Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sapa Mantan

Pas Kecil Lihat Orang Dewasa Pacaran, Pas Dewasa Lihat Anak Kecil Pacaran

Utamy Ningsih oleh Utamy Ningsih
8 Agustus 2019
A A
pacaran

pacaran

Share on FacebookShare on Twitter

Setiap dari kita pasti punya kenangan masa kecil yang masih teringat sampai sekarang. Entah kenangan manis, pun kenangan yang tidak begitu manis. Satu dari sekian banyak kenangan yang tidak begitu manis dari masa kecil saya adalah: pernah ditegur sama orang dewasa karena dianggap mengganggu mereka pacaran. Duh!

Jadi ceritanya waktu itu saya dan beberapa teman saya (kurang lebih sepuluh orang) pergi ke salah satu tempat di daerah kami yang ada fasilitas taman bermain—untuk keluarga—nya. Di taman bermain itu ada mainan seperti perosotan, jungkat-jungkit, dan ayunan. Sesampainya di sana, kami pun berpencar, masing-masing mendatangi mainan yang memang sudah jadi incaran sejak masih di rumah.

Saya bersama tiga orang teman saya yang sama-sama ingin main ayunan, langsung berlari dengan penuh semangat. Bayangan akan nikmatnya main ayunan sudah menggantung di depan mata. Tetapi, betapa kecewanya kami saat tiba di sana ternyata ayunannya sudah ada yang mengisi. Yang mengisi adalah sepasang muda-mudi yang lagi pacaran. Loh tahu dari mana kalau mereka pacaran? Ya waktu kami ngeliatin mereka—mereka mungkin merasa risih—terus yang cowoknya menegur kami “Eh anak kecil, ngapain liatin orang pacaran?”  Begitu katanya, berarti mereka pacaran dong yah? Kalau ternyata tidak pacaran berarti friendzone? Eh salah maksud saya berarti cowok itu bohong.

Sejak saat itu, sampai detik ini, saya tidak pernah lupa bagaimana anehnya dituduh ngeliatin orang lagi pacaran. Padahal waktu itu kami bukan sengaja mau ngeliatin mereka ketawa-ketiwi sambil main ayunan—yang-mereka-sebut-dengan-lagi-pacaran. Kami tuh ngeliatin mereka biar mereka peka gitu loh. Udahan kek mainnya, masak nggak mau mengalah sama anak kecil.

Setelah ditegur itu, kami lantas pergi. Pergi dengan perasaan kecewa dan bingung. Kecewa karena tidak bisa main ayunan dan bingung juga karena dituduh mau ngeliatin mereka pacaran. Geer banget deh~

Sekian tahun berlalu, pada satu kesempatan, saya membawa anak saya ke sana. Niatnya ngajak main anak sambil nostalgia. Kan asyik bisa cerita ke anak, ini loh nak tempat mama dulu pernah lihat orang pacaran suka main ayunan sama teman-teman mama.

Setelah saya perhatikan, kok ada yang aneh yah dari tempat itu. Ayunannya sih masih dimainin sama anak kecil—anak SD atau SMP gitu lah. Tetapi situasinya berbeda. Sepasang anak kecil itu saling tatap-tatapan mesra, yang cewek senyum malu-malu manja gimana gitu. Keluar dari taman itu juga mereka jalan beriringan—sesekali saling pegangan tangan—yang cowok merangkul bahu yang cewek. Buset, itu mereka pacaran? Monmaap nih, untuk saat itu saya tidak bisa positive thinking bahwa mereka mungkin saja adik kakak. Hmm, kalau adik kakak ketemu gede sih mungkin yah, tapi kalau adik kakak yang saudaraan gitu, saya yakin tidak mungkin. Percaya deh sama saya!

Eh, masak sih waktu kecil saya ngeliatin orang dewasa pacaran, setelah dewasa saya ngeliatin anak kecil pacaran. Wah, nggak bener ini !!!1!!1

Baca Juga:

Magelang, Kota Paling Ideal untuk Orang yang Sedang Jatuh Cinta

Tolong, Jadi Pengajar Jangan Curhat Oversharing ke Murid atau Mahasiswa, Kami Cuma Mau Belajar

Fenomena ini sebenarnya bukan hal yang baru. Banyak dari kita yang sudah sering melihat langsung. Selain itu, entah sudah sesering apa foto atau postingan anak kecil yang pacaran menjadi viral di dunia maya. Foto yang mesra ditambah caption yang romantis, seringkali membuat kaum jomloan yang sudah dewasa merasa “kalah saing”. Anak kecil aja sudah gandengan, kamu kok betah ngejomlo? Begitulah kira-kira kalimat yang sering dilontarkan untuk menyerang para kaum jomlo, padahal yang menyerang juga ternyata masih jomlo. hahaha

Fenomena semacam ini pun sering kali dijadikan sebuah bahan tertawaan. Ya, gimana gitu kan yah lihat anak kecil sudah saling panggil honey.

Terlebih jika melihat interaksi mereka—anak kecil yang lagi pacaran—di media sosial. Kalimat-kalimat hiperbola dengan rayuan gombal terkadang berhasil membuat geleng-geleng kepala. Geleng-geleng kepala karena merasa lucu sekaligus prihatin.

Fenomena “unik” ini kemudian dianggap oleh banyak pihak sebagai akibat dari tayangan televisi (khususnya sinetron) yang semakin tidak mendidik. Latarnya di sekolah, tapi yang lebih banyak ditampilkan adalah adegan pacarannya. Hal ini juga tentu saja salah satu bentuk  dari penyalahgunaan media sosial. Anak-anak begitu bebas melihat konten yang tidak sesuai umurnya.

Pada dasarnya, yang namanya masih berusia anak kecil kan memang gampang meniru. Oleh karena itu, butuh peran orang tua dan keluarga untuk memperketat pengawasan. Memperketat pengawasan bukan berarti lantas anak-anak jadi terkekang dan tidak bebas loh yah, tapi setidaknya, pihak orang tua dan keluarga mengenal bagaimana aktivitas dan lingkar pergaulan anak tersebut.

Sebagai seorang ibu yang juga berstatus sebagai seorang anak, saya menyadari betul bagaimana beratnya menjadi orang tua. Zaman yang terus berubah, mau tidak mau ikut memaksa orang tua untuk ikut update.

Anak-anak yang mulai terpapar media sosial memang tidak bisa dilepaskan begitu saja—perlu pendampingan dari orang tua dan keluarga. Jadi, jika ada orang tua yang ikut bermain media sosial, saya rasa tidak selalu harus ditanggapi dengan negatif, selama yang dilakukan adalah untuk sesuatu yang tujuannya baik, ya kenapa tidak? Iya toh? (*)

 

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 9 Februari 2022 oleh

Tags: anak kecilCurhatfriendzonekenangan masa kecilKritik Sosialmasa kecilPacaran
Utamy Ningsih

Utamy Ningsih

Suka Membaca, Belajar Menulis.

ArtikelTerkait

tetangga toxic

Tetangga Masa Toxic?

18 Juli 2019
memanusiakan

Memanusiakan Manusia

28 Mei 2019
lesung pipi

Lesung Pipi dan Kisah di Baliknya

6 September 2019
enggan miskin

Miskin Enggan, Kaya Tak Mampu

22 Mei 2019
driver ojol

Komunikasi Antara Driver Ojol dan Penumpang: Soal Titik Penjemputan Baiknya Saling Memahami Saja

30 Agustus 2019
Harusnya Aku yang di Sana

Yang Paling Nyesek Dari “Harusnya Aku yang di Sana”

16 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau Mojok.co

Sumbersari Malang yang Overrated Masih Jadi Daerah Paling Masuk Akal bagi Maba yang Baru Pertama Kali Merantau

16 Mei 2026
Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

Paris Van Java Mall Bandung: Estetik, tapi Sama Sekali Nggak Nyaman

18 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.