Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Hidup di Kotabaru Jogja Itu Enak, Sampai Kamu Coba Menyeberang Jalan, Ruwet!

Keysha Rizky Fadilla oleh Keysha Rizky Fadilla
28 April 2026
A A
Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata (Biro Wisata Jogja)

Share on FacebookShare on Twitter

Orang-orang mungkin mengenal Kotabaru sebagai kawasan elitenya Jogja. Ada yang ingat karena bangunan cagar budaya yang berdiri kokoh di kawasan ini. Ada juga yang melihatnya sebagai pusat kuliner dan tren yang terus berkembang, cafe yang terus bermunculan, tempat-tempat nongkrong yang makin hari makin ramai.

Tapi dari semua itu, mungkin banyak yang bertanya: Sebenernya hidup di kawasan “elite” seperti Kotabaru Jogja tuh enak nggak sih?

Sebagai seseorang yang menghabiskan sebagian besar waktu di kawasan ini, kalau ditanya enak atau tidak saya akan menjawab: Enak tapi ya nggak sesederhana itu.

Secara lokasi, nggak perlu didebat kalau lokasinya benar-benar enak karena ada di jantungnya Jogja. Sekilas, dalamnya juga nyaris sempurna. Mau makan atau nongkrong? Banyak. Cari buku tinggal pilih mau ke Togamas atau Gramedia Sudirman yang ikonik itu. Butuh rumah sakit tinggal ke RS Bethesda atau RS DKT Dr. Soetarto. Mau naik transum? Ada halte TransJogja sama Stasiun Lempuyangan (ya walau nggak termasuk Kotabaru tapi masih dekat lah).

BACA JUGA: Kotabaru, Permukiman Orang-orang Eropa yang Dibangun Bukan dengan Patokan Arah Angin

Belum lagi soal trotoar. Walau kedengarannya sangat sepele, tapi manfaatnya bagi pejalan kaki seperti saya sangat terasa. Trotoar di sepanjang kawasan ini lebar, relatif bersih, dan cukup aman bagi para pejalan kaki dari pengendara nakal. Memang bare minimum sih, tapi ironisnya belum banyak trotoar di Jogja yang sebagus dan selayak trotoar di Kotabaru, paling yang lebih bagus hanya di Malioboro karena merupakan pusat wisata.

Dari beberapa hal yang saya jabarkan memang Kotabaru terasa sangat ideal bukan? Tapi makin lama saya sadar bahwa kenyamanan dan keamanan yang ada tidak datang tanpa konsekuensi.

Kotabaru Jogja macet!

Masalah pertama adalah masalah paling klise yang ada di zaman sekarang: Macet. Walaupun jumlah lampu merah di sini bisa dihitung dengan jari, tapi tidak bikin kawasan ini terhindar dari kemacetan. Terlebih di jam berangkat atau pulang kerja, kemacetannya bisa mengular ke seluruh kawasan. Cukup ironis bagi kawasan yang seharusnya serba dekat dan cepat, tapi orang-orang harus diam cukup lama hanya karena macet.

Baca Juga:

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

Long Weekend Itu Memang Menyenangkan, kecuali untuk Warga Jogja

Karena kawasan ini sering macet dan padat, maka ada hal sederhana yang sulit dilakukan: Menyeberang jalan.

Mungkin di gang-gang kecil Kotabaru Jogja, menyeberang jalan sangat mudah, tetapi di jalan utama seperti Jalan Suroto, Jalan Abu Bakar Ali, dan Stadion Kridosono menyeberang adalah masalah besar. Menyeberang di sini tidak sesederhana berpindah dari satu sisi ke sisi lain tapi juga tentang menunggu, memperkirakan, dan sedikit pasrah dengan ramainya jalanan yang sering kali tidak mau memberi sedikit rasa iba kepada para pejalan kaki.

Masalah sampah

Belum lagi masalah soal sampah. Di samping deretan toko bunga persis, ada satu tempat penampungan sampah yang bisa menampung puluhan ton sampah. Tumpukan sampah yang meluber, bau yang menyengat berdampingan langsung dengan tempat yang menjual keindahan dan bau yang harum. Hal ini tentu kontras dengan citra Kotabaru sebagai kawasan “elite” di Jogja.

Kotabaru Jogja memang paket lengkap, nyaman, strategis pula. Akan tetapi di saat yang sama Kotabaru juga menunjukkan bahwa semua kemudahan tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas hidup yang ideal.

Trotoarnya mungkin lebar, tetapi untuk menyeberang tetap susah. Dekat ke mana-mana dan transum yang memadai tetap saja kan terjebak kemacetan. Kawasannya terkenal elite dan tata kota yang rapi tapi masih berkutat dengan masalah dasar seperti sampah.

Jadi ya akhirnya saya sadar kalau hidup di kawasan “elite” bukan berarti hidup tanpa masalah, tetapi masalahnya hanya dibungkus lebih rapi. Kalau kamu? Masih mau coba hidup di Kotabaru?

Penulis: Keysha Rizky Fadilla
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Kotabaru Jogja, Kawasan Pemukiman Belanda yang Punya Fasilitas Lengkap, yang Sekarang Bersolek Jadi Tempat Wisata

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 28 April 2026 oleh

Tags: Jogjakotabaru jogjaStadion Kridosono
Keysha Rizky Fadilla

Keysha Rizky Fadilla

ArtikelTerkait

Klaten

Klaten, Kota Indah yang (Sialnya) Terjepit Jogja dan Solo

9 November 2021
ha milik tanah klitih tingkat kemiskinan jogja klitih warga jogja lagu tentang jogja sesuatu di jogja yogyakarta kla project nostalgia perusak jogja terminal mojok

Klitih di Jogja: Akibat dari Mental Chauvinis dan Maskulinitas ala Feodal

9 Agustus 2021
5 Derita Jadi Penglaju Muntilan-Jogja Mojok.co

5 Derita Jadi Penglaju Muntilan-Jogja

20 September 2024
8 Ciri Warung Nasi Pecel yang Sudah Pasti Tidak Enak (Shutterstock)

8 Ciri Warung Nasi Pecel yang Sudah Pasti Tidak Enak dan Cukup Sekali Saja Dikunjungi

18 Oktober 2025
Saking Ndesonya Soal Jogja, Saya Pernah Beli Pecel di Angkringan terminal mojok.co

Perbedaan Mendasar Daerah Istimewa Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Yogya, dan Jogja

30 Januari 2021
Memahami Sultan Ground: Keistimewaan Jogja yang Ruwet dan Penuh Intrik tamansari

Memahami Sultan Ground: Keistimewaan Jogja yang Ruwet dan Penuh Intrik

15 Oktober 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung” yang Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman Mojok.co

Beasiswa PPA Penyelamat Mahasiswa “Tanggung”: Terlalu Kaya untuk Bidikmisi, tapi Terlalu Miskin untuk Kuliah dengan Nyaman

12 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Pernah Menyetir Mobil Adalah Red Flag Sesungguhnya di Jalan Raya Mojok.co

Fortuner dan Pajero Memang Arogan, tapi Pemotor yang Nggak Paham Logika Nyetir Mobil Lebih Red Flag di Jalan Raya

14 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

Pantai Glagah Disebut Bali-nya Jogja, dan Saya Tidak Tahu Harus Senang atau Khawatir

15 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.