Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Tidak Bisa Lagi Disebut Mobil Murah, Nggak Heran Jika Pasar LCGC Semakin Kecil dan Calon Pembeli Jadi Takut untuk Membeli

Muhammad Faishol oleh Muhammad Faishol
25 April 2026
A A
LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

LCGC Bukan Lagi Mobil Murah, Mending Beli Motor Baru (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Saya pernah punya LCGC. Bukan sekadar pernah nyetir, tapi pernah sayang. Dari 2020 sampai 2024, Suzuki Karimun Wagon R GX warna silver menemani hidup saya. 

Mobil ini kecil, kotak, kelihatannya biasa saja. Tapi justru di situ letak kejujurannya. Ia tidak sok gagah dengan tampangnya yang pas-pasan, khas prindavan, dan tanpa banyak drama.

ADVERTISEMENT

Saya menyukai mobil ini bukan semata karena murah. Karimun Wagon R terasa masuk akal. Kabinnya lega dan konsumsi bahan bakarnya irit. Di macet kota masih lincah, di tanjakan pendek masih mau bisa kompromi. 

Bahkan, mobil LCGC ini pernah saya bawa melibas jalanan Kopeng Salatiga, Selo Boyolali, dan kaki Gunung Andong Magelang. Dan ia kuat!

BACA JUGA: Pengalaman Naik Toyota Calya dari Kudus ke Semarang: Rasanya seperti Naik Gerobak Ber-AC, Kapok!

Harga LCGC yang dulu terasa ramah, kini bikin ngelus dada

Dulu, ketika pertama kali muncul sekitar 2013, LCGC terasa seperti jawaban atas mimpi lama kelas menengah bawah: punya mobil sendiri. Harganya masih di kisaran Rp80 sampai Rp110 jutaan. Dalam waktu singkat, puluhan ribu unit terjual. Orang-orang yang sebelumnya hanya mengandalkan motor, mulai berani membayangkan setir di tangan sendiri.

Masa emasnya datang beberapa tahun kemudian. Sekitar 2016 sampai 2018, LCGC ada di mana-mana. Calya dan Sigra mengisi jalanan, menjadi mobil keluarga murah yang terasa cukup pantas. Pada masa itu, mereka menguasai hampir seperempat pasar otomotif nasional. Lalu waktu berjalan. Pelan-pelan, harga LCGC naik. 

Pada 2025, Toyota Calya varian tertinggi sudah bermain di kisaran Rp190 jutaan. Varian dasarnya sudah jauh dari kata murah. Di titik ini, orang mulai berhenti menghitung cicilan dan mulai bertanya dalam hati: ini masih mobil murah?

Baca Juga:

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

Masalahnya, di angka segitu, LCGC tidak lagi sendirian. Jaraknya dengan mobil non-LCGC makin tipis. Toyota Raize atau Daihatsu Rocky varian 1.2 manual, misalnya, setelah diskon dealer sering berada di kisaran Rp200-an kecil. 

Selisihnya dengan Calya varian tertinggi tidak jauh berbeda. Bahkan kalau menoleh sedikit ke samping, ada Xenia M manual tujuh penumpang yang bisa kamu tegus di angka Rp200 jutaan kecil. Belum lagi mobil listrik entry-level seperti BYD Atto 1 varian Dynamic yang dipasarkan di kisaran Rp195 jutaan.

Menurunnya angka penjualan

Data Gaikindo mencatat, sepanjang Januari sampai Oktober 2025, distribusi mobil LCGC hanya 97.556 unit. Ini turun 34,8% jika membandingkannya dengan periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 149.583 unit. 

Kalau menghitungnya sampai Desember 2025, total wholesales LCGC hanya 122.686 unit, merosot 30,6% dari 176.766 unit pada 2024. Artinya, dalam setahun, permintaan tergerus hampir sepertiganya.

Toyota Calya, misalnya, pada 2024, masih mencatat wholesales 39.909 unit. Memasuki 2025, penurunan terasa di mana-mana. Di Oktober 2025, Calya memang sempat menjadi LCGC terlaris dengan 3.057 unit, tapi secara keseluruhan, rapor keseluruhannya tetap pucat.

Honda Brio Satya juga tidak jauh berbeda. Sepanjang 2024, Brio Satya masih mampu menjual 45.438 unit. Tapi sampai kuartal III 2025, penjualannya baru sekitar 25.557 unit. Artinya, dalam sembilan bulan pertama 2025, kinerjanya baru separuh dari pencapaian setahun penuh sebelumnya. Padahal Brio Satya termasuk salah satu yang paling kuat di segmen ini.

Pasar LCGC menyusut

Ini adalah pola yang berulang. Pangsa pasar LCGC sudah menyusut dari 21,4% menjadi cuma 16,3%. Dulu, jarak harga antara LCGC dan mobil di atasnya terasa jelas. Sekarang, jaraknya tinggal urusan mental dan keberanian menambah cicilan. 

Belum lagi urusan leasing. Dulu, LCGC hidup dari cicilan ringan. Sekarang, cerita soal DP tinggi, survei ketat, dan proses verifikasi yang melelahkan jadi hal biasa. Banyak calon pembeli gugur bahkan sebelum sempat serius memilih warna.

Di sisi lain, orang-orang juga makin pragmatis. Dengan uang hampir dua ratus juta, pilihan tidak lagi terbatas pada mobil baru. Pasar mobil bekas menawarkan banyak godaan. Atau ya sudah, menunda beli mobil sama sekali. Motor juga masih jadi solusi paling realistis buat banyak orang.

BACA JUGA: All New Agya: Mobil Toyota yang Saya Kira Bakal Biasa Aja

Identitas yang makin nggak jelas

Saya tidak bilang LCGC bakal tamat dalam waktu dekat. Tapi rasanya sedang kelelahan mempertahankan identitas yang makin nggak jelas. Katanya mobil murah, tapi harganya membuat orang ragu. Itu saja sudah membuat identitas mobil berubah dan begitu juga pasarnya.

Dulu, orang membeli LCGC karena keputusannya terasa ringan. Sekarang, orang harus berpikir panjang hanya untuk membenarkan pilihannya sendiri. Sekarang, banyak yang ragu bahkan sebelum sempat jatuh cinta.

Penulis: Muhammad Faishol

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Brio, Mobil Honda yang Paling Aneh: Nggak Punya Apa-apa, tapi bisa Menjadi yang Paling Laris

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 25 April 2026 oleh

Tags: BriocalyakarimunLCGCmobil lcgcmobil murahsigra
Muhammad Faishol

Muhammad Faishol

Lelaki yang hidup di antara aroma kafein dan deru mesin. Menikmati ketenangan dalam seseduh kopi, namun menemukan gairah dalam setiap presisi otomotif. Bekerja sebagai Dosen dan guru.

ArtikelTerkait

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi Mojok.co

Kebohongan Suzuki Ertiga yang Nggak Masuk dalam Brosur Promosi

21 Maret 2026
Mobil Honda Mobilio, Mobil Murah Underrated Melebihi Avanza (Unsplash)

Mobil Honda Mobilio: Mobil Murah Underrated dari Honda yang Bikin All New Avanza Kelihatan Nggak Menarik Lagi

3 Oktober 2023
5 Rekomendasi Mobil Irit BBM, Dijamin Nggak Bikin Kantong Meringis!

5 Rekomendasi Mobil Irit BBM, Dijamin Nggak Bikin Kantong Meringis!

29 Desember 2022
Calya

Toyota Calya: Tangguh, Irit, tapi Joknya B Aja

1 Desember 2021
Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

Wuling Aira EV, mobil yang bikin pabrikan merinding karena saking murahnya, LCGC kudu waspada dan wajib ketar-ketir

1 Agustus 2026
Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh Mojok.co

Orang Waras Pilih Toyota Agya Dibanding Honda Brio, Lebih Keren dan Bebas Julukan Aneh-aneh

28 Maret 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mobil Suzuki Swift Lama, Mobil Tanpa Musuh dan Bebas Makian di Jalan suzuki sx4

Dari gaya hingga performa, inilah 6 alasan Suzuki Swift ST 2008 cocok jadi mobil pertama

6 Agustus 2026
Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara dangdut D’Academy Mojok.co

Dear Indosiar, terima kasih sudah menghibur ibu saya lewat acara Dangdut Academy

5 Agustus 2026
Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

Stasiun Tambak, stasiun yang hampir tidak ada gunanya bagi warga Tambak Banyumas

3 Agustus 2026
Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung Mojok.co

Kota Mandiri Maja cuma menang branding, buat hidup sehari-hari mending pilih Rangkasbitung

3 Agustus 2026
Ketika Buku Menebang Pohon

Ketika buku menebang pohon

4 Agustus 2026
Alasan modal Rp100 miliar lebih baik "disulap" jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren Mojok.co

Alasan modal Rp100 miliar lebih baik “disulap” jadi bisnis laundry daripada usaha yang ikuti tren

2 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=76Rp5owBnpc


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.