Kuliah itu Penting, Jadi tidak Penting jika Tujuanmu Gaya-Gayaan Saja

Artikel

Aliurridha

Deddy Corbuzier dalam podcast terbarunya bersama Mas Menteri, Nadiem Makarim lagi-lagi mengatakan kuliah tidak penting karena menyebabkan milenial mengalami apa yang ia sebut sebagai Postponing Reality. Pernyataan ini sering disalahpahami menjadi pendidikan tidak penting. Pendidikan tentu saja penting (kalau ini tidak perlu diperdebatkan, namun kuliah bisa menjadi tidak penting tergantung pada konteksnya). Maka dari itu saya menjabarkan kapan kuliah menjadi penting dan kapan ia menjadi tidak penting.

Jadi sebenarnya saya juga tidak 100 persen setuju dengan pernyataan Deddy Corbuzier seperti pada tulisan saya sebelumnya. Hanya saja akan terlalu panjang jika pembahasan ini diikutkan pada tulisan sebelumnya. Karena saya tahu banyak yang tidak suka membaca tulisan yang terlalu panjang maka saya memilih untuk melihat dulu tanggapan pembaca.

Sebagai seseorang yang cukup punya pengalaman di dunia per-kuli-ahan saya merasa ada baiknya untuk membagi sedikit temuan saya akan problematika ini (sengaja ditulis seperti ini biar terkesan ilmiah dan berpendidikan saja). Dari apa yang saya alami selama masa studi saya, saya bisa mengatakan kuliah itu penting untuk beberapa hal seperti berikut ini.

Pertama, kuliah itu penting karena ia memperluas network Anda

Kampus adalah salah satu institusi yang memberikan kita kesempatan untuk banyak bertemu orang hebat. Dari pertemuan itu kita bisa bersinergi untuk apa pun rencana kita ke depannya. Misalnya kita tidak ingin bekerja dan lebih ingin membangun bisnis, network yang kita dapatkan di kampus akan memberikan kita kemudahan untuk bersinergi. Atau buat kalau kalian-kalian yang lebih ingin mencari kerja akan lebih mudah mendapatkan informasi dari network yang kalian bangun selama studi.

Jadi dengan memiliki network yang luas membuka kesempatan Anda untuk mendapatkan kerja bisa lebih besar ketimbang kalian mengikuti job fair yang nasibnya belum bagus. Atau yang lebih parah lagi kalian sampai terpaksa mengikuti lowongan kerja abal-abal yang niat awal untuk bekerja untuk mencari pemasukkan malah ditagih biaya di muka yang nauzubillah bikin orang misqueen seperti saya terheran-heran.

Baca Juga:  Empat Nasihat untuk Kamu yang Pengin DO

Kedua, kuliah itu penting karena ia mengajarkan Anda kedisiplinan

Misalnya ketika Anda ingin jalan-jalan, nongkrong bersama teman-teman, ingin nonton, tapi Anda belum memiliki deadline tugas maka Anda meski terpaksa akan mengerjakannya. Tidak mau kan mengulang mata kuliah yang sama dan membuat Anda berlama-lama di kampus. Kasihan orangtua yang kerja keras membayari biaya kuliah kalian. Kecuali ya itu kuliah dari biaya sendiri dan kalian memang suka membuang-buang uang.

Ketiga kuliah itu penting karena meningkatkan daya analisis Anda

Kuliah memberikan kemampuan untuk melihat masalah, menganalisis metode apa yang perlu dilakukan untuk memecahkan masalah. Dengan meningkatkan kemampuan analisis Anda bisa melihat peluang untuk memecahkan berbagai masalah kehidupan Anda.

Keempat kuliah itu penting buat Anda yang jomblo dan ingin mencari jodoh

Mungkin saran ini paling relevan bagi kalian yang sampai saat ini telah mendaki gunung, lewati lembah, dan sungai yang mengalir indah namun tetap saja jomblo. Telah banyak kawan dan kenalan saya yang membuktikan.

Kelima kuliah menjadi penting bagi kalian yang belum mempunyai kompetensi untuk bertarung dalam bursa kerja

Bursa kerja tidak hanya menyangkut mencari kerja, menjadi pekerja mandiri juga harus bersaing dalam dunia kerja atau dunia usaha. Jadi buat kalian yang masih belum memiliki kompetensi ada baiknya kalian kuliah untuk menempuh studi. Temukan kompetensi apa yang Anda ingin kembangkan.

Selain itu dari pengalaman saya kuliah juga menjadi tidak penting jika Anda sedari awal sebenarnya sudah mempunyai kompetensi yang menjual di pasar. Misalnya seorang pelukis yang produktif menelurkan karya saya rasa tidak perlu berkuliah. Apalagi memaksakan diri berkuliah pada bidang yang sama sekali jauh dari kompetensi yang dimilikinya.

Baca Juga:  Gombloh dan Revolusi Melankolik Lewat Musik

Saya punya teman yang sebenarnya sudah kompeten di dunia pemasaran smartphone memutuskan lanjut studi karena suara Tuhan alias tuntutan orang tua. Dia yang dulunya bisa memasukkan 3-5 juta ke kantong setiap bulannya malah menjadi harus mengeluarkan ongkos dengan jumlah yang serupa untuk setiap bulannya untuk kebutuhan kuliah pascasarjananya. Agak lucu kan membuang peluang untuk menjadi manajer pemasaran hanya untuk kuliah di bidang yang sama sekali tidak mendukung passion-nya.

Kuliah menjadi tidak penting jika tujuan Anda hanya untuk terlihat berpendidikan. Mohon sekali lagi untuk kalian mampu membedakan seorang yang terdidik dan seorang yang berkuliah. Seseorang bisa saja berkuliah tapi tidak terdidik, tidak ada apa pun yang didapat dari kuliahnya selain ijazah. Seseorang bisa saja menjadi terdidik tanpa harus berkuliah karena pendidikan menyangkut segala aspek kehidupan manusia. Tidak terbatas pada pendidikan formal. Lagian di era informasi dan teknologi ini ilmu bisa didapatkan dari berbagai sumber asalkan Anda memang berusaha untuk mencarinya.

Kuliah juga menjadi tidak penting jika Anda adalah orang yang telah menikah namun berpikiran untuk mencari tambahan jodoh. Bukannya menambah indah kehidupan Anda malah menambah masalah. Lagian masih banyak orang susah cari jodoh, kalian apa tidak bersyukur sudah dikasi satu malah mau nambah.

BACA JUGA Kata Deddy Corbuzier, Kuliah Itu Nggak Penting dan Bikin Milenial Mengalami ‘Postponing Reality’ atau tulisan Aliurridha lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

---
10


Komentar

Comments are closed.