Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

Riko Prihandoyo oleh Riko Prihandoyo
21 Juli 2026
A A
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis artikel berjudul “Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!“ Responsnya di luar dugaan. Kolom komentar ramai, bahkan tidak sedikit yang menyanggah pendapat saya. Ada yang bilang Wonogiri lebih identik dengan mi ayam, ada pula yang menilai Malang jauh lebih pantas menyandang predikat kota bakso.

Saya tidak ingin mengulang perdebatan itu. Sebab, belakangan muncul kabar yang menurut saya jauh lebih menarik daripada sekadar saling beradu pendapat di kolom komentar.

ADVERTISEMENT

Wonogiri resmi mendeklarasikan diri sebagai Ibu Kota Mi Ayam Bakso. Deklarasi itu tidak berhenti pada seremoni belaka. Ada festival, ribuan porsi mi ayam bakso dibagikan kepada masyarakat, hingga upaya menjadikan kuliner sebagai bagian dari identitas daerah.

Yang membuat saya tertarik bukan semata-mata nama deklarasinya. Saya justru melihat keberanian Wonogiri mengukuhkan sesuatu yang selama ini memang sudah hidup di tengah masyarakat. Selama bertahun-tahun, para perantau Wonogiri dikenal membuka usaha mi ayam dan bakso di berbagai kota. Kini, pemerintah daerah mencoba merawat identitas itu agar tidak berhenti sebagai cerita dari mulut ke mulut.

Pada titik ini, saya merasa Malang harusnya mulai berpikir ulang atas strateginya dan melihat keberanian Pemerintah Wonogiri dalam bertindak.

Maksud saya, siapa sih yang tak kenal bakso Malang? Hampir seluruh kota di negara ini ada bakso Malang. Nama besarnya terbentuk sejak lama, imajinasi atas makanannya terbentuk sejak dahulu kala. Tapi reputasi tak selalu membawamu ke titik yang begitu jauh.

Wonogiri melakukan sesuatu, sedangkan Malang, tidak

Di tengah persaingan antardaerah yang semakin gencar membangun identitas melalui festival, agenda budaya, hingga promosi wisata, saya kira membiarkan reputasi bekerja sendiri itu sulit diterima

Wonogiri menunjukkan bahwa identitas kuliner perlu dianggap serius. Mereka memilih mengukuhkannya lewat langkah yang nyata. Mau setuju atau tidak dengan deklarasi itu, setidaknya Wonogiri berhasil membuat orang kembali membicarakan daerahnya.

Baca Juga:

Warung Tacibay adalah jawaban ketika mahasiswa Malang memasuki tanggal tua

Bakso Malang minggir dulu, status makanan khas Malang mending kasihin ke tempe mendol yang endul itu

Sekarang, bandingkan dengan Malang.

Nama bakso Malang memang sudah sangat kuat. Tapi, jelas, kekuatan tersebut muncul dari masyarakat yang menyebarkannya ke penjuru negara. Langkah konkretnya sih, belum ada.

Bukan berarti Malang harus ikut-ikutan membuat deklarasi hanya karena Wonogiri melakukannya. Akan tetapi, rasanya sayang jika daerah yang begitu identik dengan bakso justru terlihat terlalu nyaman mengandalkan reputasi yang sudah ada.

Dalam dunia pemasaran, nama besar saja sering kali tidak cukup. Banyak merek yang sudah terkenal tetap beriklan setiap hari. Mereka sadar bahwa dikenal masyarakat hari ini bukan jaminan akan terus diingat pada masa depan.

Belajarlah dari Kota Gaplek

Festival kuliner, penguatan identitas, hingga agenda tahunan bukan sekadar kegiatan seremonial. Semua itu bisa menjadi cara memperkenalkan budaya lokal, menggerakkan UMKM, menarik wisatawan, sekaligus memperkuat citra daerah.

Oleh karena itu, saya justru melihat deklarasi Wonogiri sebagai pengingat bagi daerah lain. Bukan hanya Malang, tetapi juga kota-kota yang selama ini memiliki kuliner ikonik. Identitas yang dibiarkan berjalan sendiri lama-kelamaan bisa kehilangan momentum, sementara daerah lain terus bergerak membangun citranya.

Saya tetap mengakui bahwa bakso Malang memiliki tempat yang sangat kuat di hati masyarakat Indonesia. Julukan itu lahir bukan tanpa alasan. Namun, justru karena namanya sudah sebesar itu, saya berharap Malang tidak hanya puas menjadi daerah yang “semua orang juga sudah tahu”.

Sebab, sejarah menunjukkan bahwa dikenal lebih dulu tidak selalu berarti akan terus menjadi yang paling diingat.

Wonogiri sudah mengambil langkah dengan mengukuhkan identitas kulinernya. Kini pertanyaannya tinggal satu: apakah Malang akan ikut menunjukkan keseriusannya menjaga nama besar kulinernya, atau tetap yakin reputasi lama sudah cukup bekerja sendiri dan membiarkan Wonogiri bertakhta lebih lama?

Penulis: Riko Prihandoyo
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Sebagai Orang Wonogiri, Saya Mengakui Bakso Malang Memang Enak, dan Nggak Perlu Dibandingkan dengan Bakso Wonogiri

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 21 Juli 2026 oleh

Tags: bakso Malangbakso wonogiriMalangmie ayam wonogiriWonogiri
Riko Prihandoyo

Riko Prihandoyo

Bekerja membantu usaha orang lain sambil menempuh pendidikan di Universitas Terbuka. Menulis ketika suasana hati memberi ruang, sembari terus belajar menyemangati diri sendiri.

ArtikelTerkait

5 Hal yang Bikin Orang Jawa Timur Culture Shock Saat Pergi ke Bulukerto Wonogiri

5 Hal yang Bikin Orang Jawa Timur Culture Shock Saat Berkunjung ke Bulukerto Wonogiri

13 September 2024
Mie Ayam Goreng, Varian Mie Ayam Paling Sia-sia dan Tidak Diperlukan Mojok.co

Mie Ayam Goreng, Varian Mie Ayam Paling Sia-sia dan Tidak Diperlukan

15 Agustus 2025
Culture Shock Warga Cepu Pindah ke Malang, Banyak Orang Ngomong Kebolak-balik dan “Kasar” Mojok.co Surabaya

Malang Memang Sekarang Panas, tapi Tetap Lebih Nyaman daripada Merantau di Surabaya 

8 Juli 2026
4 Pantai di Malang Sebaiknya Dihindari Wisatawan yang Baru Pertama Kali Berkunjung karena Perlu Persiapan Matang Mojok.co

4 Pantai di Malang Ini Sebaiknya Dihindari Wisatawan yang Baru Pertama Kali Berkunjung karena Perlu Persiapan Matang

3 Juli 2025
4 Hal Nggak Menyenangkan di Malang yang Bikin Wisatawan Kapok Datang

4 Hal Nggak Menyenangkan di Malang yang Bikin Wisatawan Kapok Datang

5 November 2025
Banyuwangi di Mata Orang Malang: Bebas Parkir Liar, Nggak Seseram yang Dibilang Orang

Banyuwangi di Mata Orang Malang: Bebas Parkir Liar, Nggak Seseram yang Dibilang Orang

2 Februari 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Takut ke Puskesmas karena malas hadepin antrean panjang (Unsplash)

Pergi ke Puskesmas itu tidak menakutkan, yang menakutkan menghadapi antrean panjang dan tidak tahu harus bertanya kepada siapa

10 Agustus 2026
Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur Mojok.co

Pemilik kos nggak problematik, fasilitas yang seharusnya tercantum dalam brosur

8 Agustus 2026
Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang kalah sama Indomaret (Wikimedia Commons)

Kopdes mending jualan jasa aja ketimbang jualan barang entar pasti kalah sama Indomaret

7 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama Mojok.co

Seni bertahan hidup di desa, wajib ikut mengantar jenazah ke kuburan dan takziah kalau nggak mau jadi musuh bersama

6 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.