cepat kaya, justru bikin saya capek dan kangen kampung halaman

2 Agustus 2026
Ide bisnis buat pebisnis Semarang kalau punya punya 100 miliar (Unsplash)

Ide bisnis yang muncul di kepala saya kalau punya uang 100 miliar adalah bikin rumah kesejahteraan khusus anjing di Semarang

2 Agustus 2026
Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

Perumahan baru di Jogja terus bermunculan, tapi melihat harganya, sebenarnya perumahan ini dibangun untuk siapa?

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.