Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Kicikan, Kuliner Khas Gunungkidul yang Layak Dikenal Banyak Orang, biar Taunya Nggak Cuma Belalang Goreng

Jevi Adhi Nugraha oleh Jevi Adhi Nugraha
28 April 2025
A A
Kicikan, Kuliner Khas Gunungkidul yang Layak Dikenal Banyak Orang, biar Taunya Nggak Cuma Belalang Goreng

Kicikan, Kuliner Khas Gunungkidul yang Layak Dikenal Banyak Orang, biar Taunya Nggak Cuma Belalang Goreng (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Mendengar kuliner khas Gunungkidul, tentu yang terlintas di kepala adalah belalang goreng dan bakmi Jawa. Nyaris setiap kali bertemu dengan kawan luar daerah, kedua makanan itu yang acap ditanyakan. Padahal banyak banget santapan asli dari Bumi Handayani yang mantap dan nggak kalah ngangeni. Salah satunya kicikan.

Kalau kalian baru mendengar nama kicikan, saya sangat maklum. Pasalnya, kuliner khas Gunungkidul ini memang nggak banyak disorot media. Selain itu, keberadaan penjual kicikan juga nggak semudah menemukan warung bakso atau mi ayam yang berjejal di pinggir jalan. Maka dari itu, rasanya saya perlu ngasih tahu atau mengingatkan ke khalayak umum kalau Gunungkidul nggak cuma punya bakmi atau belalang goreng doang, tapi juga memiliki kicikan.

Kicikan: saudara kembar tongseng, tapi beda cara penyajian

Sederhananya, kicikan adalah kuliner khas Gunungkidul yang terbuat dari tetelan/jeroan kambing atau sapi. Jeroan itu dicacah-cacah sedemikan rupa, kemudian direbus beberapa menit sebelum ditumis dengan bumbu kicik. Adapun bumbu kicik yang saya maksud adalah campuran bahan-bahan seperti kaldu rebusan daging, bawang merah, bawang putih, kemiri, lada, daun salam, ketumbar, gula merah, dan lainnya.

Sekilas, kuliner satu ini mirip seperti tongseng. Bahkan bisa dibilang saudara kembar. Bedanya terletak pada bahan dan cara penyajiannya. Kalau tongseng biasanya menggunakan bahan utama daging pilihan, lalu disajikan di atas piring dengan pelengkap cabai rawit utuh. Sedangkan kicikan pakai bahan utama jeroan yang disajikan/dibungkus menggunakan daun jati dengan pelengkap sambal bawang.

Kuliner khas Gunungkidul yang rasanya mantap betul

Kicikan memiliki cita rasa yang begitu khas. Perpaduan rasa gurih, pedas, serta teksturnya yang lembut bikin kuliner khas Gunungkidul satu ini sangat cocok disantap bersama nasi liwet atau thiwul. Apalagi kalau dicocol sambal bawang, beh benar-benar menggoda dan mantap.

Kuliner berbahan dasar jeroan ini juga cocok dijadikan camilan. Ya, di Gunungkidul nggak jarang kicikan dijadikan “teman” wedhangan atau ngeteh. Cara menyantapnya juga cukup unik. Kita bisa mengambil kicikan itu dengan bithing (tusuk lidi) dengan cara menusukkannya ke daging, lalu menyantapnya. FYI, biasanya penjual sudah menyediakan tusuk lidi di dalam bungkusan daun jati itu, lho. Jadi, nggak perlu repot nyari sapu lidi buat nusuk-nusuk kuliner khas Gunungkidul ini.

Percayalah, menyantap makanan yang dibungkus daun jati itu lebih nikmat dan mantap. Serius, ada sensasi rasa yang susah didapatkan ketika kita makan kuliner yang diletakkan di atas piring. Perpaduan cita rasa gurih manis kicikan dengan aroma khas daun jati yang menyatu, benar-benar bikin nagih. Nggak percaya? Silakan meluncur ke Gunungkidul!

Kicikan lumayan susah ditemukan

Sayangnya, kini penjual kicikan di Gunungkidul semakin jarang dijumpai. Nggak seperti bakmi Jawa yang bertebaran di sepanjang jalan, kuliner satu ini hanya tersedia di beberapa wilayah atau tempat, khususnya di pasar tradisional. Itupun makanan ini hanya ditemukan pada hari atau pasaran tertentu saja.

Baca Juga:

Sebagai warga Jogja, pantai Bantul lebih menarik untuk dikunjungi dibanding pantai Gunungkidul

Warteg Comfort Food Perantau Kabupaten di Jakarta, Rasa Familier dan Harga Terjangkau

Setidaknya ada beberapa pasar di Gunungkidul yang saya tahu menjual kicikan, yaitu pasar di Kapanewon Karangmojo dan Ponjong. Di wilayah Karangmojo, kalian bisa berkunjung ke Pasar Wonotoro, Pasar Pahing, dan Pasar Wage. Sedangkan di Ponjong, silakan datang ke Pasar Karangijo, setiap pasaran Legi dan Pon.

Ingat, kalian bisa menemukan penjual kicikan di pasar tersebut saat hari/pasaran tertentu saja, lho. Jadi sebelum berangkat, pastikan mengecek kalender Jawa yang ada hari pasarannya terlebih dahulu supaya nggak kecelik.

Biasanya, para penjual kicikan di Gunungkidul akan menaruh olahan jeroan itu di dalam tenggok. Ketika ada yang mau membeli, penjual akan mengambil daun jati, lalu menyendok beberapa cacahan kicikan, dan membungkusnya. Nah, untuk sebungkus kicikan dijual mulai dari Rp5 ribuan. Kalau mau pesan lebih juga boleh, silakan.

Nggak setenar bakmi Jawa

Seiring berjalannya waktu, kuliner khas Gunungkidul ini kian tersingkirkan. Popularitasnya nggak seperti belalang goreng atau bakmi Jawa yang kondang di mana-mana. Bahkan, penjual kicikan yang ada di Gunungkidul sekarang pun juga seperti turun-temurun dari orang tua atau keluarganya. Nyaris nggak ada generasi muda yang benar-benar dari nol membuka usaha kicikan.

Terlepas dari itu, kicikan tetap menjadi salah satu olahan daging khas Gunungkidul yang memiliki cita rasa enak, unik, dan autentik. Kuliner ini bisa jadi alternatif buat para pencinta olahan daging. Yang bosan dengan menu makan itu-itu saja, silakan tancap gas ke tanah kelahiran saya dan rasakan sendiri sensasi kicikan yang mantap jiwa!

Rahayu para penjual kicikan di pasar tradisional Gunungkidul!

Penulis: Jevi Adhi Nugraha
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA 5 Rekomendasi Soto Gunungkidul Paling Enak dan Autentik, Jaminan Mantap!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 April 2025 oleh

Tags: Gunungkidulkicikankuliner gunungkidulkuliner khas gunungkidul
Jevi Adhi Nugraha

Jevi Adhi Nugraha

Lulusan S1 Ilmu Kesejahteraan Sosial UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta yang berdomisili di Gunungkidul.

ArtikelTerkait

4 Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Gunungkidul dari Kacamata Saya Warga Lokal Mojok.co

4 Orang yang Nggak Cocok Tinggal di Gunungkidul dari Kacamata Saya Warga Lokal

17 Mei 2025
Jenang Dawet, Kuliner Tradisional Khas Gunungkidul yang Nggak Setenar Nasi Tiwul Terminal Mojok

Jenang Dawet, Kuliner Tradisional Khas Gunungkidul yang Nggak Setenar Nasi Tiwul

17 Mei 2022
Sambatan Warga Gunungkidul: Lamanya Durasi Perbaikan Jalan di Bukit Bintang Bikin Warga Harus Ngelus Dada Tiap "Turun Gunung"

Sambatan Warga Gunungkidul: Lamanya Durasi Perbaikan Jalan di Bukit Bintang Bikin Warga Harus Ngelus Dada Tiap “Turun Gunung”

4 November 2023
5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Gunungkidul yang Wajib Dikunjungi

5 Rekomendasi Tempat Berburu Takjil di Gunungkidul yang Wajib Dikunjungi

3 April 2022
5 Kuliner khas Gunungkidul yang Wajib Dicicipi selain Thoplek Peli terminal mojok.co

5 Kuliner khas Gunungkidul yang Wajib Dicicipi selain Thoplek Peli

1 Februari 2022
Drini Park Gunungkidul Ilegal. Izin Belum Lengkap Udah Buka Aja!

Drini Park Gunungkidul Ilegal. Izin Belum Lengkap Udah Buka Aja!

27 Mei 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jangan Ngotot Ambil KPR kalau Belum Siap Finansial dan Mental Mojok.co

Setelah akad KPR rumah, saya baru sadar bahwa beli rumah bukannya jadi solusi, tapi justru jadi masalah baru

1 Agustus 2026
Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

Kalau kamu pekerja dengan gaji UMK dua juta rupiah, masa depan cerah itu hanyalah bualan sampah

7 Agustus 2026
Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah  Mojok.co

Nasib perempuan usia 20 tahunan di desa, dianggap sudah tua dan dipaksa menikah 

7 Agustus 2026
Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

Punya tetangga yang suka nyetel musik keras-keras itu adalah ujian hidup paling berat

4 Agustus 2026
Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

Nasib Stasiun Tegalluar, stasiun megah, tapi jauh dari peradaban, kalah ramai dari Padalarang

5 Agustus 2026
Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering Mojok

Andai duit bukan masalah, saya mau merintis usaha katering rumahan

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.