Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

Moddie Alvianto W. oleh Moddie Alvianto W.
1 Mei 2026
A A
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Share on FacebookShare on Twitter

Kalau kamu kebetulan lagi perjalanan dari Jogja ke Solo atau sebaliknya, Klaten biasanya cuma dianggap sebagai “kota antara”. Paling banter mampir makan Sop Ayam Pak Min. Padahal, kalau mau sedikit melirik ke kanan-kiri jalan yang masih didominasi hijaunya sawah, Klaten itu sebenarnya raksasa pertanian yang lagi “flexing” halus.

Sebagai warga tetangga Klaten yang tiap hari menghirup debu Merapi sekaligus aroma padi, saya berani bilang: Klaten itu bukan cuma soal wisata air umbul. Klaten adalah bukti kalau sektor pertanian kita punya masa depan yang lebih cerah dari masa depan cintamu yang digantung itu.

Primadona yang naik kelas: Dari Rojolele ke Srinar-Srinuk

Ngomongin Klaten tanpa nyebut beras Rojolele itu dosa besar. Dulu, Rojolele Delanggu itu legendaris, tapi masa tanamnya lama banget, bisa sampai 5 sampai 6 bulan. Petani kita putar otak. Bekerja sama dengan BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional), lahirlah varietas Rojolele Srinar dan Srinuk.

Hasilnya? Masa tanam jadi lebih pendek (sekitar 110-120 hari), tahan hama, tapi pulen dan wanginya tetap juara dunia. 

Ini bukan cuma soal urusan perut, tapi soal kedaulatan benih lokal. Beras ini sudah punya Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT). Jadi, kalau daerah lain mau ngaku-ngaku, maaf ya, ndak bisa. Klaten sudah satu langkah di depan dalam urusan inovasi pangan.

Tembakau Vorstenlanden: Cerutu dunia dari tanah Klaten

Mungkin banyak yang nggak tahu kalau tembakau terbaik untuk balutan cerutu (wrapper) di dunia itu asalnya dari Klaten. Namanya tembakau Vorstenlanden.

Tembakau ini diekspor sampai ke Eropa, terutama Jerman, untuk membungkus cerutu-cerutu mahal kelas dunia.

Tanah vulkanik Merapi di sisi utara Klaten itu berkah. Zat haranya bikin kualitas daun tembakau kita punya elastisitas dan warna yang unik. Ini adalah komoditas elite yang bikin Klaten punya posisi tawar di pasar internasional. Jadi, kalau kamu lihat bos-bos di film Hollywood lagi isap cerutu, ada kemungkinan besar “baju” cerutunya itu hasil keringat petani dari Manisrenggo atau Kebonarum.

Baca Juga:

Kecamatan Pedan Klaten: Tempat Tinggal Terbaik di Kabupaten Klaten yang Asri, Nyaman, Penuh Toleransi, dan Tidak Jauh dari Kota

Terminal Ir Soekarno Klaten: Terminal Terbaik di Jawa Tengah yang Menjadi Tuan Rumah Bagi Siapa Saja yang Ingin Pulang ke Rumah

Tantangan: Tol Solo-Jogja dan estafet petani muda

Tentu jalan menuju “Percontohan Pertanian Nasional” nggak selalu mulus kayak aspal tol baru. Justru, Tol Solo-Jogja adalah salah satu tantangan nyata. Proyek strategis nasional ini memakan banyak Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) di Klaten. Ratusan hektar sawah produktif harus berganti jadi beton.

Lalu, siapa yang mau nerusin? Anak muda Klaten sekarang lebih milih kerja di pabrik di Ceper atau merantau ke Jakarta daripada berjemur di sawah. Ini masalah klasik, tapi Klaten punya cara sendiri buat melawannya.

Kenapa Klaten bisa menjadi percontohan?

Klaten nggak menyerah dengan keadaan. Ada beberapa alasan kenapa kabupaten ini bisa jadi kiblat pertanian.

Pertama, integrasi pertanian dan wisata (agrowisata): Lihat saja daerah Polanharjo dan Tulung. Sawah nggak cuma ditanami padi, tapi memadukannya dengan resto dan wisata air. Petani dapat nilai tambah, nggak cuma dari jual gabah, tapi dari sektor jasa.

Kedua, manajemen air yang canggih. Klaten punya ribuan mata air. Pengelolaan irigasi lewat sistem subak versi lokal di sini sangat rapi. Air dari umbul dikelola sedemikian rupa supaya semua sawah kebagian, bahkan saat musim kemarau panjang.

Ketiga, modernisasi alat. Pemkab Klaten termasuk yang paling rajin membagikan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) dan mendorong penggunaan pupuk organik lewat “Sekolah Lapang”.

Masa depan yang cerah

Ke depan, Klaten bukan lagi soal kuantitas, tapi kualitas dan branding. Kita nggak perlu punya lahan seluas Kalimantan, tapi kita punya beras organik terbaik, tembakau kelas dunia, dan bawang merah yang melimpah di wilayah Cawas.

Kabupaten lain seharusnya belajar dari Klaten soal bagaimana mempertahankan identitas agraris di tengah gempuran industrialisasi. Klaten membuktikan bahwa jadi petani itu bisa keren, bisa ekspor, dan bisa jadi tulang punggung ekonomi daerah tanpa harus mengemis-ngemis perhatian.

Jadi, besok lagi kalau lewat Klaten, jangan cuma terpaku sama spion. Lihatlah hamparan sawahnya. Di sana, ada harapan Indonesia buat tetap bisa makan enak 10 atau 20 tahun lagi.

Klaten itu kecil-kecil cabai rawit. Eh, ngomong-ngomong soal cabai, harga cabai di pasar Klaten juga lagi bagus, lho. Petani kita senyumnya lagi lebar-lebarnya. Mari kita jaga senyum itu tetap ada.

Penulis: Moddie Alvianto W.

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Menikmati Kenyamanan di Candi Plaosan, Hidden Gem Klaten dengan Nuansa Magis nan Elok untuk Healing

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 30 April 2026 oleh

Tags: beras rojoleleklatenlumbung padisrinar srinuktembakau klatentembakau Vorstenlandentol solo jogja
Moddie Alvianto W.

Moddie Alvianto W.

Analis di Rumah Kretek Indonesia. Tinggal di Yogyakarta.

ArtikelTerkait

Klaten Diam-diam Lebih Urban daripada Bantul Mojok.co jogja

Klaten, Daerah Tempat Tinggal Paling Masuk Akal untuk Pekerja Jogja yang Ngeri dengan Harga Properti

16 Maret 2025
Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa! klaten solo jogja

Klaten Nggak Melulu Candi Prambanan dan Umbul Ponggok, Ada Desa Kemudo yang Tak Kalah Istimewa!

11 Mei 2024
Logika Aneh di Balik Es Teh Solo yang Bikin Kaget (Unsplash)

Logika Ekonomi yang Aneh di Balik Es Teh Solo, Membuat Pendatang dari Klaten Heran Sekaligus Bahagia

30 November 2025
3 Rekomendasi Kafe di Klaten yang Ramah Introvert, Cocok untuk Menyendiri Mojok.co

3 Rekomendasi Kafe di Klaten yang Ramah Introvert, Cocok untuk Menyendiri

12 Januari 2024
3 Cara bagi Klaten untuk Mengalahkan Ekonomi Jogja (Pexels)

3 Cara Kabupaten Klaten Mengejar Ekonomi dan Status Kota Jogja

26 Maret 2025
5 SMK Unggulan di Klaten yang Menawarkan Jurusan dengan Prospek Karier Cerah

5 SMK Unggulan di Klaten yang Menawarkan Jurusan dengan Prospek Karier Cerah

21 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Aturan Tidak Tertulis Saat Menulis Kata Pengantar Skripsi agar Nggak Jadi Bom Waktu di Kemudian Hari

4 Tips untuk Bikin Mahasiswa Cepat Paham dan Tidak Kebingungan Mengerjakan Skripsi

19 Mei 2026
Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu Mojok.co

Kos LV Jogja Menjamur: Akhlak Nanti Dulu, Kenyamanan dan Cuan Nomor Satu

17 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026
Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan Terminal

Low Maintenance Friendship: Tipe Pertemanan Dewasa yang Minim Drama, Cocok untuk Orang-Orang Usia 30 Tahunan

15 Mei 2026
Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

Bukan Cuma Sambal yang Manis, Chinese Food di Jogja Juga Ikutan Jadi Manis

20 Mei 2026
Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

Dilema Hidup di Jaten Karanganyar: Asap dan Truknya Mengganggu, tapi Perputaran Uangnya Menyelamatkan Ribuan Rumah Tangga

19 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.