Jenis-jenis Pekerjaan Rumah Tangga Berdasarkan Level Kesulitannya

Artikel

Avatar

Pekerjaan rumah telah jadi kegiatan yang wajib dilakukan baik secara sadar diri ataupun dengan terpaksa disuruh ibu apalagi jika sedang seharian di rumah saja. Masing-masing pekerjaan rumah punya level kesulitannya serta plus dan minusnya. Level dari pekerjaan rumah ini terdiri dari 4 level dimulai dari yang paling mudah (level easy), kemudian mulai sulit di level medium, level hard, dan yang terakhir di level paling sulit very hard.

Berdasarkan pengalaman saya berikut ini adalah jenis-jenis pekerjaan rumah yang biasa dikerjakan sehari-hari dan levelnya:

Satu: Level Easy

Membersihkan Debu

Ia adalah pekerjaan rumah termudah dan paling tidak menguras energi. Dulu waktu saya sekolah, membersihkan debu jadi jobdesk favorit kedua setelah menghapus papan tulis, yang jadi juara bertahan rebutan murid-murid ketika piket. Membersihkan debu jadi langkah pertama dimulainya semua pekerjaan rumah. Pekerjaannya pun mudah. Kamu tinggal mengelap dan membersihkan tempat-tempat yang berdebu seperti jendela, meja, televisi dengan kain lap atau kemoceng. Namun, sisi minus membersihkan debu adalah ketika tidak sengaja menghirup debu saat dibersihkan sensasi hidung gatal dan bersin-bersin pun tak jarang terjadi.

Mencuci Piring

Ia jadi pekerjaan rumah yang paling favorit bagi saya. Karena ketika mencuci piring saya tidak harus berjalan ke mana-mana, cukup berdiri di depan watafel. Mencuci piring terasa menyenangkan karena secara tidak langsung saya seperti sedang bermain air dan busa sabun. Rasanya pun senang ketika melihat piring yang kotor jadi bersih mengkilap. Sehabis cuci piring, saya juga tidak merasa sakit punggung seperti pekerjaan rumah lainnya. Tapi sayangnya kandungan yang terdapat di dalam sabun cuci piring membuat telapak tangan saya iritasi dan terasa kering. Apalagi jika saya sedang melakukan cuci piring dalam jangka waktu yang lama dan sering.

Dua: Level Medium

Menyapu

Dari sini gerakan-gerakan tambahan terjadi mulai dari berdiri menyapu lantai kemudian membungkuk untuk meraih bagian kolong untuk dibersihkan. Skill tambahan yang dibutuhkan ketika menyapu adalah penglihatan yang jeli untuk melihat debu-debu atau kotoran yang ada di lantai. Karena menyapu itu harus bersih sekali, konon katanya jika menyapunya kotor nanti jodohmu adalah seseorang yang brewokan! Kalau seperti Adam Levine sih tidak apa-apa lah ya~ Sisi minus yang dirasakan ketika menyapu adalah sakit pinggang karena terlalu sering membungkuk untuk membersihkan bagian kolong meja atau sofa yang sulit diraih.

Baca Juga:  Surat Terbuka untuk Suami yang Merindukan Istri Sempurna Serupa Bidadari

Tiga: Level Hard

Mengepel Lantai

Kalau ditanya pekerjaan rumah tangga apa yang paling malesin? Ngepel jawabannya. Setelah beberapa kali cedera kaki karena terpleset saat ngepel saya yakin kalau ngepel adalah pekerjaan rumah yang berisiko tinggi. Tenaga saya banyak terkuras ketika ngepel. Pasalnya, angkah-langkah yang dilakukan saat mengepel pun terasa 2x lipat lebih melelahkan daripada menyapu. Apalagi ketika harus memeras pelan kotor tiap beberapa meter lantai sambil mendorong-dorong ember berisi cairan detergen untuk ngepel.

Belum lagi ketika harus berbungkuk-bungkuk mengepel celah-celah di bawah meja yang sulit diraih. Selain tenaga saya terkuras, emosi saya pun diuji ketika mengepel. Entah kenapa ketika mengepel saya merasa lebih emosional memandang siapa pun orang yg sedang atau akan melewati saya ketika sedang mengepel itu adalah musuh yang harus enyah dari pandangan mata. Berkali-kali saya berteriak “Jangan lewat situ!” “Tuh kan kakinya kotor banget” “Berhenti! lewat sana aja aku lagi ngepel” ke setiap orang yang saya temui ketika sedang ngepel.

Kalau ditanya nilai plus ngepel dibandingkan pekerjaan rumah lainnya? Saya jawab TIDAK ADA. Apa tidak ingin ada yg menemukan teknologi ngepel dengan robot atau mesin khusus begitu? Wah, kalau ada sih saya dengan senang hati membelinya.

Mencuci dan Menyetrika Baju

Selanjutnya pekerjaan rumah yang dilakukan beberapa hari sekali yaitu mencuci dan menyetrika baju, kegiatan sepaket ini jika dilakukan bersamaan rasanya sama seperti olahraga cardio selama satu jam. Mencuci baju sih tidak terasa lelah jika dibantu dengan mesin cuci, tapi tidak semua orang memakai mesin cuci.

Mencuci baju manual dilakukan dengan 3 langkah kucek, peras, jemur. Berbeda dengan mencuci di mesin cuci yang tinggal di jemur saja. Selanjutnya setelah cucian kering lalu dimulailah menyetrika baju. Kegiatan ini melatih otot pinggang dan lengan untuk membuat baju yang kusut jadi licin. Manfaat dari mencuci dan menyetrika membuat tubuh lebih bugar dan kencang. Kekurangannya, sama seperti sabun pencuci piring kandungan dalam detergen baju juga dapat membuat tangan jadi kering dan kasar~

Baca Juga:  Jadon Sancho: Ancaman, Banderol Fantastis, dan Dampaknya bagi Manchester United

Empat: Level Very Hard

Ngebenerin Genteng dan Antena TV yang Rusak

Pekerjaan rumah ini membutuhkan skill yang tinggi karena risiko yang akan didapatkannya sangat besar. Bisa dibayangkan kalau ngebenerin genteng yang rusak, kamu harus memiliki cengkraman tangan yang kuat. Jika tidak, mungkin kamu akan berisiko jatuh dari genteng. Hal itu juga berlaku saat ngebenerin antena tv, karena kamu harus punya ketahanan tubuh yang kuat untuk memosisikan antena sampai siaran tv jelas kembali.

Nah, itulah masing-masing level pekerjaan rumah dan skill yang harus kamu miliki. Lantas, yang mana jadi favoritmu?

BACA JUGA Tips Mencuci Piring yang Benar biar Nggak Buang-buang Waktu dan tulisan Fanisa Putri lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

---
6


Komentar

Comments are closed.