Percayalah, Kami Para Introvert Juga Ingin Berteman

Introvert adalah keadaan dimana seseorang lebih nyaman dalam kesendiriannya daripada di keramaian. Biasanya seorang introvert itu adalah pendiam.

Artikel

Introvert adalah keadaan dimana seseorang lebih nyaman dalam kesendiriannya daripada di keramaian. Biasanya seorang introvert itu adalah pendiam. Bahkan terkadang cenderung anti sosial.

Saya adalah salah seorang yang bisa dibilang introvert, setidaknya dulu. Saya sekarang sudah sedikit bisa bersoliasasi dengan orang lain, tapi ada momen-momen dimana kayaknya saya lebih nyaman kalau sendiri. Walaupun tentu saja tidak separah dulu.

Teman-teman yang juga adalah introvert pasti lah mengerti. Saya dulu sangat pendiam. Tidak bicara kalau tidak ditanya. Apalagi misalnya sama orang-orang yang baru dikenal. Bahkan saya pernah waktu awal masuk SMA menjadi pendiam selama satu semester. Literally diam di dalam kelas. Bicara kalau ditanya atau kalau ada sesuatu yang penting saja. Ketika jam istrahat, teman-teman saya pada ke kantin, saya mah diam saja dalam kelas.

Mungkin ada yang menganggap orang-orang seperti saya ini aneh. Tapi untungnya tidak ada adegan kayak di TV di mana orang kayak saya dibuli habis-habisan. Malahan teman-teman saya ada yang berusaha ngajakin ngobrol biar lebih santai. Saya lebih bisa berinteraksi setelah memasuki semester kedua. Sama halnya juga pas masuk kuliah. Saya bisa dibilang orang yang anti-sosial selama satu semester. Saya membutuhkan waktu yang lama untuk beradaptasi.

Saya paling nggak bisa disuruh buat bicara di depan kelas. Malu, lutut gemetar kalau dipaksa. Saya lebih nyaman kalau gurunya misalnya bertanya sama saya secara personal. Bicara saling hadapan gitu—berdua doang. Tidak bicara teus diliatin sama semua teman kelas.

Saya lebih berani disuruh maju kedepan kelas kalau disuruh nulis. Misalnya disuruh ngerjain soal di papan tulis. Kalau seperti itu saya sedikit lebih berani.

Baca Juga:  Gugatan Orang Ngapak yang Didiskriminasi Saat Bulan Puasa

Orang kayak saya ini sangat susah untuk memulai obrolan. Bahkan hingga sekarang. Bukan karena tidak mau, tapi karena tidak bisa. Misalnya saya lagi berdua sama teman, terus teman saya nggak ngajak ngobrol, yah jadinya diam-diaman kayak orang marahan.

Saya itu kadang heran sama orang yang baru kenal misalnya, terus ngobrolnya kayak udah kenal dari lahir. Kayak gampang banget gitu. Kebalikannya, saya sama sekali tidak bisa sok asik kepada siapapun orang yang saya baru kenal. Saya ingin sekali punya kemampuan orang kayak mereka-mereka itu. Punya ide buat bahan obrolan entah darimana.

Susahnya jadi orang yang introvert kadang suka “dituduh” tentang hal yang sebenarnya tidak betul.

Misalnya, ada yang bilang kalau orang yang introvert itu sombong. Yah wajar sih kenapa kita bisa dibilang seperti itu. Karena kesannya memang seperti itu. Orang introvert itu terkadang nggak pernah lebih dulu menegur orang lain ketika berpapasan, walaupun misalnya saling kenal. Kalau nggak ditegur duluan, jadilah dua orang ini seperti orang yang tidak saling kenal. Tak jarang dalam momen seperti ini, saya pura-pura nggak ngeliat. Bukan karena sombong, tapi memang susah untuk negur duluan. Entah kenapa—seperti ada sesuatu yang menghalangi.

Kita juga biasanya dianggap sebagai orang yang tidak mau berteman. Sangat keliru boi. Kami ini orang yang sangat ingin berteman. Hanya saja kami tidak tau caranya. Kami tidak tau caranya memulai. Sok asik dengan menanyakan sesuatu dalam memulai obrolan itu sangat tidak mudah bagi kami. Apalagi misalnya kepada orang yang baru dikenal. Kami mungkin sedikit bisa berinteraksi dengan orang yang sudah cukup lama dikenal. Tapi yah, bicara seperlunya saja, lebih banyak mendengar.

Baca Juga:  Terminal Mojok: Penulis sebagai Bis, Tulisan sebagai Penumpang, dan Pembaca sebagai Bis Mania

Kadang juga ketika kita bisa berinteraksi misalnya, sudah mulai banyak biacara dari sebelum-sebelumnya, kita malah dianggap berubah. “Kamu berubah. Kamu cerewet hari ini, nggak kayak biasanya”. Yaelah, baru juga mau sok asik, mau mulai lebih aktif, udah dibilangin kayak gitu. Yah mau gimana lagi. Kita diam, juga salah. Dikiranya sombong. Dikiranya lagi marah. Tidak mudah memang menjadi orang yang introvert. Susah sekali mau bersosialisasi, padahal sebenarnya kami sangat ingin.

Kemudian saya berpikir, kalau gini-gini terus kayaknya saya nggak akan berkembang. Saya harus bisa lebih berani untuk bersosialisasi. Mulailah saya masuk di organisasi. Awalnya pasti sangat terasa berat. Suasana organisasi kok kayaknya bertentangan sekali dengan saya yang introvert ini. Tapi tetap saya paksakan.

Teman-teman juga dilingkungan organisasi yang cukup membantu. Kita kadang “dipaksa” buat bicara misalnya. Yah sekarang saya sudah lebih bisa bersosialisasi. Walupun kadang masih bisa dibilang introvert, tapi setidaknya tidak separah dulu.

Kalau ada yang membaca tulisan ini juga memiliki masalah yang sama, mungkin kamu bisa sedikit berubah dengan berorganisasi. Selamat berjuang!

---
1.143 kali dilihat

64

Komentar

Comments are closed.