Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Luar Negeri

Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Ahmad Irfani oleh Ahmad Irfani
9 Maret 2026
A A
Apa itu Selat Hormuz dan Kenapa Posisinya Strategis?

Ilustrasi ini merupakan hasil generate dari aplikasi AI.

Share on FacebookShare on Twitter

Banyak analis geopolitik menyebut Selat Hormuz sebagai: The most important oil chokepoint in the world.

Banyak orang mungkin belum pernah mendengar nama Selat Hormuz sebelum perang Iran vs Amerika. Ia tidak seterkenal Terusan Suez atau Selat Malaka. Bahkan di peta dunia, selat ini tampak hanya seperti celah sempit di antara daratan Iran di utara dan Oman di selatan. Namun di balik ukurannya yang kecil itu, Selat Hormuz sebenarnya adalah salah satu jalur laut paling penting dalam sejarah ekonomi dunia.

Sejak berabad-abad lalu, selat ini telah menjadi pintu keluar utama Teluk Persia menuju Samudra Hindia. Semua kapal yang datang dari wilayah pedalaman Timur Tengah—Persia, Mesopotamia, hingga kawasan Arab—harus melewati selat ini untuk mencapai laut lepas. Karena itulah Selat Hormuz sejak lama menjadi simpul perdagangan yang mempertemukan berbagai peradaban.

Pada abad pertengahan, sebuah kerajaan maritim yang kaya bahkan berdiri di kawasan ini: Kerajaan Hormuz. Pelabuhannya menjadi tempat pertemuan para pedagang dari Persia, India, Afrika Timur, dan dunia Arab. Kota pelabuhan itu dikenal sebagai salah satu pasar internasional paling ramai pada zamannya. Barang-barang dari berbagai penjuru dunia dipertukarkan di sana sebelum dikirim ke pasar yang lebih jauh.

Yang menarik, Nusantara pun pernah menjadi bagian dari jaringan perdagangan yang melewati Selat Hormuz. Berabad-abad sebelum bangsa Eropa datang ke Asia Tenggara, rempah-rempah dari kepulauan Indonesia sudah berlayar melintasi Samudra Hindia. Cengkeh dari Maluku, pala dari Banda, dan lada dari Sumatra dibawa oleh pedagang Asia menuju pelabuhan-pelabuhan besar di India. Dari sana, kapal-kapal Arab dan Persia mengangkutnya menuju Teluk Persia melalui Selat Hormuz.

Setelah melewati selat itu, rempah-rempah kemudian memasuki kota-kota perdagangan di Timur Tengah seperti Basra atau Baghdad. Baru kemudian barang-barang tersebut dibawa lagi oleh pedagang Mediterania menuju pasar Eropa. Dengan kata lain, jauh sebelum kapal-kapal Eropa mencapai Nusantara, rempah dari kepulauan ini sudah menempuh perjalanan panjang yang salah satu gerbang pentingnya adalah Selat Hormuz.

Peran selat ini tidak berhenti pada era perdagangan rempah. Dalam dunia modern, komoditas yang melewati jalur ini berubah—dari rempah menjadi minyak. Negara-negara di sekitar Teluk Persia seperti Arab Saudi, Iran, Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab adalah produsen minyak terbesar dunia. Hampir seluruh ekspor minyak dari kawasan tersebut harus keluar melalui Selat Hormuz sebelum menuju pasar global.

Diperkirakan sekitar seperlima pasokan minyak dunia melewati selat sempit ini setiap hari. Artinya, satu dari lima barel minyak yang digunakan manusia di dunia pernah melintasi jalur tersebut. Sebagian besar bahkan menuju negara-negara Asia yang sangat bergantung pada energi dari Timur Tengah.

Baca Juga:

Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

Karena itu, apa pun yang terjadi di Selat Hormuz hampir selalu berdampak pada ekonomi global. Ketika ketegangan politik meningkat di kawasan itu, pasar minyak dunia segera bereaksi. Harga energi bisa naik hanya karena ancaman gangguan terhadap jalur pelayaran di sana.

Pertanyaan yang sering muncul adalah: bagaimana jika suatu hari Selat Hormuz benar-benar ditutup? Iran, yang memiliki garis pantai panjang di sisi utara selat, beberapa kali menyatakan bahwa mereka bisa menutup jalur tersebut jika terjadi konflik besar.

Jika skenario itu benar-benar terjadi, dampaknya tidak akan kecil. Sebagian besar pasokan minyak dari Teluk Persia akan terhambat. Harga minyak kemungkinan melonjak tajam. Biaya transportasi dan produksi meningkat. Inflasi bisa menjalar ke berbagai negara karena energi adalah bahan bakar hampir semua aktivitas ekonomi.

Dalam skenario paling ekstrem, penutupan Selat Hormuz tidak hanya menjadi krisis energi, tetapi juga krisis ekonomi global.

Itulah sebabnya, meskipun namanya jarang terdengar dalam percakapan sehari-hari, Selat Hormuz sebenarnya memainkan peran yang sangat besar dalam kehidupan dunia modern. Selat kecil itu telah menjadi jalur perdagangan sejak zaman rempah hingga era minyak. Ia adalah penghubung antara peradaban, sekaligus penentu stabilitas ekonomi global.

Di peta dunia ia mungkin tampak kecil. Tetapi dalam sejarah perdagangan dan geopolitik, Selat Hormuz adalah salah satu tempat di mana denyut ekonomi dunia terasa paling kuat.

Terakhir diperbarui pada 9 Maret 2026 oleh

Tags: geopolitikharga minyakperang iran amerikaselat hormuz
Ahmad Irfani

Ahmad Irfani

Penyuka sepakbola dan pengamat perkembangan dunia teknologi informasi.

ArtikelTerkait

Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

Perang Iran vs Amerika Buat Kelas Menengah Indonesia Makin Tertekan

8 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Alasan Rumah Madura Punya Teras Depan yang Luas (Wikimedia Commons)

4 Alasan Rumah di Madura Kebanyakan Punya Teras Depan yang Luas

17 Juni 2026
Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis Mojok.co

Pengelola Kafe Seharusnya Lebih Tegas pada Pengunjung Nggak Peka, Mereka Tak Hanya Mengganggu Pembeli Lain, tapi Juga Mengancam Kelangsungan Bisnis

23 Juni 2026
Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan Mojok.co

Universitas Merdeka Malang Sering Dipelesetkan Universitas Merana, padahal Layak Diperhitungkan

19 Juni 2026
TransJatim Dibenci, tapi Ia Penyelamat Mahasiswa Surabaya (Wikimedia Commons)

Ugal-ugalan Sopir TransJatim Menyelamatkan Masa Depan Mahasiswa Mojokerto yang Kuliah di Surabaya

22 Juni 2026
6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal Mojok.co

6 Alasan Saya Nggak Puas Kuliah di Fakultas Ekonomi UIN Saizu Purwokerto yang Dijuluki Fakultas Mahal

18 Juni 2026
Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok Mojok.co

Alun-Alun Rancasari, Tempat Aneh di Kota Bandung yang Disukai Warlok

20 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.