Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Nyelalak, Pesta Bertukar Makanan ala Masyarakat Manggar di Rembang

Aly Reza oleh Aly Reza
3 April 2020
A A
nyelalak tradisi rembang manggar bertukar makanan masakan solidaritas warga desa wabah corona mojok.co

nyelalak tradisi rembang manggar bertukar makanan masakan solidaritas warga desa wabah corona mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Dua pekan setelah pulang ke desa dan untungnya saya masih belum bosan sedikit pun, setidaknya untuk saat ini. Saya menikmati hari-hari selama di rumah, membayar tuntas kejenuhan dan siklus hidup yang melelahkan di kota. Namun, sebagai pemuda desa, sesekali gatal rasanya kalau nggak srawung, berkumpul dengan tetangga atau pemuda-pemuda desa lain; hal yang pada hari-hari sebelum wabah menjadi kelaziman. Hidup di desa mestinya hambar tanpa ikut rumpi emak-emak menjelang magrib atau ngopi di bawah remang rembulan bersama bapak-bapak sambil dengerin lakon pewayangan dari saluran radio, dan tentu tanpa berkelakar dan main kartu di gardu ronda bersama pemuda karang taruna. Selain itu, jujur saya dibikin kangen dengan sebuah pesta sederhana yang kami sebut nyelalak. Pesta kecil untuk sekadar bertukar makanan dan makan malam bersama tetangga.

Setiap satu bulan sekali, atau kadang dua kali, masyarakat desa saya akan mengadakan makan besar di pelataran rumah bersama tetangga-tetangga terdekat. Biasanya dilakukan bakda magrib. Nama nyelalak diambil dari nama sambal yang merupakan hidangan wajib dari seremoni tersebut. Kami biasa menyebutnya “sambal celalak”, berbahan baku bawang putih, bawang merah, cabai merah dan hijau, tomat, ditambah sedikit garam dan minyak jelantah, yang diulek di atas layah (wadah ulek sambal yang terbuat dari batu dan tanah liat).

ADVERTISEMENT

Tidak ada alasan khusus acara makan-makan ini digelar, ya pengin saja. Pesta ini pada dasarnya untuk mempererat kerukunan sehingga tidak harus dipaskan dengan momen penting tertentu. Lebih terkesan dadakan.

Persiapannya sih nggak muluk-muluk. Sore hari ketika ibu-ibu sedang rumpi, mereka akan bersepakat menentukan jam berapa dan di mana nyelalak akan dilakukan. Rumah saya paling sering kebagian giliran. Di samping karena pelataran rumah cukup luas, ibu saya juga dikenal paling enak ulekan sambalnya. Soalnya sudah menjadi kesepakatan, siapapun yang ditunjuk jadi tuan rumah, dialah yang berkewajiban menyiapkan sambal celalak. Dan di mata tetangga, ibu saya adalah maestronya sambal, belum ada tandingan bahkan sampai hari ini.

Lepas magrib, berduyun-duyun para tetangga berkumpul di pelataran rumah dengan membawa masakan dan makanan dari rumah masing-masing. Ada yang membawa sego telo (olahan ketela), nasi jagung, ikan pari goreng, ikan tongkol, pindang, bakwan jagung, ote-ote, dan tahu isi. Kalau kebetulan kepala rumah tangga di antara mereka ada yang melaut, pastilah membawa beberapa tangkapan laut lain, seperti, udang, cumi, rajungan, kadang juga tiram.

Ada satu lagi hasil olahan laut yang digemari oleh masyarakat desa saya, atau setidaknya oleh para tetangga yang rutin mengadakan nyelalak, yaitu, urap latoh. Latoh sendiri merupakan sebutan kami untuk rumput laut. Di antara kami, olahan tetangga saya yang bernama Mbok Lasmini memang terkenal maknyus.

Tidak hanya itu, jenis minuman dan kudapan pun bermacam-macam. Teh hangat ada, kopi jelas menjadi minuman wajib, es temulawak, wedang jahe, es Jasjus juga turut serta memeriahkan pesta bulanan ini. Untuk kudapan, mulai dari pisang goreng, sukun goreng, dan juga beberapa hasil olahan kebun. Oh iya hampir saja lupa, mentimun dan semangka nggak mungkin ketinggalan dari setiap pesta yang kami selenggarakan.

Lalu apakah yang disiapkan tuan rumah? Sebenarnya hidangan tuan rumah relatif lebih sedikit. Pokoknya sambalnya harus sedap, udah gitu aja syaratnya. Maka dengan mengerahkan segenap kemampuan terbaiknya, sambal celalak yang diulek dengan penuh gairah oleh ibu dijamin nggak bakal mengecewakan. Ibu biasanya juga akan menghidangkan sebaskom nasi putih hangat hasil panen terbaik, telur dadar, perkedel ala-ala, dan seceret es sirup Marjan. Ditambah lagi dua toples krupuk bandung.

Baca Juga:

Kecewa dengan kebiasaan dagel di Lembata NTT, memang bikin guyub, tapi amat membebani secara tenaga dan materi

7 macam soto paling nyeleneh yang nggak ada salahnya dicicipi sekali seumur hidup

Begitulah cara kami, masyarakat Desa Manggar, Kecamatan Sluke, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah dalam menjalin komunikasi dan kerukunan bersama. Ya, sesederhana itu. Hanya lewat ulekan sambal dan nasi jagung saja masyarakat Manggar bisa menciptakan sebuah harmoni dan kedamaian. Nggak ada yang saling sikut, nggak ada yang saling pongah atau merendahkan. Sebab di pelataran rumah, kami semua duduk sama rata, saling berbagi, dan tentu merasakan apa yang orang lain rasakan.

Yang biasanya hanya bisa makan nasi jagung, malam itu bisa mencicipi nasi beras. Yang biasanya hanya makan dengan tempe, malam itu bisa mengeksplorasi pilihan lauk yang tersaji. Yang sehari-hari cukup minum dari gentong air, pada akhirnya bisa menyeruput segarnya es sirup Marjan. Kami akan menutup pesta sederhana itu dengan kelakar dan cerita-cerita.

Yang kesehariannya di ladang dan kebun, akan bercerita tentang aksi mereka berburu celeng yang kepergok merusak tanaman. Para nelayan berkisah tentang gelegak lautan dan setiap misteri di dalamnya. Anak-anak bercerita tentang hantu yang mungkin mengada-ada. Dan kami, para pemuda biasanya akan menutup pesta dengan menyulut kretek untuk kemudian saling bertukar pandangan, gadis desa mana yang cantik dan layak untuk dipacari.

Saya dan tentu semuanya sama-sama berharap agar pegeblug ini segera berlalu. Ada hal-hal yang sudah sangat kita rindukan. Ada pekerjaan-pekerjaan yang harus dirampungkan. Ada kehidupan yang harus kita lanjutkan. Dan ada kebahagiaan yang patut kita rayakan, sesederhana apa pun itu.

BACA JUGA Cara Anak Pesantren Ngelawan Setan yang Bisa Niruin Baca Alquran dan tulisan Aly Reza lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 April 2020 oleh

Tags: Makananmanggarnyelalakpestarembang
Aly Reza

Aly Reza

Muchamad Aly Reza, kelahiran Rembang, Jawa Tengah. Penulis lepas. Bisa disapa di IG: aly_reza16 atau Email: [email protected]

ArtikelTerkait

Makanan Malang Banyak Kurangnya di Lidah Orang Depok dan Bandung

Makanan Malang Banyak Kurangnya di Lidah Orang Depok dan Bandung

10 Januari 2024
5 Menu Prasmanan Favorit Tamu Undangan Saat Acara Pernikahan di Gedung terminal mojok.co

5 Menu Prasmanan Favorit Tamu Undangan Saat Acara Pernikahan di Gedung

9 Februari 2022
Para Tour Guide, Jangan Rekomendasikan 5 Makanan Ini kepada para Bule

Para Tour Guide, Jangan Rekomendasikan 5 Makanan Ini kepada para Bule

4 Oktober 2022
Naik Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan Mojok.co

Bus Sinar Mandiri Mulya Rembang-Semarang Mengancam Nyawa, Armada Reyot dan Sopir Ugal-ugalan

1 April 2026
harga kaki lima rasa bintang lima

Tagline ‘Harga Kaki Lima Rasa Bintang Lima’ Sebaiknya Jangan Dipakai Lagi

1 Oktober 2021
8 Kuliner dengan Nama Aneh dan Unik: Dari Memek hingga Wedang Pejuh Terminal Mojok.co

8 Kuliner dengan Nama Aneh dan Unik: Dari Memek hingga Wedang Pejuh

2 Maret 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa Mojok.co

4 tips menghindari tempat kursus red flag di Kampung Inggris Pare, saya bagikan tipsnya agar kunjungan kalian tidak berakhir kecewa

26 Agustus 2026
30 menit ngopi di angkringan, puluhan info bawah tanah saya dapat (Shutterstock)

30 menit ngopi di angkringan, saya bisa mengakses puluhan informasi bawah tanah

23 Agustus 2026
KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar Mojok.co

KUA jangan cuma mengejar Gen Z untuk menikah, tolong kasih paham juga tetangga dan ortu yang hobi menghitung mahar

20 Agustus 2026
7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan Mojok.co

7 hal yang sebaiknya diajarkan saat PKKMB, bikin atribut aneh dan tradisi nggak bermanfaat lain mending dihapuskan

21 Agustus 2026
Tegalrejo, kecamatan uderrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita Mojok.co

Tegalrejo, kecamatan underrated di pinggiran Kota Jogja yang ternyata punya banyak cerita

20 Agustus 2026
In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku Mojok.co

In this economy punya rumah warisan itu repot, dipertahankan butuh duit, dijual susah laku

26 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.