Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Hiburan Acara TV

Mas-Mas Kesal yang Menggugat Acara D’Star

Iassaswin oleh Iassaswin
27 Juni 2019
A A
mas-mas kesal

mas-mas kesal

Share on FacebookShare on Twitter

Katanya punya tagline berbunyi “Bintang Segala Bintang”—lah kalau semuanya udah jadi bintang, kenapa masih pengen lebih dari bintang? Nggak sekalian aja jadi asteroid atau planet, Mas Mbak.

Menonton televisi pada mulanya merupakan hiburan bagi sebagian orang. Selain kontennya yang menghibur ada pula konten yang mengedukasi setiap pemirsanya. Tak ayal istilah seperti tontonan jadi tuntunan pun banyak digembar-gemborkan oleh para insan penyiar televisi baik swasta maupun negeri.

Sayang, apa yang dikatakan di atas itu adalah dulu sebelum televisi dangdut menyerang. Loh e loh e, emang kenapa dengan televisi itu?

Pasalnya begini deh. First things first, tulisan ini muncul terlebih dahulu sebagai bentuk curahan hati dari mas-mas yang kadung kesal melihat istrinya sangat demen menonton acara dangdut di TV Ikan. Setelah sukses katanya dengan acara DA, DAA, BP, LIDA, TV Ikan kini muncul dengan format acara baru bernama D’star meski acaranya nggak star-star amat sih.

Walau dikatakan baru sebetulnya isi acara nya masih mirip dengan yang sebelumnya sih. Yakni sekumpulan pemuda-pemudi yang dikumpulkan untuk bernyanyi dan dinilai oleh juri yang kurang lebih orangnya itu lagi-lagi juga—Mak e, King, dan Jeng Menul). Bedanya ya barangkali ada tambahan dari juri non-dangdut, yaitu juri produser ala Mas Giring yang belum berhasil di politiknya serta Mas Posan yang nggak nabuh drum lagi. Ada juga juri dari non-dangdut seperti Mbak Melly yang selalu tampil dengan dress uniknya, juga Mbak Ruth yang terkenal berkat status diva-nya, dan Mas Bebi, yang suara, persona, dan kisah cintanya mirip pengorbanan Romeo.

Kontes menyanyi ala D’Star ini pun ketimbang kompetisi lebih dapat dikatakan mirip sebagai ajang promosi kembali para pemenang acara dangdut sebelumnya yang belum bisa sukses sendiri di kancah permusikan Indonesia. Cause, mau dikatakan apalagi toh? Memang faktanya para pesertanya begitu kan?

Coba kita telaah dikit-dikit deh. Jika bandingkan dengan Dede Lesti. Meski doi pernah jadi juara juga di kompetisi dangdut sejenis dan TV yang sama, ia nampak tak terlalu perlu ikutan lagi acara begituan. Wong dia berhasil melejit sendiri dengan single “Egois” yang rilis dua tahun lalu dan sekarang sudah mencapai hampir 44 juta views di kanal YouTube. Ketambah sekarang dia sudah berhijab, yang mana kita tahu di Indonesia pamor artis yang baru menggunakan hijab akan dibanjiri pujian berupa alhamdulillah, semoga istiqamah, dan dijauhkan dari komentar SJW Hijrah berbunyi ketimbang dibuka, lebih baik ditutup saja usianya.

Kemudian, bila sekarang kita coba bandingkan dengan Papah Fildan, karirnya bisa dikatakan naik turun. Selepas keluar sebagai jawara DAA, hampir empat bulan lalu Ia pun lekas merilis single baru berjudul “Aku Pergi”. Sayang, viewer-nya di YouTube masih berada di angka 1.2 juta. Perlu usaha dikit lagi, Pah.

Baca Juga:

5 Hal yang Baru Terasa Mahal Setelah Menikah, Bikin Syok 

Keributan Saat Menonton Barongan di Kendal, Bonus yang Tidak Pernah Saya Pesan dan Inginkan

Begitupun dengan Selfi. Jawara Lida pertama ini pun turut terombang-ambing pasca keluar dari kompetisi. Ia sempat merilis single “Mati Rasa”, sebulan yang lalu. Viewer-nya di YouTube bisa dikatakan lebih baik, sebab Ia mampu menggaet sekitar 2 juta penonton. Barangkali ajang D’Star ini cuma Ia gunakan untuk mengukuhkan eksistensinya.

Yap! Faktanya memang susah sih kalau jadi penyanyi tapi masih harus bergantung dengan embel-embel nama kompetisi semisal Fisel Lida, Hisan DA, Dilfan DAA, dan blablabla. Seolah nama dari orangtua kita tidak cukup kompetitif untuk bersaing di dunia ini.

Selain soal acara yang gitu-gitu aja dan peserta yang itu-itu aja, kompetisi ini pun lebih menyebalkan lagi karena sistem penilaiannya juga begitu-begitu aja. Yakni terbagi ke dalam 75% SMS pemirsa dan hanya 25% penilaian juri. Biaya SMS per dukungan ialah sebesar Rp. 2.200. Hmm paham dong siapa yang menang banyak? So, kalau penilaiannya begitu mah, sudah ketebak dong siapa aja yang bakal terus berlanjut di kompetisi dan memenangkan hadiah satu milyar?

Ya mereka seperti Fildan, Selfi, dan Rara yang memang notabene sudah punya basis fans yang banyak. Sisanya ya tidak lebih seperti produk display di toko busana. Hanya dilihat-lihat, yang dipilih ya yang dibawa pulang. Bener kan?

Nah, jika begitu, ada baiknya kita sepakati saja bahwa wajar mas-mas ini kesal dengan acara dangdut yang begituan—sudah menghabiskan durasi, minta SMS kami, acara sampai malam pagi, isi acara nya pun hanya 3-5 menit nyanyi, sisanya nyinyir dan ngelawak barangkali?

Terakhir diperbarui pada 13 Januari 2022 oleh

Tags: Curhatd'starDangdutRumah Tanggasuami istri
Iassaswin

Iassaswin

ArtikelTerkait

acne fighter

Tak Ada yang Lebih Tabah Dari Acne Fighter

21 Juli 2019
Lagu Dangdut yang Haram Dinyanyikan di Resepsi Perkawinan (Unsplash)

Barisan Lagu Dangdut yang Idealnya Tidak Perlu Dibawakan di Resepsi Perkawinan

24 Juli 2023
Hal yang Seharusnya Tidak Dilakukan Istri Ketika Suami Ngopi-ngopi terminal mojok.co

Hal yang Seharusnya Tidak Dilakukan Istri Ketika Suami Ngopi-ngopi

29 Oktober 2020
Titik di UNS Solo, ISI, dan Sekitarnya yang Perlu Dihindari karena Bikin Muntab terminal mojok.co

Untuk Perempuan Berjilbab Besar yang Bonceng Sepeda Motor: Lampu Sein Belakang Itu Bukan Aurat, Jadi Tak Perlu Ditutupi

4 Oktober 2019
additional player

Jadi Additional Band Player Itu Nggak Ada Enaknya

22 Juli 2019
Trik Bermanuver kalau Tiba-tiba Ada Sidak Mertua terminal mojok.co

Trik Bermanuver kalau Tiba-tiba Ada Sidak Mertua

8 Oktober 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kelebihan Kuliah di Samarinda yang Bikin Kuliah di Jogja Jadi Kelihatan Biasa Saja

Samarinda Tidak Ramah buat Mahasiswa yang Tidak Bisa Naik Motor karena Tidak Ada Transportasi Umum yang Bisa Diandalkan!

21 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Kos Putri Tempat Tinggal yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau, tapi Aslinya Bikin Malas Mojok.co

Kos Putri yang Terlihat Ideal untuk Perempuan Perantau Aslinya Bikin Malas

18 Mei 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja

Alasan Wonogiri Masih dan Akan Selalu Jadi Ibu Kota Bakso Indonesia, Malang Minggir Dulu!

20 Mei 2026
Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

Saya Memilih Pindah dari Indonesia dan Hidup di Jepang, Salah Satunya karena Kepastian Hidup yang Lebih Jelas

19 Mei 2026
Organisasi Mahasiswa Ekstra Kampus: Teriak Melawan Penindasan di Luar, tapi Seniornya Jadi Aktor Penindas Paling Kejam organisasi mahasiswa eksternal organisasi kampus

Organisasi Mahasiswa Itu Candu, dan Jabatan di Kampus Itu Jebakan yang Pelan-pelan Mematikan

18 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.