Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

5 Keanehan Lokal Jogja yang Nggak Pernah Saya Temukan di Semarang tapi Malah Bikin Bahagia

Paula Gianita Primasari oleh Paula Gianita Primasari
5 Mei 2026
A A
5 Keanehan Lokal Jogja yang Bikin Kaget Orang Semarang (Wikimedia Commons)

5 Keanehan Lokal Jogja yang Bikin Kaget Orang Semarang (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Lama hidup di Semarang dan mendadak harus balik menetap di Jogja itu rasanya aneh. Saya merasa seperti ada yang memaksa melakukan sinkronisasi frekuensi. 

Saya menghabiskan masa kecil di Kota Pelajar. Namun tetap saja, pemikiran saya sering bentrok dengan budaya lokal saat kembali menginjakkan kaki di sini sebagai orang dewasa. Terkadang, saya merasa seperti alien yang salah titik koordinat saat mendarat.

Nah, ada beberapa kejadian unik bila saya menilik menggunakan kacamata warga Semarang. Apa saja yang orang Jogja anggap wajar, justru menjadi teka-teki besar yang bertengger di kepala saya. 

Namun, kesenjangan inilah yang akhirnya memancing tawa sekaligus ruang refleksi. Ringkasnya, setiap tempat memiliki aturan main sendiri yang begitu kuat dan spesial hingga selalu berhasil memantik rasa rindu.

BACA JUGA: Jogja Bikin Betah, tapi Kalau Mau Jadi Pekerja yang Tahan Banting dan Sukses, Mending Kerja di Semarang

#1 Orang Semarang menantang standar higienis demi kelezatan sate yang ditusuk jeruji

Sate yang saya tahu itu ditusuk pakai bambu. Namun di Jogja, ada kuliner khas yang menyajikan sate dengan tusukan jeruji sepeda. Bagi orang awam, metode pengolahan sate klatak ini jelas menabrak pakem kebersihan.

Herannya, saat saya cicipi, daging sate dengan bumbu sangat sederhana tersebut malah menyodorkan kenikmatan yang nggak pernah saya jumpai di Semarang. Logam panas ini justru menjadi konduktor jenius yang menghantarkan suhu sampai ke inti daging. 

Hasilnya? Rasa gurih, asin, dan juicy yang melampaui bayangan saya soal sedapnya sate selama ini.

Baca Juga:

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

5 Realitas Pahit Hidup di Semarang yang Tidak Muncul dalam Brosur

#2 Inovasi bakso kubis di Jogja yang sukses bikin saya sampai melahap sampai habis

Bagi lidah warga Semarang, kehadiran tumpukan kubis mentah di dalam mangkok bakso panas adalah sebuah keganjilan yang sangat mencurigakan. Siapa sangka, pertemuan absurd saya dengan bakso legendaris di kawasan Kridosono ini justru memberikan dimensi tekstur baru yang sangat istimewa di tengah gurihnya kaldu. 

Ternyata, gebrakan sederhana bin nyeleneh ini sanggup melahirkan rasa yang bikin saya menyerah. Saya bahkan melahapnya sampai tandas.

#3 Belalang goreng, bukti bahwa protein nggak melulu dari ayam dan sapi

Di Jogja, belalang naik kelas menjadi komoditas kuliner yang bikin dahi orang luar mengernyit sekaligus penasaran. Mengunyah belalang atau walang goreng yang renyah dan gurih ini adalah cara paling efisien memenuhi asupan protein bagi tubuh.

Mulanya memang lantaran tuntutan ekonomi. Lambat laun, malah jadi kuliner khas yang diminati. Meski terdengar ekstem, kearifan lokal tersebut menjadi bukti bahwa sesuatu yang dianggap mengganggu pun bisa menjadi sajian bernilai budaya jika ditangani dengan mentalitas orang Jogja.

#4 Paradoks burjo yang “aneh” di mata orang Semarang

Burjo di Jogja adalah sebuah “kebohongan publik” yang paling diterima dengan ikhlas oleh semua orang. Sebagai orang Semarang, yang saya pahami, burjo itu akronim dari bubur kacang hijau. Pikir saya, tentu penjualnya menjajakan bubur kacang hijau.

Kocaknya, daftar pesanan yang paling sering keluar adalah aneka olahan mie instan dengan berbagai modifikasi. Fakta ini bikin saya terkekeh. 

Soalnya, di Semarang, tempat semacam ini lebih jujur menyebut dirinya “Warmindo”, sebuah plesetan pendek dari “warung Indomie”.

BACA JUGA: 5 Hal yang Bikin Saya Menderita ketika Pindah dari Jogja ke Semarang

#5 Anomali geografis, wisata pantai di Jogja yang terletak di “gunung”

Mungkin, hanya di Jogja seseorang harus “mendaki gunung dan melewati jalanan berkelok tajam” demi bisa bertemu dengan ombak laut selatan. Situasi ini pastinya jadi misteri bagi penduduk pesisir Semarang macam saya. Dari nalar saya, laut mestinya ada di dataran rendah.

Namun, kesombongan logika saya luntur seketika ombak dan pasir putih menyambut saya di deretan pantai kawasan Gunungkidul. Nyatanya, area ini dulunya memang dasar laut. Saya jadi sadar buat nggak petentang-petenteng lantaran menyandang predikat penghuni kota pelabuhan, lantas semaunya memukul rata orisinalitas pantai di setiap tempat.

Rangkaian keanehan khas Jogja tadi sukses menampar kekakuan yang saya pikul dari Kota Atlas. Sesekali meresapi kehidupan ala warga lokal itu wajib kalau mau tinggal di sana. Paling nggak, pengalaman ini bikin saya sadar bahwa rumah bukan hanya titik saya berasal, tapi juga tempat di mana saya belajar menertawakan kedangkalan diri sendiri.

Penulis: Paula Gianita Primasari

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA 4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 5 Mei 2026 oleh

Tags: belalang gorengburjoGunungkidulJogjaKota AtlasKota pelajarpantai gunungkidulrekomendasi bakso jogjaSate Klatak Jogjasate klatanSemarangwarmindo
Paula Gianita Primasari

Paula Gianita Primasari

Mahasiswa doktoral UNDIP jurusan Manajemen Pemasaran asal Semarang.

ArtikelTerkait

5 Rekomendasi Hotel Terdekat dari Simpang Lima Semarang yang Pasti Nyaman

5 Rekomendasi Hotel Terdekat dari Simpang Lima Semarang yang Pasti Nyaman

4 April 2022
Titik Nol Jogja: Tempat Terbaik Wisatawan untuk Menonton Kemacetan dan Keruwetan Hidup Warga Jogja Mojok.co

Nol Kilometer Jogja: Titik Terbaik bagi Wisatawan Mengenal Kacaunya Kota Jogja

15 Februari 2024
Kabupaten Pati dan “3 Dosa” yang Membuat Saya Malas Pulang (Unsplash)

Rindu Pulang ke Kabupaten Pati, tapi Jalan Rusak, Banjir Rob, dan Pengendara Ugal-ugalan Bikin Malas Mudik

16 September 2023
Solo dan Jogja Nggak Cocok untuk Frugal Living, Mending ke Delanggu Aja! Mojok.co

Solo dan Jogja Nggak Cocok untuk Frugal Living, Mending ke Delanggu Aja! 

24 Januari 2026
5 Hal yang Membuat Orang Jember Iri sama Jogja (Unsplash)

5 Hal yang Membuat Orang Jember Iri sama Jogja

14 Juli 2023
 Terminal Janti: Gerbang untuk Pulang, Rindu, dan Patah Hati di jogja flyover janti

Terminal Janti: Gerbang untuk Pulang, Rindu, dan Patah Hati

12 Mei 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Sebelum KKN, Pahami bahwa Hal-Hal Menyebalkan dalam KKN yang Kebanyakan Datang dari Teman Satu Posko

14 Juni 2026
Andai Suzuki Burgman Street 125 Ganti Logo Jadi Honda, Pasti Laris di Indonesia

Saya Kira Orang Bilang Suzuki Burgman Jelek Itu Cuma Lebay, ternyata Memang Sejelek Itu

9 Juni 2026
Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma Mojok.co

Pengalaman Pertama Merantau Kerja di Jakarta: Empat Hari Bolak-balik Tangsel-Jaktim Sudah Trauma

14 Juni 2026
Soal Budaya Makan, Jawa Miskin Mengenaskan di Depan Sumatra (Unsplash)

Sebagai Orang Jawa, Saya Merasa Miskin saat Tahu Orang Sumatra Tak Bisa Makan tanpa Lauk Ikan

13 Juni 2026
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

13 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.