Profesi yang Cocok untuk Taro Misaki Seandainya Tidak Jadi Pemain Sepak Bola

Artikel

Seto Wicaksono

Taro Misaki adalah sahabat yang paling bermakna bagi Tsubasa Ozora. Selain bola, tentunya. Chemistry antara Tsubasa dan Misaki bahkan sudah dapat dirasakan satu sama lain ketika kali pertama bertemu, dari satu operan ke operan yang lain. Dari gocekan satu ke gocekan yang lain. Melihat bagaimana ciamiknya mereka berdua bermain bola dari layar kaca, bukan suatu hal yang mengejutkan jika akhirnya julukan “Pasangan Emas” disematkan untuk keduanya.

Sayang seribu sayang, setelah lulus SD, Taro Misaki harus berpisah dengan Tsubasa dan kolega, karena harus mengikuti Bapaknya (yang berprofesi sebagai pelukis) berkelana. Tujuannya ke Perancis. Perpisahan yang tidak membuat Taro Misaki sedih-sedih amat, sebab ia sudah terbiasa dengan cara hidup yang nomaden.

Di Perancis, Taro Misaki tetap bermain sepak bola, hanya saja sendirian. Seperti hilang arah karena kehilangan sosok Tsubasa yang menjadi pasangan emasnya. Misaki tidak bermain di klub mana pun dan statusnya free agent.

Padahal, jika memang Taro Misaki ingin mencoba menekuni profesi lain, sah-sah saja, lho. Apalagi dia memiliki kemampuan yang terbilang cukup mumpuni untuk melakoni beberapa profesi selain menjadi pesepakbola. Kalaupun belum terlalu mahir, bisa dia asah sedikit, karena lingkungan di sekitarnya betul-betul mendukung. Jadi, bisa learning by doing gitu, lah.

Nah, jika Taro Misaki masih belum yakin, kira-kira profesi apa yang cocok untuk dirinya selain menjadi pesepakbola, sini saya kasih masukan biar sampeyan dapat insight.

Berikut profesi yang cocok untuk Taro Misaki selain menjadi pemain sepak bola.

Psikolog

Misaki tipe orang yang sabar, netral, dan jauh dari intrik juga drama. Pembawaannya juga amat sangat kalem. Di dalam, maupun di luar lapangan. Sebijak-bijaknya Tsubasa, ia masih sempat ribut dengan beberapa pemain, seperti Kojiro Hyuga, dan pemain top lainnya. Misaki? Menjadi penengah diantara keributan itu.

Baca Juga:  Benda-benda yang Sering Menghilang Secara Ghoib

“Sudah Tsubasa, tidak perlu dipikirkan! Kau adalah kapten Nankatsu sekaligus kesebelasan Jepang. Jika kau dikeluarkan dari lapangan, semuanya bisa kacau!” Begitu peringatan yang diucapkan Misaki di salah satu pertandingan, saat Tsubasa sedang merasa jengkel dan tidak terima dengan suatu keputusan wasit.

Lantaran memiliki kemampuan untuk menenangkan orang lain, menjadi penengah, sabar menghadapi seseorang, dan sering kali memberi solusi terhadap permasalahan yang ada, Taro Misaki betul-betul cocok menjadi seorang Psikolog ternama.

Pelukis

Saya cukup yakin, Misaki memiliki bakat terpendam dalam hal melukis. Sudah jelas bakat tersebut didapat dari bapaknya yang juga seorang pelukis kenamaan di Jepang, dan sering berkelana ke beberapa kota juga negara. Misaki memang cinta terhadap sepak bola, tapi sesekali dalam beberapa scene, Misaki ketahuan sedang curi-curi pandang ke arah bapaknya yang sedang melukis.

Diam-diam, bapaknya pasti mengajari Misaki teknik dasar dalam melukis. Apalagi, Misaki terbilang cepat dalam menguasai kemampuan baru. Kalaupun ada kesulitan dalam melukis, bisa langsung ditanyakan kepada bapak. Income dari melukis juga terbilang cukup besar, lho. Gimana, Mas Misaki, mau segera alih profesi, nggak?

Travel Vlogger atau Fotografer

Intensitas Misaki dalam bepergian dan nomaden tidak perlu diragukan lagi. Bahkan, sudah menjadi rutinitas yang ia tidak sadari bersama dengan bapaknya. Hal ini tentu tidak boleh disia-siakan, harus dimanfaatkan dan dilihat seberapa besar potensinya untuk mendatangkan cuan. Dalam hal ini, yang paling cocok tentu menjadi travel vlogger.

Perjalanan yang dilakukan Misaki tidak boleh disia-siakan begitu saja. Mau perjalanan dalam atau luar negeri, semuanya punya potensi menghasilkan pundi-pundi. Selain bisa memperkenalkan budaya Jepang juga negara lain kepada khalayak, kan lumayan, Misaki bisa jadi vlogger ternama.

Baca Juga:  Ramadan dan Hal-Hal yang Mendadak Menjadi Spesial

Jika Misaki tidak pede untuk merekam dirinya sendiri dan lingkungan di sekitarnya, saya masih punya cadangan opsi. Tentu Misaki masih layak menjadi fotografer. Memfoto apa pun yang ia temui selama perjalanannya keliling Jepang dan berbagai negara, lalu hasil jepretannya bisa diikutsertakan dalam perlombaan. Dan dalam beberapa waktu ke depan, bisa saja diperjualbelikan.

Itu beberapa opsi dari saya, semisal Mas Misaki ingin beralih dari dunia sepak bola. Beberapa profesi yang saya sebutkan juga bisa jadi kerjaan sampingan, kok, untuk Mas Misaki. Untuk sekadar mengisi waktu luang saja, barangkali sewaktu-waktu, pada waktu yang tidak ditentukan, merasa jenuh bermain sepak bola.

BACA JUGA Menghitung Penghasilan Taro Misaki, Pasangan Emas Tsubasa Ozora yang Beda Nasib dan tulisan Seto Wicaksono lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
2


Komentar

Comments are closed.