Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Derita Jadi Warga Banyumas: Bangga dan Fasih Bahasa Ngapak, Dituduh Nggak Bisa Bahasa Jawa

Ratih Yuningsih oleh Ratih Yuningsih
25 Agustus 2025
A A
Derita Jadi Warga Banyumas: Bangga dan Fasih Bahasa Ngapak, Dituduh Nggak Bisa Bahasa Jawa

Derita Jadi Warga Banyumas: Bangga dan Fasih Bahasa Ngapak, Dituduh Nggak Bisa Bahasa Jawa (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang Banyumas, kadang saya merasa resah. Masalahnya banyak yang memandang saya hanya jago bahasa Ngapak, tapi nggak bisa bahasa Jawa. Padahal kan bahasa Ngapak juga bahasa Jawa.

“Ora ngapak, ora penak” sudah menjadi slogan andalan orang-orang yang tumbuh besar di daerah Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap, dan Kebumen). Ngapak menjadi bahasa kebanggaan yang digunakan untuk berinteraksi dengan teman sebaya. Sebab, kalau pakai bahasa daerah lain atau bahasa Indonesia sudah pasti dianggap sok-sokan.

Saking bangganya, pernah teman sekelas saya waktu MTs menulis kalimat “ora Ngapak, ora kepenak” di lembar jawaban UTS Bahasa Inggris. Saat itu, menulis kata-kata selain jawaban di lembar jawaban memang sedang menjadi tren dan tidak dikenakan sanksi oleh guru. Jadi beberapa siswa juga menuliskan kata-kata motivasi. 

Akan tetapi teman saya yang menuliskan kalimat “ora Ngapak, ora kepenak” ini tidak selamat dari sindiran guru Bahasa Inggris kami. Saat guru menjelaskan di kelas dan kami para siswa mengalami kesulitan, beliau mengatakan, “Memang ora Ngapak, ora kepenak.” Beliau masih mengatakan kalimat lain, tapi yang masih saya ingat sampai sekarang hanya kalimat itu.

Perasaan banga terhadap bahasa Ngapak kian bertambah dengan kehadiran kreator konten asal Kebumen, Mukidi Ngapak Kebumen. Mereka ada grup yang viral dengan konten unggahan di YouTube. Kata yang paling viral dibawakan oleh mereka adalah “cingire” yang jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia berarti mulut.

Ngomong bahasa Ngapak memang nyaman, tapi kenyamanan itu justru menjadi jebakan

Seiring bertambahnya usia, saya justru merasakan bahwa menjadi orang Banyumas yang fasih berbahasa Ngapak adalah sebuah kekurangan. Saya merasa wibawa saya jatuh ketika berbicara dengan orang Jawa bagian lain. Kadang saya jadi terbata-bata karena harus mengganti kosakata Ngapak dengan bahasa Jawa daerah tersebut. Kadang saya juga disindir sok-sokan jadi anak kota hanya karena pakai bahasa Indonesia. 

Ditambah lagi sempat ada FTV berjudul Cantik-cantik Ora Ngapak Ora Kepenak. Sebenarnya saya belum menonton FTV tersebut, baru trailernya saja. Dalam cuplikan film tersebut, tokoh utama terkena bullying karena logat Ngapak yang dia gunakan.

Sebenarnya saya juga mem-bully logat yang diucapkan tokoh tersebut. Rasanya aneh. Terlalu menonjolkan kata “inyong” padahal Ngapak asli cukup mengatakan “nyong”. Sedetik kemudian trailer film itu menyadarkan saya tentang satu hal. Bahwa menjadi orang Banyumas yang bisa bahasa Ngapak merupakan salah satu permasalahan hidup.

Baca Juga:

Derita Orang Bekasi Seperti Saya Hidup di Solo, Dibilang Sok Jawa sampai Susah Nimbrung di Tongkrongan

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

Orang Ngapak paling tidak bisa mempertahankan bahasanya sendiri

Saya harus bersusah payah mempelajari bahasa Jawa daerah lain agar obrolan tetap nyambung. Kadang, saya dicap budek karena kebanyakan “Hah? Heh?” saat tidak bisa mencerna perkataan lawan bicara. Kadang saya juga harus mengucapkan ulang perkataan pakai bahasa Indonesia biar lawan bicara paham dengan apa yang saya katakan.

Orang Ngapak sering merantau. Di perantauan bukan hanya mencari duit, tapi juga mempelajari bahasa daerah tersebut. Meskipun masih sama-sama suku Jawa, banyak banget kosakata asing yang harus dipelajari. Ini semua demi komunikasi lancar dan tidak ditertawakan teman-teman karena logat yang lucu. Aslinya, sih, ogah banget harus belajar banyak bahasa.

Saya pernah merantau ke Jepara. Orang sana enjoy saja waktu mendengar saya ngomong Ngapak. Mungkin karena mereka sudah terbiasa berinteraksi dengan orang Banyumas dan sekitarnya sebelum saya ada di tempat kerja. 

Satu yang paling bikin saya tercengang adalah saat berada di Jawa Timur. Beberapa orang menganggap bahasa Ngapak aneh. Mereka kesusahan mencerna kata-kata asing yang diucapkan dengan cepat dan lirih. Kadang mereka juga mengatakan capek saat berkomunikasi dengan saya karena saya kebanyakan nggak mudeng dengan kosakata bahasa Jawa bagian timur.

Bahasa Ngapak merupakan bahasa Jawa kuno

Tak jarang sampai ada yang bilang, “Wong Ngapak kok nggak iso basa Jawa.” Seketika rasanya dada saya mendidih. Rasanya ingin mengirim jurnal yang menjelaskan bahwa bahasa Ngapak merupakan bahasa Jawa Kuno. Tetapi daripada saya dibilang si kutu buku, lebih baik saya merespons pendek dengan berucap, “Memangnya bahasa Ngapak bukan bahasa Jawa?”

Akan tetapi saya sadar bahwasanya saya memang bukan orang Jawa tulen karena cuma bisa ngomong pakai Ngapak. Padahal bahasa Jawa memiliki tiga tingkatan, yaitu krama ngoko, krama alus, dan krama inggil. Nah, saya sama sekali tidak bisa menggunakan krama alus dan krama inggil. Mungkin itu yang menyebabkan teman saya yang dari Jatim mengatakan saya tidak bisa berbahasa Jawa.

Sebenarnya krama ngoko, krama alus, dan krama inggil sudah dipelajari semenjak SD. Tapi entah kenapa saya paling tidak suka dengan mata pelajaran ini. Selalu mendapatkan nilai di bawah KKM yang berujung remedial. Rasanya lebih mudah mempelajari bahasa Inggris dan bahasa Arab ketimbang bahasa yang digunakan sehari-hari.

Terserah orang-orang mau ngomong apa sama saya yang fasih berbahasa Ngapak. Saya nggak mau effort belajar bahasa Jawa dari daerah lain karena seharusnya mereka yang harus belajar bahasa Ngapak. Sebab, kalimat viral mengatakan “orang Ngapak hampir menguasai dunia”. Hal ini dikarenakan orang Ngapak merantau di mana saja, asalkan merupakan sumber cuan.

Penulis: Ratih Yuningsih
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Istilah “Adoh Ratu Perek Watu”, Penyebab Orang Malu Menuturkan Bahasa Ngapak

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 Agustus 2025 oleh

Tags: Bahasa Jawabahasa jawa banyumasanbahasa ngapakbanyumasngapakorang ngapak
Ratih Yuningsih

Ratih Yuningsih

Seorang perempuan petualang yang menjadikan dunia sebagai buku bacaannya. Memiliki mimpi besar untuk menjejaki setiap sudut bumi, demi mengumpulkan fragmen kehidupan dan membagikan cerita yang mampu menyatukan hati setiap penghuninya

ArtikelTerkait

gue

Fenomena ‘Gue’ versi Medhok

22 Agustus 2019
30 Istilah dalam Bahasa Jawa yang Diawali Kata “Mak”, Mulai dari Mak Plengeh hingga Mak Jegagik

30 Istilah dalam Bahasa Jawa yang Diawali Kata “Mak”, Mulai dari Mak Plengeh hingga Mak Jegagik

27 Oktober 2024
Panggilan Kesayangan dalam Bahasa Jawa buat Pasangan selain Mas dan Dik Terminal Mojok

Panggilan Sayang dalam Bahasa Jawa buat Pasangan selain Mas dan Dhik

8 Januari 2022
Soto Kriyik Purbalingga Nggak Kalah Enak dari Sroto Banyumas yang Legendaris Mojok.co

Soto Kriyik Purbalingga Nggak Kalah Enak dari Sroto Banyumas yang Legendaris

24 September 2025
4 Musisi Jawa Legendaris yang Nggak Kalah Keren dari Didi Kempot

4 Musisi Jawa Legendaris yang Nggak Kalah Keren dari Didi Kempot

3 September 2023
8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

8 Istilah Bau dalam Bahasa Jawa, dari Prengus sampai Badheg

15 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Dibanding Surabaya dan Semarang, Jogja Masih Jadi Pilihan Terbaik untuk Kuliah Mojok.co

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

7 Mei 2026
Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokal Mojok.co

Slow Living di Gamping Itu Nyata, Asal Kamu Tidak Jadi Warga Lokalnya

11 Mei 2026
Jurusan PBSI Memang Jurusan yang Nanggung: Mau Jadi Guru Masih Harus PPG, Sastranya Juga Nggak Terlalu Dalam PPG Calon Guru

Sisi Gelap Kuliah di Prodi PBSI: Belajar Bahasa Indonesia, tapi Mahasiswanya Nggak Paham PUEBI dan Nggak Suka Baca Buku

6 Mei 2026
Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort Mojok.co

Warga Lokal Bersyukur Salatiga Nggak Punya Stasiun, Biarlah Kota Ini Dinikmati oleh Orang-orang yang Mau Effort

6 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.