Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
14 Mei 2026
A A
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Ada yang suka naik Bluebird juga?

Sejujurnya, saya ini penganut sekte kereta api garis keras. Selama jarak tempuhnya masih masuk akal, saya pasti memilih duduk manis di gerbong ketimbang harus terbang. Alasannya bukan cuma sekadar faktor finansial. Tapi, juga proses check-in kereta api yang jauh lebih manusiawi.

ADVERTISEMENT

Akan tetapi, mau saya turun di peron stasiun yang riuh atau terminal kedatangan bandara yang dingin, pilihan tunggangan untuk sampai ke tujuan akhir selalu berujung sama. Meski banyak sopir taksi online langsung berebut di pintu keluar demi menawarkan jasa, langkah kaki saya tetap menuju deretan taksi biru, Bluebird.

Pemandangannya pun unik. Petugas lounge yang berperan memanggil armada, sering kali terlihat anteng. Seolah mereka nggak butuh-butuh amat mencari penumpang. Sialnya, Bluebird selalu memenangkan hati saya untuk menuntaskan perjalanan.

Baca juga Taksi Bandara Laku karena Penumpang Tak Punya Opsi Lain, Beda Cerita kalau Punya, Dilirik Saja Tidak.

Etika sopir Bluebird yang jempolan, bukan gimmik demi rating bintang lima

Sopir Bluebird punya standar perilaku beda kelas. Saya perhatikan, nggak ada sopir yang menggantungkan pewangi Stella jeruk. Mereka juga nggak pernah pakai parfum menyengat. Ini poin plus buat penumpang yang punya kecenderungan mabuk perjalanan seperti saya.

Herannya lagi, mungkin mereka juga ditatar jadi cenayang saat pelatihan. Pasalnya, setiap pengemudi yang saya temui, tahu kapan harus meladeni omongan dan kapan harus membiarkan penumpang menikmati keheningan.

Ditambah, sopir selalu siaga membantu mengangkat dan menurunkan barang meskipun saya cuma membawa koper kabin. Pintu pun selalu dibukakan apabila penumpang terlihat repot. Sebelum turun, mereka juga senantiasa mengingatkan barang bawaan supaya nggak ada yang tertinggal.

Baca Juga:

4 taktik menaklukan Stasiun Manggarai saat jam padat, tempat paling kacau se-Jakarta

Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Kecil yang Besar Jasanya bagi Warlok Pelaju Solo-Jogja

Pendek kata, kesopanan adalah prosedur tetap Bluebird. Bukan sekadar akting demi mengemis rating bintang lima.

Faktor keamanan yang terpercaya, dari tidur pulas sampai barang tertinggal yang selama

Salah satu kemewahan naik taksi biru adalah rasa aman. Identitas sopir taksi yang jelas dan sistem perusahaan yang sudah mapan membuat saya bisa dengan tenang memejamkan mata sejenak di kursi belakang walau hari telah larut. Nggak perlu waswas sambil memelototi GPS buat memastikan rute.

Kepercayaan saya pada Bluebird makin solid berkat satu kejadian yang membekas. Suatu kali, ponsel saya tertinggal di area bandara lantaran saya mau keluar sebentar untuk mencari makan di mal terdekat.

Saya menyadari kecerobohan itu saat taksi sudah melaju dari mal. Untungnya, sopir Bluebird lain yang sedang mangkal di parkiran mal sigap membantu menghubungi rekan sejawatnya untuk berkoordinasi dengan petugas bandara.

Berkat solidaritas dan jaringan koordinasi karyawan Bluebird yang mantap, ponsel saya akhirnya berhasil terselamatkan. Saya seketika sadar bahwa nominal yang saya bayar di layar argo bukan sekadar penukar bensin atau jasa mengemudi. Melainkan sebuah integritas yang nggak bisa terganti.

Baca juga 5 Dosa Sopir Taksi Online yang Bikin Penumpang Nggak Nyaman.

Fleksibilitas harga dari sopir Bluebird yang ada di bandara

Ada momen di mana sopir Bluebird mendadak jadi konsultan keuangan. Pengalaman ini saya alami sendiri di bandara. Begitu pintu mobil tertutup rapat, sopir nggak buru-buru tancap gas. Alih-alih, dia malah menawarkan pilihan yang cukup mengejutkan dengan bertanya apakah saya mau tetap pakai tarif borongan sesuai standar pool bandara atau pakai argometer saja.

Bahkan, pengemudi tersebut menyarankan saya untuk menggunakan argo. Alasannya, jarak tujuan saya ternyata nggak jauh-jauh amat dari bandara. Sementara tarif tetap dari pool punya selisih harga yang lumayan bikin kantong meringis.

Saya pribadi kurang paham apakah aksi buka kartu begini diperbolehkan atau nggak. Tapi, kejujuran sopir yang lebih memilih membela kepentingan penumpang daripada sekadar mengejar setoran itu sungguh bikin saya salut.

Kalau beruntung, bisa dapat bonus air mineral gratis

Kalau semesta sedang berpihak, jangan kaget jika di sisi belakang jok kursi penumpang depan terpasang kantong untuk memajang sejumlah botol air mineral kemasan. Dengar dari sopir Bluebird, memang nggak semua armada diberi fasilitas tersebut. Konon, hanya taksi yang punya nomor lambung berawalan angka tiga yang disediakan air dari sponsor.

Mungkin kedengaran sepele. Namun, mendapatkan air minum gratis setelah tenggorokan kering dihajar AC pesawat atau debu stasiun itu rasanya seperti mendapat oase di tengah padang pasir. Keberuntungan kecil ini sering kali menjadi pelengkap manis yang membuat perjalanan menuju tujuan terasa jauh lebih melegakan.

Buat saya, memilih armada biru di gerbang kepulangan adalah bentuk kasih sayang paling nyata terhadap diri sendiri. Sebab, kadang yang dibutuhkan penumpang setelah turun dari kereta atau pesawat bukanlah tarif yang paling murah. Namun, kedamaian batin bahwa perjalanan ini akan berakhir dengan nyaman tanpa gangguan.

Penulis: Paula Gianita Primasari
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Menyebalkannya Orang-Orang Suka Maksa di Terminal Purabaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 14 Mei 2026 oleh

Tags: bandaraBluebirdperjalananstasiuntaksitaksi online
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

ArtikelTerkait

5 Dosa Sopir Taksi Online yang Bikin Penumpang Nggak Nyaman

5 Dosa Sopir Taksi Online yang Bikin Penumpang Nggak Nyaman

22 Mei 2023
Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Mungil Andalan Warlok Pelaju Solo-Jogja Mojok.co

Stasiun Delanggu Klaten, Stasiun Kecil yang Besar Jasanya bagi Warlok Pelaju Solo-Jogja

13 Juni 2026
tiket kereta, Berbagai Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Saat Sumpek di Kereta

Berbagai Hal Ini Bisa Kamu Lakukan Saat Sumpek di Kereta

17 November 2019
Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon Mojok.co

Siasat “Membunuh” Waktu Saat Kereta Api Berhenti Lama di Stasiun Cirebon

8 Februari 2026
sopir jasa angkut Seumur hidup, saya belum pernah merasakan ngompreng truk di lampu merah. Dan kali ini, momen itu datang dan saya tidak mau melewatkannya.

Ingin Lancar dalam Perjalanan Jarak Jauh? Ikuti Truk

23 Oktober 2020
5 Bandara di Indonesia yang Lokasinya Kerap Disalahpahami Wisatawan Terminal mojok

5 Bandara di Indonesia yang Lokasinya Kerap Disalahpahami Wisatawan

30 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya Mojok.co

7 kata dalam bahasa Jawa yang terdengar aneh, bahkan oleh penutur aslinya

30 Juli 2026
Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

Semua orang tahu Jalan Juanda Ciputat dan Jalan Raya Sawangan adalah jalan neraka kemacetan

27 Juli 2026
Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

Akulah pengunjung kafe yang terganggu itu gara-gara musik yang disetel keras-keras, bikin tenaga terkuras dan harus adu volume saat ngobrol

1 Agustus 2026
Motor Honda Vario 150, Sahabat Terbaik Toko Kelontong (Unsplash). daihatsu sigra

Honda Vario 150 LED Old, motor yang semakin tua justru semakin diburu, motor Honda terbaik!

27 Juli 2026
Perempatan Jetis, Perempatan Paling Berpendidikan di Jogja Sejak Masa Kolonial

Perempatan Jetis Jogja adalah anomali, perempatan paling berpendidikan sekaligus meresahkan di Jogja

29 Juli 2026
Tips membeli mobil bekas dari saya yang pernah jadi korban (Unsplash)

WAJIB IKUTI tips membeli mobil bekas ini biar kamu nggak jadi mangsa empuk para penipu

28 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.