Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Banjarnegara, Daerah “Pendiam” yang Saking Diamnya Tenggelam oleh Ketenaran Dieng

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
13 Juni 2025
A A
Banjarnegara, Daerah “Pendiam” yang Saking Diamnya Tenggelam oleh Ketenaran Dieng

Banjarnegara, Daerah “Pendiam” yang Saking Diamnya Tenggelam oleh Ketenaran Dieng (Raka A. Muhammad via Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah melakukan survei kecil-kecilan dengan beberapa teman, baik dari Jawa dan luar Jawa. Saya menanyakan ke mereka, lebih familiar mana bagi telinga mereka antara Dieng dan Banjarnegara? Kebanyakan otomatis langsung menjawab Dieng. Lalu Banjarnegara? Di mana itu? Kata salah satu dari mereka.

Kemudian saya melanjutkan dengan bertanya, mereka tahu tidak Dieng itu letaknya di mana? Mendengar pertanyaan itu, beberapa di antara mereka hanya tahu kalau Dieng terletak di Jawa Tengah. Sementara itu, sebagian lainnya menjawab ada di daerah Wonosobo. Lagi-lagi, mereka nggak tahu soal Banjarnegera dan nggak tahu kalau sebagian wisata di Dieng itu ada di Banjarnegara.

ADVERTISEMENT

Saya pun yakin, banyak para wisatawan pasti tahu dengan event seperti “Dieng Culture Festival”, Bukit Sikunir, Candi Arjuna, tapi begitu ditanya itu masuk kabupaten mana, kebanyakan jawabnya ya Wonosobo. Padahal faktanya, yang punya lahan dan wisata utamanya ya Banjarnegara.

Melihat kondisi Banjarnegara yang selalu terpinggirkan dengan keberadaan Dieng dan Wonosobo, saya jadi merasa seperti diperlihatkan sosok keluarga utuh tapi eksistensinya timpang. Di mana Wonosobo ini seorang ayah, Banjarnegara adalah seorang Ibu, dan Dieng adalah anak dari keduanya.

Tapi dengan segala ketenaran dan prestasi Dieng sebagai sang anak, yang disorot terus menerus justru sang ayah, yaitu Wonosobo. Sementara Banjarnegara sebagai sosok Ibu, ya nggak dianggap. Ada tapi kayak nggak ada. Ditambah mungkin Pemda setempat yang nggak agresif brandingnya, warganya yang terlalu nrimo ing pandum, sampai potensi wisatanya, yang berasal dari rahim daerahnya sendiri, dieksploitasi pamornya oleh Wonosobo. Related nggak sih?

Apa sih penyebabnya?

Saya coba menganalisis dari aspek geografis dan implikasinya terhadap branding kedaerahan. Kawasan Dieng yang terkenal memang sebagian besar terletak di Banjarnegara. Tapi kalau diperhatikan, akses utama untuk menuju ke beberapa lokasi wisata di dieng harus melalui Wonosobo. Hal itu membuat Wonosobo jadi gerbang masuk wisatawan sehingga menciptakan pusat keramaian di sana. Implikasinya tentu membuat Banjarnegara seperti daerah isolasi atau bahkan pinggiran yang hanya kebagian “buntut” wisatawan.

Kondisi ini jadi sesuatu yang nggak terlihat secara langsung tapi terasa implikasi ekonomi dan sosialnya bagi Banjarnegara. Fasilitas wisatawan seperti hotel atau penginapan dan restoran, mewah semuanya ditempatkan di Wonosobo karena jadi gerbang masuk wisatawan.

Keterlibatan anak muda lokal yang minim dan nggak kreatif

Kalau kalian perhatikan, Banjarnegara ini benar-benar hanya berpangku tangan pada konsep branding konservatif dari orang-orang dulu. Kelihatan sekali ketika event budaya seperti Dieng Festival yang dikonsep ala kadarnya, paling ditambah dengan balon-balonnya yang diterbangkan ke langit, yang semua itu sifatnya nggak berkelanjutan dan hanya berpusat di Dieng.

Baca Juga:

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

Nasi Megono Wonosobo, Olahan Nasi Terbaik yang Pernah Saya Cicipi dan Layak Dikenal Lebih Banyak Orang

Nggak ada usaha yang inovatif agar membuat wisatawan itu mau untuk mengeksplorasi lebih jauh soal daerah unik lain di Banjarnegara dan nggak hanya berhenti di Dieng semata.

Setelah acara festival selesai, wisatawan ya hanya bergerombol di Dieng atau turun ke Wonosobo. Sementara Banjarnegara ya ditinggalkan dan dilupakan. Padahal, masih banyak aspek budaya dan wisata di luar Dieng di Banjarnegara yang bisa dimaksimalkan, terutama dengan pemikiran inovatif anak-anak muda di dalamnya. Sayangnya, anak-anak mudanya mungkin pada merantau atau lebih sibuk ngopi.

Padahal Banjarnegara punya banyak potensi

Potensi Banjarnegara di bidang pertanian padahal cukup besar. Misalnya dari pertanian kentang, sayur-sayuran, carica, dawet ayu, tapi sayangnya ya hanya diperjualbelikan secara konvensional. Nggak ada upaya semacam membuat sebuah pusat ekonomi berbasis pertanian atau mengembangkan sentra wisata lainnya di luar Dieng dengan memanfaatkan kekayaan alamnya, supaya Banjarnegara nggak melulu dianggap hanya sebagai daerah “penyangga” Dieng semata.

Tapi kembali lagi, semuanya soal mindset Pemda dan masyarakat. Apakah ingin bertumbuh atau sudah nyaman menjadi daerah pendiam yang hanya melihat kesuksesan daerah-daerah tetangganya sambil menormalisasi predikat sebagai Kabupaten termiskin di Jawa Tengah.

Lah mau bagaimana lagi, masyarakat bahkan mungkin pejabat daerahnya boleh jadi lebih nyaman “numpang tenar” lewat nama Dieng, tanpa benar-benar membangun branding Banjarnegara-nya sendiri. Kalau perilaku seperti itu terus dipelihara, ya ada baiknya Banjarnegara mending diganti nama aja sekalian jadi Kabupaten Dieng.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Pariwisata Banjarnegara: Punya Potensi, tapi Kepentok Hal-hal Ini

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2025 oleh

Tags: banjarnegaradiengwonosobo
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Terminal Mendolo Wonosobo, Terminal yang Terasa Humble (Unsplash)

Terminal Mendolo Wonosobo, Terminal yang Terasa Humble

27 Mei 2023
Carica, Buah Khas Dieng yang Awalnya Terpinggirkan namun Kini Bermanfaat bagi Banyak Orang (Joydeep via Wikimedia Commons)

Carica, Buah Khas Dieng yang Awalnya Terpinggirkan namun Kini Bermanfaat bagi Banyak Orang

10 September 2023
Jalan Raya Prembun-Wadaslintang, Jalur Penghubung Kebumen-Wonosobo yang Keadaannya Menyedihkan dan Gelap Gulita! wonosobo

Wonosobo, Kota Asri yang Jalanannya Ngeri, kalau Nggak Berlubang, ya Remuk!

13 Maret 2026
Wonosobo Bukan Destinasi Wisata Ramah buat Kaum Mendang-Mending, Turunkan Ekspektasi dan Perbanyak Isi Dompet sebelum ke Sini

Wonosobo Bukan Destinasi Wisata Ramah buat Kaum Mendang-Mending, Turunkan Ekspektasi dan Perbanyak Isi Dompet sebelum ke Sini

4 Juni 2025
Pertigaan Wadaslintang bak Pusat Kota bagi Warga Perbatasan Wonosobo-Kebumen Mojok.co

Pertigaan Wadaslintang bak Pusat Kota bagi Warga Perbatasan Wonosobo-Kebumen

15 Agustus 2024
Desa Sumbersari, Desa Penuh Potensi di Ujung Wonosobo yang Wilayahnya Terpisah Gara-gara Waduk Wadaslintang

Desa Sumbersari, Desa Penuh Potensi di Ujung Wonosobo yang Wilayahnya Terpisah Gara-gara Waduk Wadaslintang

16 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng Mojok.co

Melawan serbuan semut di kamar, drama anak kos yang tampak sepele, tapi cukup bikin puyeng

16 Juli 2026
Gara-gara pada magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri (Unsplash)

Gara-gara semua orang magang, nggak magang jadi kerasa aneh sendiri

21 Juli 2026
Fans Ronaldo nangis melihat Messi real GOAT di final Piala Dunia (Unsplash)

Final Piala Dunia yang bikin fans Ronaldo hilang arah: Cemas dukung Messi atau membiarkan fans Barcelona makin besar kepala?

18 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer Mojok.co

Alasan orang tua tetap menyekolahkan anaknya di SD negeri di tengah pamor SD swasta yang kian moncer

20 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.