Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Menghitung Penghasilan Schneider di Bayern München, Musuh Bebuyutan Tsubasa

Gusti Aditya oleh Gusti Aditya
16 Oktober 2020
A A
Menghitung Penghasilan Schneider di Bayern München, Musuh Bebuyutan Tsubasa terminal mojok.co

Menghitung Penghasilan Schneider di Bayern München, Musuh Bebuyutan Tsubasa terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Captain Tsubasa adalah pengiring generasi 90-an untuk mengenal dunia sepak bola. Terutama masyarakat Jepang. Jika bisa diringkas secara kasar, mungkin begini alurnya; dari Captain Tsubasa, Brazil 2002, sepak bola Italia, Manchester United di tangan Sir Alex, Timnas Spanyol, hegemoni duo Spanyol atas nama Barcelona dan Madrid, bagai sebuah ramalan, semua ada dalam Captain Tsubasa.

Selain itu, patut diakui, bak sebuah ramalan yang berhasil menebak beberapa kejadian di dunia sepak bola sungguhan, manga ini turut membangun mimpi federasi Jepang—JFA—untuk membangun federasi yang solid. Setidaknya ada tiga ramalan yang sudah terbukti, pertama adalah Tsubasa Ozora di Barcelona yang menggambarkan kehadiran Lionel Messi. Kedua, ekspansi besar-besaran pemain Jepang ke Eropa. Ketiga adalah Bayern Munchen dan pemain muda Jerman.

Dikisahkan bahwa Genzo Wakabayashi hijrah ke Jerman dan menimba ilmu bersama Hamburg SV, ada dua sosok hebat yang menjadi karibnya, yakni Hermann Kaltz dan Schneider. Bagai sebuah dream team, Hamburger SV Junior menyimpan berbagai kekuatan di berbagai sektor. Genzo di depan gawang, Kaltz sebagai tengah, dan Schneider berada di depan. Dengan tendangan api milik Schneider, tekel landak milik Kaltz, dan SGGK akronim dari Super Ganbatte Goalkeeper milik Genzo, tim ini tak terkalahkan di level junior.

Dalam Arc Road to 2002 pun problem mulai hadir ketika mereka menginjak usia remaja. Ayah Schneider, Rudi Frank Schneider, yang merupakan legenda Timnas Jerman dan pelatih kepala Bayern Munchen pun merekrut permata emas Jerman, Sang Kaisar Schneider, ke dalam tubuh Bayern.

Tidak sampai di sana, bagai sebuah ramalan di dunia nyata yang menampilkan Bayern doyan dengan “daun muda” menjanjikan, mereka juga merekrut kapten Timnas Swedia Junior, Stefan Levin dari FC Koln. Selain itu, mereka mencari tandem Schneider di lini depan dengan merekrut pemain berbakat China sekaligus rival Kojiro Hyuga, Xiao Junguang. Sungguh krezi, bukan?

Rudi menginginkan Genzo sebagai kiper Bayern dan Kaltz sebagai pengatur gelandang bertahan. Ia menugaskan anaknya untuk mendekati dua sahabatnya agar sudi bergabung dengan Bayern. Kaltz menolak karena loyalitas dan balas jasa kepada Hamburg SV, sedangkan Genzo memilih untuk menjadi rival abadi trio Schneider, Xiao, dan Levin.

Di akhir, Schneider mengatakan, “Tujuan kami bukan Bundesliga lagi, tapi Liga Champions dengan menantang Tsubasa di Barcelona.” Walau begitu, Genzo tetap menolak ajakan Schneider untuk bergabung dengan Bayern.

Jelas sudah dikonfirmasi bahwa Schneider merupakan penghargaan khusus bagi legenda Jerman, Karl-Heinz Rummenigge, oleh sang mangaka, Yoichi Sensei. Namun, jika dikomparasikan dengan zaman sekarang, tentu Schneider belum menjadi sosok legenda. Ketika Hyuga dipinjamkan oleh Juventus ke Reggina guna mendapatkan jam terbang, dan Tsubasa ditempatkan di Barcelona B untuk mengambil hati agar menembus squad utama, Schneider seakan memiliki wild card dan menjadi tulang punggung Bayern untuk meraih title Bundesliga dan Liga Champions.

Baca Juga:

Arsenal Seharusnya Bisa Mengalahkan Bayern di Liga Champions dan Ini Bukan tentang “Diving” Bukayo Saka

3 Klub yang Haram Dipakai Saat Mabar eFootball

Pun, Hyuga harus bersaing ketat dengan pemain-pemain senior Juventus seperti Alessandro Delphi (Del Piero), Filippo Inzars (Filippo Inzaghi) dan Tresaga (David Trézéguet). Sedangkan Tsubasa Ozora bersaing serius dengan legenda nomor 10 Barcelona dan Timnas Brazil saat itu, Rivaul (Rivaldo). Ia juga bersaing dengan striker kawakan lain semisal Luikal (Frank Rijkaard), Neto’o (Samuel Eto’o), dan Savishe (Javier Saviola). Dalam Tsubasa Fandom yang membahas Bayern Munchen, tidak disebutkan ada striker lain selain Schneider dan Xiao.

Jika dalam masa sekarang, mungkin Schneider melambangkan striker utama Bayern saat ini, Robert Lewandowski, walau usia mereka terpaut lumayan jauh. Sedangkan Xiao ini seperti Serge Gnabry dan Stefan Levin seperti Thomas Müller.

Tsubasa yang masih berkutat di Barcelona B dan juga masih di bawah bayang-bayang Rivaul, sangat cocok mendapatkan gaji di kisaran angka 144 ribu euro per tahun belum ditambah bonus. Sedangkan rivalnya dalam final arc Junior Youth, Schneider, yang kini perannya setara dengan Robert Lewandowski, memiliki gaji di angka 30 juta euro atau 480 miliar rupiah per tahunnya. Ya, itu semua adalah uang. Uang yang dihasilkan dari fire shoot dan kaisar tackle yang tidak kenal ampun itu.

Jika Tsubasa Ozora bisa berfoya-foya dengan cara membeli cilor dan basreng di depan SD Nankatsu untuk seluruh masyarakat Dusun Nankatsu, Schneider bisa menggunakan gajinya untuk membuka peternakan encu di Munchen dan membuka cabang di seluruh kota di Jerman.

Hal ini juga diikuti oleh kawan-kawannya seperti Xiao dengan gaji 5,5 juta euro per tahun dan Stefan Levin dengan 16 juta euro per tahun. Jika menengok fakta seperti ini, pemain muda mendapat kesempatan bermain di level atas dan gaji yang berlimpah. Pantas bukan bahwa, “Semua akan Bayern pada waktunya”? Entah di kartun atau di dalam kenyataan sekalipun.

BACA JUGA 4 Hal yang Sebaiknya Dilakukan Manchester United dan Ini Serius dan tulisan Gusti Aditya lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 16 Oktober 2020 oleh

Tags: bayern munchenSchneidertsubasa
Gusti Aditya

Gusti Aditya

Pernah makan belut.

ArtikelTerkait

Bayern Munchen Memakukan Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona 8-2! MOJOK.CO

Mau Meniru Strategi Bayern Munchen? Tidak Semudah Itu, Marno

10 September 2020
Daripada Coach Kira, Tsubasa Cocoknya Dilatih oleh Sajuri Sahid Saja!

3 Jurus Captain Tsubasa yang Nggak Bakalan Lolos VAR

13 November 2020
Bayern Munchen Memakukan Paku Terakhir di ‘Peti Mati’ Barcelona 8-2! MOJOK.CO

Bayern Munchen vs PSG: Efektivitas Taktik Pochettino dan Buruknya Finishing Bayern

8 April 2021
taro misaki captain tsubasa penghasilan karier cerita kekayaan timnas jepang mojok

Menghitung Penghasilan Taro Misaki, Pasangan Emas Tsubasa Ozora yang Beda Nasib

2 Mei 2020
Wawancara dengan Presiden Lazio Indonesia_ Tentang Loyalitas Laziale dan Optimis Dominasi Juventus Bakal Runtuh MOJOK.CO

Kedalaman Skuat Masih Menjadi Momok Lazio

17 Desember 2020
3 Klub yang Haram Dipakai Saat Mabar eFootball

3 Klub yang Haram Dipakai Saat Mabar eFootball

15 September 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

Nasib Peterongan Semarang: Dulu Pusat Cuan, Sekarang Terancam Jadi Kawasan Kumuh

21 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri, alias Menyulitkan Diri Sendiri!

Mahasiswa Akuntansi yang Menghindari Bahasa Inggris Tak Ubahnya Menembak Kaki Sendiri

20 Mei 2026
6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri Mojok.co

Mal-Mal Jombang Kelewat Jadul Bikin Warlok Lebih Senang Ngemal di Mojokerto atau Kediri

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.