Mobil bekas dengan harga di kisaran Rp100-200 juta masih jadi pilihan banyak orang. Di budget tersebut, seseorang sudah bisa dapat mobil keluarga yang nyaman, irit bahan bakar, dan cukup tangguh untuk perjalanan jarak jauh.
Asal tahu saja, pasar mobil bekas di Indonesia memang masih didominasi segmen MPV dan SUV. Itu karena SUV dan MPV punya kapasitas penumpang banyak, biaya perawatan terjangkau, dan cocok untuk jalanan Indonesia. Dengan kata lain, di pasar mobil bekas, ada begitu banyak pilihan kendaraan yang cocok untuk keluarga.
Akan tetapi, hanya beberapa mobil bekas yang benar-benar masuk akal sebagai kendaraan keluarga. Nah, berikut ini 7 mobil bekas paling laris dan layak dipertimbangkan di kisaran Rp100-200 juta.
#1 Toyota Avanza (2017-2019)
Toyota Avanza dikenal sebagai mobil yang “aman” untuk hampir semua kebutuhan. Mesin Dual VVT-i-nya terkenal cukup irit, dengan konsumsi BBM sekitar 12–15 km/liter.
Kabin luas dengan kapasitas 7 penumpang jadi nilai jual utama. Suspensinya juga cukup nyaman dan ground clearance tinggi, cocok untuk berbagai kondisi jalan yang kadang seperti rintangan di ninja warior.
Harga bekas berkisar Rp135-155 jutaan dengan nilai plus irit, bandel, spare part murah dan gampang dicari, worth it nggak nih?
#2 Daihatsu Xenia (2014-2019)
Sebagai “saudara kembar” Avanza, Xenia menawarkan value yang lebih ramah di kantong. Mesin 1.3L-nya terkenal irit dan cukup tangguh untuk pemakaian sehari-hari.
Handling-nya ringan dan lincah, cocok untuk penggunaan di dalam kota maupun luar kota. Mobil ini biasanya dijual Rp Rp108-149 jutaan.
#3 Toyota Kijang Innova (2010-2015)
Kalau kamu mencari kenyamanan di atas rata-rata, Kijang Innova adalah opsi paling oke menurut saya. Baik versi bensin maupun diesel sama-sama terkenal tangguh.
Kabin lebih lega, suspensi empuk, dan cocok untuk keluarga besar. Versi diesel juga terkenal lebih irit untuk perjalanan jauh. Dan harga bekasnya juga relatif masuk akal, yakni Rp150-220 jutaan. Namun, memang lebih boros bahan bakar kalau dibanding mobil lain dan biaya servis lebih tinggi (terutama diesel).
#4 Suzuki Ertiga (2013-2018)
Suzuki Ertiga bekas dipatok di kisaran Rp150 juta dikenal dengan kenyamanan kabin dan mesin yang halus. Konsumsi BBM-nya termasuk irit, bisa mencapai 14–16 km/liter. Desainnya juga lebih modern dibanding kompetitor di tahun yang sama.
#5 Mitsubishi Xpander (2019-2021)
Mitsubishi Xpander menawarkan desain lebih gagah dengan nuansa SUV. Ground clearance tinggi (sekitar 205 mm) jadi nilai plus untuk berbagai kondisi jalan. Fitur juga lebih modern, cocok untuk yang ingin mobil bekas tapi tetap terasa “kekinian”.
Dan, dengan uang Rp 180–220juta-an Anda sudah dapat desain keren, fitur lengkap serta bikin iri tetangga.
#6 Honda Mobilio (2014-2018)
Honda Mobilio punya karakter yang berbeda dibanding MPV lain. Handling-nya lebih sporty, hampir seperti sedan khas Honda yang terkenal itu. Apalagi dibekali mesin i-VTEC 1.5L yang responsif dan cukup irit, cocok buat kamu yang suka sensasi berkendara lebih “hidup”.
Harga bekas mobil satu ini berkisar Rp 120-160 juta. Banyak yang bilang Mobilio mobil yang responsif, fun to drive, tapi suspensinya agak keras.
#7 Nissan Grand Livina (2012-2015)
Nissan Grand Livina dikenal sebagai salah satu MPV paling nyaman di kelasnya. Suspensi independen membuat bantingan terasa lebih halus, terutama di jalan tol. Kabin lega dan AC dingin jadi keunggulan tambahan. Banyak yang mengamini hal ini.
Ditambah, untuk kategori “mobil enak”, Grand Livina punya harga yang murah, cukup Rp 100 jutaan, maka kalian sudah bisa merasakan mobil nyaman, kabin senyap, stabil ala Nissan, ya, meski spare part relatif lebih mahal sih.
Itulah pilihan mobil bekas di harga Rp100–200 juta yang menarik. Kuncinya bukan hanya memilih model yang timeless, tapi juga memastikan kondisi unit benar-benar prima agar kalian bisa dapat mobil bekas yang bukan cuma murah, tapi juga awet dan nyaman dipakai bertahun-tahun. Catatan lain yang tidak kalah penting, sebelum membeli mobil bekas, penting untuk memperhatikan beberapa hal seperti kondisi mesin, riwayat servis, dan apakah unit pernah terkena banjir atau tidak.
Penulis: Budi
Editor: Kenia Intan
Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.



















