Mojok
KIRIM ARTIKEL
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Sekolahan
    • Sehari-hari
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Catatan
    • Urban
    • Bidikan
    • Jagat
    • Suara Bawah Tanah
    • Eksplor
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Logo Mojok
Kirim Artikel
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal
Beranda Kilas Hiburan

Kotabaru, Permukiman Orang-orang Eropa yang Dibangun Bukan dengan Patokan Arah Angin 

Ardhias Nauvaly Azzuhry oleh Ardhias Nauvaly Azzuhry
1 Juli 2023
A A
Kotabaru, Permukiman Orang-orang Eropa yang Dibangun Bukan dengan Patokan Arah Angin 

Salah satu pertunjukan di Kotabaru Avond Fest di kawasan Kotabaru, Kota Jogja, Jumat (30/6/2023). (Ardhias Nauvaly/Mojok.co)

Bagikan ke WhatsAppBagikan ke TwitterBagikan ke Facebook

MOJOK.CO – Kawasan Kotabaru di Yogyakarta awalnya merupakan permukiman orang-orang Eropa yang mulai dibangun pada tahun 1917-1920. Berbeda dengan konsep tata kota di Yogyakarta tradisional yang menggunakan patokan arah angin, Kotabaru menggunakan konsep konsentris atau melingkar. 

Pesona Kotabaru ini yang oleh Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta munculkan kembali melalui Kotabaru Avond Fest di sepanjang jalan I Dewa Nyoman Oka, Jumat (30/6/2023). Festival yang berlangsung dari sore ini diisi dengan ragam kegiatan mulai dari diskusi sejarah, dansa, sampai jazz jalanan.

Iklan

Caesaria Eka Yulianti, Kepala Bidang Industri Pariwisata Kota Yogyakarta, mengutarakan empat pilar Kotabaru  sebagai kawasan cagar budaya, antara lain: sejarah, garden city, premium, dan wisata malam. “Keempat pilar itulah menjadi sajian utama dalam festival ini,” kata Cesaria. 

Dari sisi sejarah, ada diskusi yang menceritakan Kotabaru dari beragam sisi. Pembicaranya ada Inajati Adrisijanti (pensiunan Guru Besar Arkeologi UGM), Romo Haruno Suryokusumo (Pastur pada Kolese St. Ignatius Kotabaru), dan Aprizal Apriandi (pemilik bangunan cagar budaya di Kotabaru). 

Perancang Kotabaru adalah Thomas Karsten yang juga arsitek dari Pasar Johar Semarang, Stasiun Solo Balapan, dan beberapa kawasan di Batavia. Sang arsitek mengusung konsep garden city dengan tata kota konsentris atau melingkar. Berbeda dengan tata kota Yogyakarta tradisional yang menggunakan patokan arah mata angin. 

Munculkan kembali garden city dalam bentuk Kotabaru Avond Fest

Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta coba memunculkan kembali konsep tata kota gardern city Kotabaru dalam bentuk festival. Di bawah pohon-pohon rindang bulevar, berjejer kios-kios jajanan yang menjual mulai jajanan elit seperti roti Prancis hingga jajanan pasar seperti jenang. 

Ada pula yang jualan kain etnik, kopi, dan buku. Uniknya, kios-kios ini dinamai sesuai situs kolonial yang ada di Jogja seperti Loji Kecil dan Loji Marlborough.

Seperti di taman, anak-anak pun bebas bermain. Festival yang konsepnya seperti hajatan komplek dengan menutup ruas jalan ini juga ramai oleh bocah-bocah yang berlarian kesana kemari. Bahkan, beberapa di antaranya pede saja berjoget di depan panggung utama, di hadapan penonton dan tamu undangan berkostum Indis dan Jawa.

Salah satu anak itu adalah Sulton. Dia datang bersama bapaknya, Igo, penampil badut asal Kotagede. Sulton, dengan boneka kapibaranya, mondar-mandir menemani bapaknya yang beratraksi di Kotabaru. Ketika Igo istirahat, Sulton belum habis tenaga. Sampai beberapa kali Igo geleng-geleng kepala.

Igo, alumnus Manajemen UPNVY angkatan 1996, senang dengan acara ini. Selain karena dia dapat kerja, festival ini mengingatkan kita perlunya ruang terbuka untuk rekreasi. “Sekarang ruang terbuka seperti lapangan dan sawah sudah habis karena pembangunan,” keluhnya.

Untuk dua pilar sisanya, premium dan wisata malam, festival ini berupaya membuka jalan Kotabaru menjadi penyeimbang Malioboro yang sudah begitu padat. Pernyataan ini dikeluarkan oleh Zandaru, Sekretaris Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta. 

Reporter: Ardhias Nuavaly Azzuhry
Editor: Agung Purwandono

BACA JUGA Padat Padahal Masih Undangan, Beginilah Cara ArtJog 2023 ‘Balas Dendam’ Total

Cek berita dan artikel lainnya di Google News

Terakhir diperbarui pada 1 Juli 2023 oleh

Tags: Kotabarupermukiman belanda
Ardhias Nauvaly Azzuhry

Ardhias Nauvaly Azzuhry

Magang Mojok

Artikel Terkait

Mengenal Abu Bakar Ali dan Pejuang Lain yang Gugur hingga Diabadikan Jadi Nama Jalan di Jogja MOJOK.Co

Mengenal Abu Bakar Ali dan Pejuang Lain yang Gugur hingga Diabadikan Jadi Nama Jalan di Jogja

6 Oktober 2023
Sejarah Stadion Kridosono, Eks Markas PSIM Yogyakarta yang Terancam Punah MOJOK.CO

Sejarah Stadion Kridosono, Eks Markas PSIM Yogyakarta yang Terancam Punah

4 September 2023
masjid syuhada kotabaru mojok.co

Masjid Syuhada Kotabaru: ‘Hadiah’ dari Republik Sekaligus Simbol Politik

21 Agustus 2023
Toko bunga di kotabaru masih sepi dari pesanan pernikahan Kaesang-Erina

Jelang Rangkaian Akad Nikah Kaesang-Erina, Toko Bunga di Jogja Masih Sepi Pesanan

5 Desember 2022
toleransi antarumat beragama di kotabaru

Toleransi Antarumat Beragama di Kotabaru Tak Sekadar Menyediakan Lahan Parkir

4 Mei 2022
Warung Pojok Mbak Yuni Kotabaru

Warung Pojok Mbak Yuni yang Tak Pernah Sepi karena Berkah Satpol PP

22 Januari 2022
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

dukuh muda di kampung

Seni Menjadi Dukuh Muda di Tengah Gempuran Pemimpin Boomer: Kisah Dukuh Muda yang Rela Mengorbankan Masa Muda untuk Membuat Orang Tua Bangga

24 Agustus 2026
Alfamart dan PGMM beri bantuan seragam ke 7 madrasah di Magelang sebagai wujud kepedulian sosial MOJOK.CO

Alfamart dan PGMM Beri Bantuan Seragam Sekolah di 7 Madrasah Magelang, Jadi Penunjang Semangat dan Kepercayaan Diri Siswa

24 Agustus 2026
Pelaku pembakaran hutan di Kalimantan dan titik lemah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia MOJOK.CO

Titik Lemah Penanganan Karhutla di Indonesia: 72 Orang Sengaja Bakar Hutan untuk Buka Lahan, Jadi Ancaman Ekosida

23 Agustus 2026
Alma Odai "Cucurella" Diburu Fans, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu MOJOK.CO

Alma Odai “Cucurella” Diburu Fans di Srikandi Merdeka Cup, Pemain Thailand Disukai karena Lucu-lucu

22 Agustus 2026
4 tradisi hajatan di Rembang (bancaan) yang terdengar asing bagi orang daerah lain MOJOK.CO

4 Tradisi Hajatan di Rembang yang Bikin Heran Orang Daerah Lain: Terkesan Ada-ada Saja, Terlalu Detail ke Banyak Urusan

27 Agustus 2026
Penyesalan mahasiswa kiri dan naif: tolak kerja (jadi budak) korporat karena melanggengkan kapitalisme, tapi sadar orang tua belum bahagia MOJOK.CO

Sesal Mahasiswa Sok Kiri Anti Kapitalisme dan Naif: Tolak Kerja Korporat, Tapi Sadar Belum Bantu Ekonomi Orang Tua

21 Agustus 2026

Video Terbaru

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Syukur

Menjadi Manusia Bersama Habib Jafar: Konsisten, Kehilangan, dan Bersyukur

20 Agustus 2026
Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

Abdur Arsyad: Dari Matematika sampai Memikirkan Masa Depan Negara

8 Agustus 2026
Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

Menguatkan Ketahanan Pangan Keluarga dari Kebun di Klaten

7 Agustus 2026


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Artikel
Kontak

Kerjasama
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

🤖 PRAYIT AI ×
Salam dari Mojok! Aku Prayit AI. Ada yang bisa dibantu hari ini, Rek?
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Esai
  • Liputan
    • Jogja Bawah Tanah
    • Kabar
    • Kampus
    • Sosok
    • Kuliner
    • Fragmen
    • Ragam
    • Catatan
  • Tajuk
  • Pojokan
  • Kilas
  • Cuan
  • Otomojok
  • Malam Jumat
  • Video
  • Terminal Mojok
  • Mau Kirim Artikel?

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.