Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Saya Menguji Ketangguhan Vario 125 di Jalur Pantura, Sempat Ragu tapi Malah Bikin Ketagihan Touring

Dimas Junian Fadillah oleh Dimas Junian Fadillah
13 Juni 2026
A A
Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Vario 125: Kelihatan Lemah tapi Mampu Libas Jalur Pantura (Wikimedia Commons)

Share on FacebookShare on Twitter

Awalnya saya mengira Vario 125 ini motor lemah. Namun, motor Honda ini mampu menjinakkan Jalur Pantura.

Sebagai orang yang hobi touring, mengaspal di Jalur Pantura sebenarnya bukan hal yang membuat saya ciut nyali. Berpapasan dengan truk tronton, bus AKAP, hingga hembusan angin laut yang datang tiba-tiba sudah jadi bagian dari perjalanan tentunya.

Namun, touring minggu lalu terasa berbeda. Untuk pertama kalinya, saya menempuh perjalanan sekitar 4 hingga 5 jam di Jalur Pantura menggunakan Honda Vario 125. Jujur saja, saya sempat ragu. 

Biasanya, saya mengandalkan CB150R tua yang bobot dan posturnya lebih meyakinkan untuk menghadapi karakter jalan Pantura yang keras dan penuh kendaraan besar. Karena bagi saya, Vario 125 lebih cocok untuk kuliah, kerja, atau sekadar mencari makan malam ketimbang menempuh ratusan kilometer. 

Karena bobotnya yang ringan, saya sempat khawatir motor ini akan limbung saat berhadapan dengan truk-truk besar. Ternyata saya keliru. 

Setelah menempuh Jalur pantura dengan Vario 125, justru pengalaman touring saya jauh lebih menyenangkan dari yang terbayangkan. Bukan karena paling kencang atau paling gagah, melainkan karena kenyamanannya.

BACA JUGA: Saya Menyesal Nggak Pakai Vario 125 dari Dulu karena Motor Honda Ini Nggak Bikin Bangga tapi Nyatanya Nggak tergantikan

Vario 125 ternyata nggak selemah yang saya bayangkan

Seperti yang saya utarakan sebelumnya, kekhawatiran pertama saya adalah soal stabilitas Vario 125. Terlebih Jalur Pantura terkenal dengan anginnya yang sering datang tiba-tiba. Belum lagi truk tronton dan bus besar yang bisa membuat motor kecil ini terasa seperti daun kering di musim kemarau.

Baca Juga:

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

Kenapa banyak pemilik motor Honda nggak mau servis motor di bengkel resmi atau AHASS?

Ternyata kekhawatiran itu agak berlebihan. Dengan bobot sekitar 112 kilogram dan ban depan-belakang berukuran 90/80 dan 100/80, Vario 125 memang sesekali bergoyang saat berpapasan dengan kendaraan besar. Namun tidak sampai membuat saya kewalahan untuk menjaga keseimbangan saat berkendara. Bahkan pada kecepatan 70–90 km/jam, motor ini masih terasa cukup stabil dan enak dikendalikan.

Saya sepakat jika Vario 125 memang tidak akan memberikan sensasi “nempel aspal” atau anteb seperti motor sport. Namun, untuk ukuran matik harian, ketangguhannya di Jalur Pantura cukup membuat saya membatin, “Oh, ternyata tidak selemah itu ya.”

Santai di Jalur Pantura

Perjalanan di Jalur Pantura menggunakan motor Vario 125 juga membuat saya merasakan kenyamanan yang sebelumnya tidak saya rasakan dari motor sport. Yaitu tidak ada lagi aktivitas menekan kopling atau memindahkan gigi setiap menghadapi kemacetan, lampu merah, atau saat kendaraan lain melambat. 

Saya tinggal fokus mengatur gas, rem, dan menikmati perjalanan. Mungkin terdengar sepele, tetapi setelah 4 hingga 5 jam di jalan, perbedaannya tentu sangat terasa. 

Tangan jadi lebih rileks, kaki tidak pegal, dan energi yang biasanya habis untuk mengoper gigi rantai, bisa saya alihkan untuk menikmati pemandangan Jalur Pantura. Apalagi sesekali, jalur ini masih menyuguhkan hamparan sawah dan kerumunan pasar.

BACA JUGA: Honda Vario Techno 125 Tahun 2013, Motor Bekas Terbaik di Kelasnya yang Nggak Bikin Menyesal para Pemiliknya

Iritnya Vario 125 itu keterlaluan

Keunggulan lain dari eksperimen saya menguji ketangguhan Vario 125 adalah konsumsi bahan bakarnya amat irit. Honda memang mengklaim bahwa motor ini mampu mencatat efisiensi hingga sekitar 51,7 kilometer per liter. Meskipun kondisi jalan nyata tentu berbeda dengan pengujian pabrikan, angka iritnya tetap terasa.

Hal ini membuat saya tidak khawatir melihat jarum bensin bergerak turun terlalu cepat. Dengan tangki berkapasitas sekitar 5,5 liter, Vario 125 terbukti sanggup menempuh jarak yang cukup jauh tanpa mengkhawatirkan keberadaan SPBU terdekat.

Di titik ini saya sadar bahwa selama ini saya terlalu meremehkan motor matik untuk urusan touring. Vario 125 memang bukan motor paling kencang atau paling gagah di Jalur Pantura. Tetapi, kenyamanan motor ini, stabilitasnya yang cukup baik, dan konsumsi bahan bakarnya yang irit membuat perjalanan jauh terasa lebih berkesan.

Kadang memang touring yang menyenangkan bukan soal motornya se-worth it apa, melainkan seberapa nyaman motor itu mengantar kita dalam mengarungi perjalanan tersebut. Dan untuk saat ini, Vario 125 ternyata lebih dari cukup. 

Jadi nggak sabar untuk touring lagi menggunakan motor matik ini. Infokan lokasi yang menawan di Jawa Tengah ya.

Penulis: Dimas Junian Fadillah

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Honda Vario 125 Pilihan Orang Waras, Warisan Rangka Tua yang Nggak Menyedihkan Seperti Warisan Rangka ESAF Honda

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 13 Juni 2026 oleh

Tags: hondaHonda Vario 125jalur panturamotor hondaVario 125vario 125 irit bensin
Dimas Junian Fadillah

Dimas Junian Fadillah

Magister Administrasi Publik, tertarik menulis isu lokal, politik dan kebijakan publik.

ArtikelTerkait

Menghujat Motor Honda ADV 160, apalagi Membandingkannya dengan Honda BeAT, Adalah Blunder yang Harusnya Tak Pernah Terjadi motor honda revo

Motor Honda Revo, Sebenar-benarnya Motor Idaman: Bensin Irit, Perawatan Mudah Nggak Bikin Pailit

17 Januari 2024
Honda verza 150 rangka esaf patah

Honda, Jaga Kualitas Motormu, Jangan Biarkan para Loyalismu Berpaling!

6 Agustus 2023
Motor Honda Win 100, Motor Klasik yang Cocok Digunakan Pemuda Jompo motor honda adv 160 honda supra x 125 honda blade 110

Review Honda Supra X 125 FI 2018 Setelah 5 Tahun Pemakaian: Masih Tahan Banting, Cocok untuk Kaum Mendang-mending

25 Januari 2024
Motor Honda PCX, Motor yang Bakal Mengantarmu Naik Kasta Kehidupan yamaha NMAX pajero kunci keyless tangki honda pcx

Motor Honda PCX, Motor yang Bakal Mengantarmu Naik Kasta Kehidupan

3 Desember 2023
Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos Mojok.co

Honda Vario 150 keyless, motor sialan yang berhasil bikin saya malu di hadapan bos

28 Juli 2026
Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan Mojok.co

Honda CRF, Motor Sok Gagah dan Menyebalkan yang Semoga Saja Segera Lenyap dari Jalanan

1 Februari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia saja Mojok.co

5 jurusan kuliah S2 yang sebaiknya diambil di Indonesia aja, nggak usah jauh-jauh ke luar negeri

10 Agustus 2026
Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian Mojok.co

Kerja sambil kuliah program Ekstensi UI mengubah cara pandang terhadap pekerjaan saya sebagai ASN Kementerian

10 Agustus 2026
5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena jalan-jalan dan dibayar Mojok.co

5 penderitaan jadi peneliti lapangan yang sering dikira pekerjaan enak karena isinya jalan-jalan dan dibayar

11 Agustus 2026
Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

Di kala ekonomi yang sulit ini, bisnis nasi bungkus 7 ribu malah cuan selangit

10 Agustus 2026
Jangan Lakukan 4 Hal Ini Saat Kuliah S2, Sudah Bukan Waktunya Lagi S1

Bukan karena jenius, tapi kuliah S2 memang jauh lebih gampang ketimbang S1

8 Agustus 2026
Kisah bapak saya cari kerja bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang Mojok.co

Kisah cari kerja di generasi bapak saya bikin iri karena loker banyak dan nggak ribet, tidak seperti zaman sekarang

13 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.