Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Ampo, Makanan Khas Tuban Nggak Akan Pernah Saya Coba

Intan Permata Putri oleh Intan Permata Putri
10 Maret 2026
A A
Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat Mojok.co

Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia begitu kaya akan kuliner, kita sudah tahu itu. Tak perlu dijelaskan dengan klise lagi, karena memang ini sudah jadi common sense. Tapi, dari kekayaan kuliner tersebut, membahas yang ekstrem akan jadi topik yang menarik. Salah satunya adalah ampo, makanan khas dari Tuban, Jawa Timur, yang terbuat dari tanah liat.

Tanah liat, Bolo. Tanah.

Jujur saja, pertama kali saya mendengar tentang makanan ini, reaksi saya adalah kebingungan. Bagaimana mungkin tanah bisa dijadikan makanan? Bukankah tanah biasanya identik dengan sesuatu yang kotor dan tidak layak dimakan?

Awalnya saya hanya tahu tentang ampo dari cerita orang atau dari internet. Tetapi suatu hari, saya benar-benar bertemu langsung dengan makanan ini ketika seorang teman membawa ampo dari kampung halamannya di Tuban.

Saat itu kami sedang berkumpul santai. Tiba-tiba dia mengeluarkan bungkusan kecil dan berkata dengan santai, “Ini oleh-oleh dari Tuban, namanya ampo.”

Saya langsung penasaran dan mencoba melihatnya lebih dekat.

Ampo dari dekat

Bentuknya cukup unik. Ampo terlihat seperti gulungan tipis berwarna cokelat kehitaman, mirip seperti potongan keripik yang digulung panjang. Teksturnya terlihat kering dan agak rapuh.

Teman saya menjelaskan bahwa makanan ini memang dibuat dari tanah liat yang diproses dengan cara tertentu. Tanah tersebut dibersihkan, kemudian digulung tipis seperti lidi, lalu dipanggang hingga kering. Katanya, rasanya gurih dan memiliki aroma khas tanah yang sudah dipanggang.

Baca Juga:

Alasan Orang Lamongan Lebih Sering Healing ke Tuban daripada Gresik

Rest Area Terbaik di Pantura Jatuh kepada Indomaret T3BG RE Martadinata. Ini Alasannya!

Mendengar penjelasan itu, reaksi saya justru semakin ragu. Di satu sisi saya merasa penasaran. Jarang sekali ada makanan yang benar-benar terbuat dari tanah. Tetapi di sisi lain, pikiran saya terus mengatakan bahwa tanah bukan sesuatu yang seharusnya dimakan.

Teman saya lalu menawarkan, “Coba saja sedikit.”

Beberapa teman lain terlihat cukup berani. Ada yang langsung mengambil sepotong kecil ampo dan mencicipinya. Mereka bahkan mengatakan rasanya tidak seburuk yang dibayangkan. Ada yang bilang rasanya seperti kerupuk yang sangat hambar. Ada juga yang mengatakan rasanya unik, tetapi tidak terlalu istimewa.

Sementara itu, saya hanya memperhatikan dari jauh. Jujur saja, meskipun rasa penasaran ada, saya tetap memilih untuk tidak mencobanya. Bukan karena saya meremehkan makanan khas daerah tersebut, tetapi lebih karena saya belum siap secara mental untuk memakan sesuatu yang terbuat dari tanah.

BACA JUGA: Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma

Tradisi lokal

Mungkin bagi masyarakat Tuban, ampo adalah makanan yang sudah sangat biasa. Bahkan konon makanan ini sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari tradisi lokal.

Beberapa orang juga percaya bahwa ampo memiliki manfaat tertentu bagi kesehatan, terutama untuk membantu mengatasi masalah pencernaan. Namun tentu saja hal ini masih sering menjadi perdebatan.

Yang jelas, keberadaan ampo menunjukkan betapa beragamnya budaya kuliner di Indonesia. Bahan makanan yang bagi sebagian orang terdengar aneh, bisa saja menjadi sesuatu yang biasa bagi masyarakat di daerah lain.

Hal seperti ini sebenarnya tidak hanya terjadi di Indonesia. Di berbagai negara juga ada makanan yang mungkin terasa aneh bagi orang luar, tetapi sangat normal bagi masyarakat setempat. Misalnya ada negara yang memiliki tradisi makan serangga, ada yang mengonsumsi makanan fermentasi dengan bau sangat tajam, bahkan ada juga yang memakan hewan yang bagi budaya lain dianggap tidak lazim.

Perbedaan seperti ini sebenarnya menunjukkan bahwa makanan tidak hanya soal rasa, tetapi juga soal budaya, kebiasaan, dan sejarah. Meski begitu, tidak semua orang harus memaksakan diri untuk mencoba setiap makanan yang unik atau ekstrem. Setiap orang tentu memiliki batas kenyamanan masing-masing.

Nggak dulu makasih

Dalam kasus saya, ampo adalah salah satu makanan yang membuat rasa penasaran bertemu dengan rasa ragu. Saya menghargai keunikan kuliner tersebut, tetapi tetap memilih untuk tidak mencobanya.

Teman saya bahkan sempat bercanda mengatakan, “Kalau ke Tuban nanti kamu harus coba langsung.” Saya hanya tertawa dan menjawab, “Mungkin nanti… kalau sudah siap.” Tapi sampai sekarang, jujur saja, saya masih merasa belum siap.

Mungkin suatu hari saya akan berubah pikiran dan akhirnya mencoba sepotong kecil ampo. Tapi untuk saat ini, saya masih cukup puas hanya melihat orang lain mencicipinya. Nggak ada kewajiban untuk mencoba juga bukan?

Penulis: Intan Permata Putri
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Mengenal Ampo, Camilan Khas Tuban yang Terbuat dari Tanah Liat

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 10 Maret 2026 oleh

Tags: ampomakanan khas tubanTuban
Intan Permata Putri

Intan Permata Putri

Mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sumatera yang sedang tertarik dengan isu-isu sosial dan lingkungan. Pernah nulis di Wattpad.

ArtikelTerkait

Seandainya Ada Trans Jatim Lamongan Tuban, Banyak Warga akan Terbantu Mojok.co

Seandainya Ada Trans Jatim Lamongan–Tuban, Banyak Warga akan Terbantu

24 Februari 2025
Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma lamongan

4 Hal Ciamik di Tuban yang Membuat Orang Lamongan Seperti Saya Iri Dengki

23 Oktober 2025
Alasan Orang Lamongan Lebih Sering Healing ke Tuban daripada Gresik

Alasan Orang Lamongan Lebih Sering Healing ke Tuban daripada Gresik

9 Desember 2025
Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma lamongan

Tuban, Kota Elite Branding Sulit: Kabupaten yang Takdirnya Memang Sulit Terkenal, Diusahain pun Percuma

7 Juni 2025
Warga Jual Tanah ke Pertamina terus Beli Banyak Mobil, Bayar Pajaknya Gimana? terminal mojok.co

Warga Jual Tanah ke Pertamina terus Beli Banyak Mobil, Bayar Pajaknya Gimana?

17 Februari 2021
Tuban Bikin Iri Warga Lamongan: Perkembangannya Pesat!

Tuban Bikin Iri Warga Lamongan: Perkembangannya Lebih Pesat!

14 Juni 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Warga Bantul Iri, Pengin Tinggal Dekat Mandala Krida Jogja (Wikimedia Commons)

Saya Mengaku Iri kepada Mereka yang Tinggal di Dekat Stadion Kridosono dan Stadion Mandala Krida Jogja

16 April 2026
Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Berakting Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan

Jogja Langganan Banjir: Saatnya Berhenti Pura-pura Kaget dan Mulai Benahi Tata Kota yang Serampangan!

11 April 2026
Rindu Kota Batu Zaman Dahulu yang Jauh Lebih Nyaman dan Damai daripada Sekarang Mojok.co apel batu

Senjakala Apel Batu, Ikon Kota yang Perlahan Tersisihkan. Lalu Masih Pantaskah Apel Jadi Ikon Kota Batu?  

10 April 2026
4 Alasan Samarinda Ideal untuk Bekerja, tapi Tidak untuk Menua

Pesut Adalah Simbol Kota Samarinda, tapi Orang Samarinda Sendiri Belum Pernah Lihat Pesut Secara Langsung

12 April 2026
5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan padahal Enak dan Khas Mojok.co

5 Kuliner Ambarawa yang Belum Masuk Radar Wisatawan, padahal Enak dan Khas

16 April 2026
Panduan Bertahan Hidup Warga Lokal Jogja agar Tetap Waras dari Invasi 7 Juta Wisatawan

Dear Wisatawan, Pakai Bahasa Jawa di Jogja Tak Lantas Bikin Harga Barang yang Kamu Beli Jadi Lebih Murah

13 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • PNS Dianggap Pekerjaan Mapan karena Bisa Makan Gaji “Buta”, tapi Aslinya Mengoyak Hati Nurani
  • Orang Jember Kerja di Jakarta: Mencoba Berbaur tapi “Tersisihkan”, Dianggap Tertinggal dan Tak Tersentuh Pendidikan
  • Gen Z Jadi Kambing Hitam Generasi Senior, Dicap Lembek dan Tak Bisa Kerja padahal Perusahaan yang “Red Flag”
  • Orang Jogja Syok Nggak Bisa Sarapan Soto Bening yang Enak di Jakarta
  • Derita Tak Punya Motor Sendiri dan Tak Bisa Nyetir di Tongkrongan Laki-laki: Dianggap Beban hingga Ditinggal Diam-diam
  • Daripada Menyiksa Diri Hidup di Jakarta dengan Gaji 12 Juta Sampai Setengah Gila, Pindah ke Magelang dan Hidup Waras Cukup dengan Gaji 3 Juta

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.