Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Mobil Timor, Satu-satunya Warisan Baik dari Orde Baru

Prabu Yudianto oleh Prabu Yudianto
24 Juli 2023
A A
Mobil Timor, Satu-satunya Warisan Baik dari Orde Baru

Mobil Timor, Satu-satunya Warisan Baik dari Orde Baru (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Apa warisan baik Orde Baru? Kalau Anda cuma bisa menjawab, “SD Inpres,” mending Anda cuci muka dulu. Kalau jawabannya, “Indonesia jadi macan Asia,” mending Anda sikat gigi dulu. Sebenarnya banyak warisan Orde Baru yang baik buruknya diperdebatkan. Tapi kalau saya ditanya apa warisan baik rezim Soeharto ini, saya akan menjawab: mobil Timor! Mobil yang ikut runtuh bersama Orde Baru ini satu-satunya warisan baik dari Orde Baru. Setidaknya setelah saya mencoba banyak mobil tua.

Bayangkan mobil tua yang mesinnya masih halus dan powerfull sampai hari ini. Sebuah mobil yang viral di tahun 90 dan masih minim kerusakan. Bahkan hanya dengan perawatan standar, mobil ini tetap bandel untuk perjalanan luar kota. Kira-kira seperti itu rasanya mengendarai mobil Timor. Sebuah mobil yang kini lebih murah daripada motor baru.

ADVERTISEMENT

Mobil Timor, warisan Orba dan Tommy Soeharto

Nama resmi produsen mobil ini adalah PT Timor Putra Nasional (TPN). Beroperasi antara tahun 1996-2000, TPN lahir untuk menjawab Instruksi Presiden (Inpres) No. 2/1996 tentang Pembangunan Industri  Mobil Nasional. Selain Inpres, nuansa Orde Baru juga muncul di jajaran direksi. Apalagi Tommy Soeharto yang menjadi pendiri TPN. Putra mahkota Cendana ini juga memegang 99 persen kepemilikan perusahaan.

Karena termasuk proyek nasional, banyak privilese yang diterima perusahaan ini. Sehingga harga mobil Timor menjadi sangat murah. Padahal mobil ini tidak benar-benar diproduksi di Indonesia. Aslinya, Timor adalah produksi Kia Motor yang bermarkas di Korea Selatan. Namun sebagai mobil nasional, ia harus memiliki kandungan lokal minimal 20 hingga 60 persen tiap operasi.

Ada dua produk Timor: S5 (Sedan) dan SW516i (Station Wagon). Untuk seri S5, terbagi dalam S515 (SOHC karburator) dan S516 (DOHC injeksi). Untuk S516i (sedan) dan SW516i diproduksi terbatas. Seluruh seri ini sebenarnya tidak lebih dari rebranding mobil Kia.

Privilese yang dimiliki PTN antara lain bebas bea atas komponen impor dan bebas pajak barang mewah. Jadi wajar kalau Timor bisa dijual dengan harga sangat murah. Bahkan warisan murahnya terasa sampai sekarang. Namun perjalanan mobil Timor dan TPN mandeg pada tahun 2000, saat rezim Orde Baru runtuh berikut dengan gurita bisnisnya.

Memangnya boleh semurah itu?

Mungkin Anda bertanya-tanya, memangnya seberapa murah sih harga jual mobil Timor sekarang. Untuk seri S516i dan SW516i, harganya masih mahal. Sekitar 20 hingga 30 jutaan. Tentu tergantung kualitas, kelengkapan surat, dan orisinalitas. Maklum, dua seri ini memang barang langka dan collectible. Apalagi seri SW516i yang memang sangat terbatas.

“Harga 30 jutaan kok dibilang mahal?” Mungkin Anda bertanya seperti itu. Jadi gini, untuk seri reguler S5, harga paling mahal di marketplace sekitar 20 jutaan. Tapi harga termurahnya adalah 10 juta rupiah! Bayangkan, beli mobil yang masih lebih murah daripada motor ngabers.

Baca Juga:

Menelusuri Dosa-Dosa Orde Baru pada Alam Indonesia Lewat Buku 32 Tahun Menjarah Alam

Beli Hyundai Atoz Lebih Masuk Akal daripada Karimun Kotak yang Overpriced

Saya sendiri pengguna Timor S515. Dan benar, mobil ini saya beli seharga 10 juta. Surat lengkap dan pajak hidup. Tapi memang kondisi mobil ini tidak 100 persen prima. AC mati, rem seret, dan kaki-kaki keras adalah masalah utama. Toh jika saya servis semua, paling mahal cuma nambah 5 jutaan. Namun dari bodi, kelistrikan, dan tentu saja mesin, boleh lah diadu mobil tua lain.

Mobil Timor bandel dan irit bensin

Dengan harga semurah itu, apakah kualitasnya layak? Itu yang menjadi pertanyaan saya sebelum membeli mobil Timor. Pemilik mobil sebelumnya menjawab dengan atraksi. Dia membawa mobil ini dari Karanganyar sampai Jogja tanpa towing dan dalam waktu beberapa jam untuk membuktikan mobil ini memang bandel dan sehat. Oke, atraksi ini cukup membuat saya percaya.

Tapi pembuktian terbaik tentu adalah pemakaian sehari-hari. Dan saya merasakan bahwa mobil ini, meskipun dari luar seperti sampah, masih segagah kuda pacu. Untuk ngebut masih mampu lah sampai di atas 100 km/jam. Untuk naik turun Pegunungan Menoreh juga kuat pakai gigi 2. Waktu saya kondangan ke daerah tersebut, mobil Timor butut ini berani mengejek mobil LCGC lain. Menyalip dengan ringan tanpa sibuk pindah-pindah gigi.

Perawatan mobil Timor butut ini juga mudah. Semenjak saya beli tahun lalu, mungkin baru ganti busi satu kali. Sedangkan kaki-kaki yang bermasalah memang masih saya biarkan. Toh masih cukup nyaman kalau untuk perjalanan di kota. Yang sempat bikin hampir boncos adalah masalah rem. Tapi, masih cukup murah karena bisa kanibal dari mobil keluaran Mazda dan tentu saja Kia.

Tapi kalau mogok bikin repot

Masalah utama mobil ini adalah ketika mogok. Dan ini menjadi pengalaman paling bajingan selama saya memiliki mobil ini. Mogoknya bukan karena rusak mesin dan hal parah lain, tapi karena saya lupa mematikan lampu mobil saat parkir. Akhirnya akinya tekor. Sebenarnya ada solusi mudah: dorong mobil saat gigi netral, lalu masukkan gigi 1 atau 2 tiba-tiba.

Masalahnya, body mobil Timor bukan kaleng, melainkan tebal dan sudah pasti berat. Akhirnya kami sekeluarga ganti-gantian mendorong mobil. Saya sih tidak ikutan mendorong bukan karena malas, tapi karena cuma saya yang bisa nyetir mobil manual.

Terlepas dari pengalaman mogok tersebut, tidak ada yang menyebalkan dari mobilnya Tommy Soeharto ini. Paling hanya problem sepele di atas dan sejarah mobil yang penuh nepotisme ini. Sisanya, memiliki mobil ini cukup menyenangkan dan memanjakan dompet. Jadi, sebenci-bencinya saya pada Orba, terima kasih atas mobil nasional yang bandel ini.

Penulis: Prabu Yudianto
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Toyota Agya Bekas, Mobil Pertama Terbaik untuk Pengemudi Pemula.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 24 Juli 2023 oleh

Tags: mobilorde barusoehartoTimorTommy Soeharto
Prabu Yudianto

Prabu Yudianto

Penulis kelahiran Yogyakarta. Bekerja sebagai manajer marketing. Founder Academy of BUG. Co-Founder Kelas Menulis Bahagia. Fans PSIM dan West Ham United!

ArtikelTerkait

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga Mojok.co

7 Mobil Bekas Harga Rp100 Juta-an yang Paling Masuk Akal Dimiliki sebagai Kendaraan Keluarga

16 April 2026
Punya mobil di Jepang itu mahal

Punya Mobil di Jepang Itu Mahal dan Ribet

7 November 2021
3 Skill Mengemudi yang Harus Dikuasai agar Makin Mahir Berkendara nyetir mobil

3 Skill Mengemudi yang Harus Dikuasai agar Makin Mahir Berkendara

23 Mei 2022
Kendarai Sepeda Motor di Jepang Jauh Lebih Ribet Dibanding Mobil terminal mojok.co

Kendarai Sepeda Motor di Jepang Jauh Lebih Ribet Dibanding Mobil

26 November 2021
Sasis mobil

Perbedaan Sasis Mobil dan Pengaruhnya pada Keamanan Berkendara

10 November 2021
Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

Grand Livina Bukan Mobil Lemah, Ia Adalah Bukti Kenyamanan Sejati Memang Butuh Ongkos dan Keringat

5 Januari 2026
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari Terminal

Hal-Hal yang Nggak Saya Sukai dari Gandus Palembang, Bau Pabrik Karet hingga Berasa Dipanggang Matahari

30 Juni 2026
Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

Pejaten Park: Mall yang Kurang Dilirik Anak Jaksel, padahal Paling Nyaman

30 Juni 2026
Jalanan Surabaya yang "Liar" Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas Mojok

Jalanan Surabaya yang “Liar” Bikin Jiper Pengendara Tertib, Terlalu Banyak Pemotor yang Melanggar Lalu Lintas

24 Juni 2026
Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan Mojok.co

Tentrem Mall Semarang, Mal Mewah yang Tetap Ramah untuk Semua Kalangan 

25 Juni 2026
Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

Pengalaman Berdagang Selama Kuliah di Unila Lampung, Sering Dikira Anak Kos hingga Seolah Punya Utang Budi kepada Pembeli

27 Juni 2026
Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

Pekerjaan Apa pun Itu, Dekat dengan Kematian, dan Kita Tidak Perlu Menambah dengan Risiko yang Tak Perlu

29 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.