Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar

Acep Saepulloh oleh Acep Saepulloh
21 Agustus 2026
A A
Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar Terminal

Bandung Kulon, kecamatan medioker Kota Bandung yang ternyata punya potensi besar (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Bicara soal Kota Bandung, di benak banyak orang pasti tertuju pada tempat-tempat hits seperti Dago, Braga, atau kawasan Cihampelas. Titik-titik itu memang punya tempat wisata yang melimpah. 

Akan tetapi, kalau kalian mau menengok sedikit ke arah pinggiran kota, ada satu wilayah yang sering terlewat, padahal menyimpan sejarah dan keunikan yang luar biasa. 

Daerah tersebut bernama Kecamatan Bandung Kulon, sebuah kecamatan yang bertindak sebagai gerbang utama Kota Bandung dari sebelah barat dengan berdiri dengan gagah sebuah tugu “welcome to Bandung” .

Kecamatan ini memang tidak kaya akan tempat wisata, pemandangan Instagram-able, maupun deret kafe kekinian seperti daerah Bandung lainnya. Namun, jangan salah, di daerah ini tenyata menyimpan cerita yang tak bisa dipandang sebelah mata. 

Asal tahu saja, Kecamatan Bandung Kulon ini terletak di sebelah barat Kota Bandung. Bertetangga langsung sama Kecamatan Cimahi Selatan (Kota Cimahi) di barat, Kecamatan Andir di utara, Kecamatan Babakan Ciparay di timur, dan Kecamatan Margaasih (Kabupaten Bandung) di selatan.

#1 Di Bandung Kulon ada pusat tekstil Cigondewah yang legendaris

Salah satu alasan kenapa Bandung Kulon begitu diperhitungkan adalah keberadaan kawasan tekstil Cigondewah. Bagi para pencinta kriya, desainer, pelaku usaha fashion, atau siapa saja yang butuh bahan pakaian, nama Cigondewah sudah seperti surga tekstil. 

Sejak 1982, kawasan ini makin melesat sebagai sentra industri dan perdagangan kain terbesar di Bandung. Mau cari kain apa saja ada, mulai dari katun, sifon, satin, sampai bermacam bahan tekstil lainnya. Saking komplitnya, pembeli yang datang bukan cuma warga lokal atau pedagang dari luar kota saja, tapi sampai menggaet konsumen internasional dari berbagai negara tetangga seperti Malaysia dan Brunei, hingga jauh ke Yaman, bahkan Mesir.

Gara-gara geliat ekonomi yang makin rame ini, jumlah toko kain di Cigondewah melonjak tajam dari yang tadinya cuma puluhan, sekarang sudah tembus ratusan toko. 

Baca Juga:

Jalan Merdeka Bandung, jalan yang “menjajah” karena bikin warganya tersiksa

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nggak cuma toko kainnya saja yang menjamur, usaha konveksi rumahan di sekitarnya juga ikut tumbuh subur memutarkan roda ekonomi warga. Melihat potensi yang begitu besar, bahkan Pemerintah Kota Bandung pun akhirnya menetapkan Cigondewah sebagai Kampung Kreatif Wisata. 

Langkah ini jadi upaya untuk mempromosikan pariwisata sekaligus memberdayakan ekonomi warga berbasis kekayaan lokal dan jaringan industri kreatif setempat.

ADVERTISEMENT

#2 Sentra tahu Cibuntu dan warisan budaya tak benda

Bukan cuma soal kain, Kecamatan Bandung Kulon juga menyimpan sejarah kuliner yang legendaris, yaitu tahu Cibuntu. Keberadaan tahu Cibuntu yang kini diakui sebagai warisan budaya tak benda ini punya riwayat panjang lho. 

Kemunculan tahu Cibuntu di Bandung berawal dari kedatangan seorang imigran asal Tiongkok pada 1937. Sosok yang dikenal dengan nama Babah Mpe ini berperan penting dalam memperkenalkan teknik pembuatan tahu di kawasan Cibuntu kepada warga sekitar. Ia memulai usahanya dengan mendirikan sebuah pabrik rumahan sederhana, yang kemudian menjadi cikal bakal berkembangnya Cibuntu sebagai sentra produksi tahu di Kota Bandung.

Selama sekitar satu dekade itu, pabrik tahu milik Babah Mpe beroperasi tanpa pesaing. Pada 1947, ia memutuskan untuk kembali ke tanah kelahirannya di Tiongkok dan menyerahkan pengelolaan pabrik kepada salah satu pegawai lokalnya. 

Peristiwa ini menjadi awal dari berkembangnya industri tahu lokal yang selanjutnya diwarisi dan diteruskan oleh masyarakat setempat hingga bergenerasi-generasi. Sampai hari ini, tekstur lembut dan rasa khas tahu Cibuntu tetap menjadi salah satu ikon kuliner kebanggaan Kota Bandung. Tahu yang sering warga Bandung raya konsumsi, kebanyakan berasal dari Cibuntu, Kecamatan Bandung Kulon ini.

#3 Bandung Kulon sebuah kecamatan biasa dengan cerita yang luar biasa

Kecamatan Bandung Kulon membuktikan bahwa sebuah wilayah tidak perlu gemerlap tempat wisata modern untuk punya daya tarik. Dari bisingnya mesin jahit, riuh transaksi kain di Kampung Kreatif Wisata Cigondewah, hingga wangi gurih kriuk tahu yang baru matang dari kuali-kuali di Cibuntu, kawasan gerbang barat ini terus hidup menyumbang warna penting bagi identitas Kota Bandung. 

Jadi, kalau sesekali melintas di barat Bandung, jangan cuma lewat begitu saja. Coba mampir, kemudian resapi riuh dan cerita hangat dari kecamatan yang underrated ini.

Penulis: Acep Saepulloh
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku.

ADVERTISEMENT

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Agustus 2026 oleh

Tags: Bandungbandung kulonkecamatankecamatan Kota Bandungkota bandung
Acep Saepulloh

Acep Saepulloh

Aa-aa milenial Bandung yang ngojol membelah kemacetan di pagi hari, berjibaku dengan debu sebagai petugas kebersihan di siang hari, hingga akhirnya melabuhkan lamunan menjadi sebuah tulisan di malam hari.

ArtikelTerkait

3 Tempat di Bandung yang Jarang Didatangi Orang Bandung Asli terminal mojok.co

3 Tempat di Bandung yang Jarang Didatangi Orang Bandung Asli

26 Desember 2021
Kota Bandung Nol Besar Dalam Urusan Transportasi Massal  terminal mojok

Transportasi Massal di Kota Bandung Nilainya Memang Nol Besar, kok

27 September 2021
Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Obsesi yang Dipaksakan (Unsplash)

Kereta Cepat Jakarta Bandung Whoosh Hanya Sebatas Ambisi yang Manfaatnya Sangat Minim dan Kerugian yang Dirasakan Indonesia Bisa Sampai Kiamat

23 April 2024
Jangan Tertipu Jalan Maribaya Lembang: Tampak Mulus dan Menenangkan, tapi Diam-diam Memakan Korban

Jangan Tertipu Jalan Maribaya Lembang: Tampak Mulus dan Menenangkan, tapi Diam-diam Makan Korban

16 Juli 2024
pennywise

Jika Pennywise, Si Badut Film It, Nyasar ke Bandung

10 September 2019
5 Hal yang Bikin Kota Bandung Macet Terminal Mojok

5 Hal yang Bikin Kota Bandung Macet

9 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh (Unsplash)

Bali bisa kehabisan air, tapi tenang, kolam vila masih penuh

16 Agustus 2026
Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku Mojok.co

Presiden benar, pendapatan ojol naik hingga 3 kali lipat, tapi syarat dan ketentuan berlaku

18 Agustus 2026
Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat stres untuk wargi Jogja

Klaten sejatinya bukan kota, tapi obat mujarab buat wargi Jogja yang stres karena padatnya jalanan

19 Agustus 2026
Kegelisahan peneliti BRIN tentang keripik, sepatu, dan genteng (Unsplash)

Catatan seorang peneliti BRIN yang hatinya remuk redam melihat koleganya dihina cuma bisa bikin keripik, sepatu, genteng, dan ngabisin anggaran negara

15 Agustus 2026
Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

Daerah Ngagel penuh coffee shop, menunjukkan minimnya ruang publik di Surabaya

16 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.