Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Hubungan Antara Rokok dan Ketebalan Dompet

Gilang Oktaviana Putra oleh Gilang Oktaviana Putra
1 Oktober 2019
A A
melinting, isi dompet perokok

Temanmu Melinting Bukan karena Miskin, tapi Sedang dalam Laku Spiritual

Share on FacebookShare on Twitter

Rokok, lima huruf yang melahirkan stigma negatif untuk penikmatnya. Cowok atau cewek, tua dan muda, ganteng atau enggak, sama-sama dicap negatif kalau sudah berkaitan dengan rokok. Cowok ganteng dan masih muda bisa turun nilai kegantengannya gara-gara rokok. Cewek malah lebih jauh lagi, bisa dicap nakal hanya gara-gara rokok seperti yang dikatakan Mbak Nadya Rizki Aditya dalam tulisannya Sejak Kapan Rokok Punya Gender? Tetapi ya memang begitu kenyataannya. Mau bagaimanapun kita perokok melawannya, tetap saja kita itu negatif buat sebagian orang. 

Ngomongin rokok memang bisa jadi melebar kemana-mana. Kalau terlalu serius bisa sampai ke jumlah pengangguran dan ekonomi makro negara Indonesia, kalau terlalu santai topik yang dibicarakan hanya seputar alasan seseorang memilih menjadi perokok atau pengalaman merokok sembunyi-sembunyi waktu kecil dulu yang kadang lucu. Enggak tahu deh darimana mulainya, tapi yang jelas rokok sudah menyatu dengan budaya kita. Saya kira masih banyak orang yang percaya kalau ngobrol ditemani sebungkus rokok dan segelas kopi itu lebih asik. Teman saya yang bukan perokok bahkan sampai membeli sebungkus rokok demi menemukan keasikan waktu ngobrol dengan kliennya. 

ADVERTISEMENT

Anehnya, dengan begitu banyaknya stigma negatif tentang rokok tetap saja jumlah perokok enggak berkurang besar. Coba tengok di sekitarmu, berapa orang remaja yang merokok padahal masih menggunakan seragam putih-biru dan putih-merah? Mungkin seperti yang Mbak Nadya Nur Hafidah katakan dalam tulisannya Memangnya Kenapa Kalau Rokokku Rokok Jablay? bahwa setiap perokok pasti punya perjalanan dan momen penemuannya masing-masing. Buat sebagian orang rokok adalah obat paling ringan dan murah untuk masalah dalam hidupnya; buat sebagian lagi rokok adalah kekuatan; buat yang lainnya rokok adalah bentuk pertemanan yang sebenarnya. 

Menariknya, rokok bukan hanya punya gender, tapi juga bisa menggambarkan kemampuan finansial seseorang. Apalagi buat pengangguran dan karyawan—yang gajinya pas-pasan—isi dompetnya bisa dilihat dari rokok apa yang dia beli. Warna uang dalam dompet diwakili oleh warna bungkus rokok yang dia bawa. 

Setiap orang punya pilihan rokok yang berbeda, karena meski terlihat sama saja rokok mempunyai ciri khas masing-masing. Ada yang asapnya lembut, tapi bikin pusing kepala; ada juga yang asapnya sangat ringan sampai enggak terasa. Ini yang membuat rokok punya banyak macamnya, meskipun sama saja terbuat dari tembakau. Kadang ada masanya, seorang yang biasa membeli rokok Marlboro, di akhir bulan malah membeli Djarum Coklat atau Sampoerna Kretek. 

Beberapa minggu kemarin, muncul berita kalau harga rokok bakal naik sekitar 20% yang menurut kabar bertujuan agar mengurangi jumlah perokok. Saya rasa bisa saja, namun peluangnya enggak terlalu besar. Alasannya karena ada golongan perokok yang asal ngebul atau istilah saya sih asbak. Apa saja rokoknya enggak jadi masalah, yang penting ngebul. Bukan hal yang salah sih, tapi saya kira yang seperti itu malah membuat seorang perokok semakin kecanduan. 

Selain itu, membeli rokok favorit adalah salah satu cara untuk memanjakan diri sendiri. Ini berada di tingkatan rendah dalam memanjakan diri sendiri. Membeli rokok favorit berarti kita mengijinkan tubuh kita mendapatkan kenikmatan sementara untuk menutupi sejumlah ke-tidak-nikmat-an dalam hidup. Perasaan puas ketika membakar rokok favorit setelah makan bisa menjadi kesenangan tersendiri, meskipun enggak terlalu besar. Tapi hey, bukan kah ini justru yang kita butuhkan? Rokok bisa menjadi alat rekreasi tubuh dan pikiran dari penatnya kehidupan. Dengan begitu, kita enggak Cuma merokok karena kebiasaan namun ada satu hal yang cukup bernilai di baliknya.

Selain itu, kalau misalnya harga rokok benar-benar naik kebiasaan membeli rokok favorit bisa menolong kita mengurangi jumlah batang yang kita bakar dalam satu hari. Dengan catatan, ketebalan dompet adalah tujuan akhir kita. Misal per hari kamu biasa merokok Signature satu bungkus, pas harganya naik ya dikurangi jumlahnya jadi setengah bungkus atau malah di bawah itu. Sehingga pemerintah senang karena tujuannya menaikan harga rokok tercapai dan istri pun senang karena uang dapur bertambah. Yasudah sampai di sini dulu, kalau dilanjut lagi nanti nanti malah jadi terlalu serius. (*)

Baca Juga:

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

BACA JUGA Rekomendasi Makeup dan Skincare Buat Aksi atau tulisan Gilang Oktaviana Putra lainnya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 12 Januari 2022 oleh

Tags: ekonomifinansialRokok
Gilang Oktaviana Putra

Gilang Oktaviana Putra

Penjaga toko buku daring di ige, suka ngoceh di twitter, dan pengin jadi kucing.

ArtikelTerkait

harga rokok naik cukai rokok perokok di kafe buang puntung sembarangan padahal udah ada asbak mojok.co

Nggak Apa-apa Harga Rokok Naik, tapi Nggak Sesering Ini Juga, kali!

20 Juli 2021
Julukan Jember Kota Tembakau Sudah Tidak Pantas, Sebaiknya Diganti Aja Mojok.co

Julukan Jember Kota Tembakau Sudah Tidak Pantas, Sebaiknya Diganti Aja

13 November 2023
Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar Mojok.co

Siasat Melewati 31 Jam di “Neraka” Bernama Kapal Kelas Ekonomi Surabaya-Makassar

13 Maret 2026
karya fiksi UT kuliah ekonomi kuliah sastra kuliah online mahasiswa s-1 dan s-2 Sebagai Penulis, Saya Sering Disangka Romantis dan Bisa Menjadi Sekretaris kuliah online

Cabut Kuliah Ekonomi, Masuk Sastra, eh Malah Ingin Jadi Pengusaha

13 Juli 2020
Memberi Tempat Bagi Remaja untuk Bicara Soal Rokok (Unsplash)

Memberi Tempat Bagi Remaja untuk Bicara Soal Rokok

9 Desember 2022
Sisi Gelap Kanada, Negara yang Katanya Bersahabat

Sisi Gelap Kanada, Negara yang Katanya Bersahabat

18 Mei 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

Jamuan untuk dosen saat sidang akhir itu suka rela atau paksaan yang dibalut tradisi?

19 Juli 2026
Advan 360 Stylus: Laptop Lokal yang Bisa Jadi Tablet tapi Kurang Laris di Pasaran

Saya menyesal membeli laptop Advan, sebetulnya niat nggak sih bikin produk lokal yang bagus?

16 Juli 2026
13 Tabiat Mahasiswa KKN yang Dibenci Warga Desa, Jangan Dilakukan atau Kalian Jadi Musuh Bersama Mojok.co

Apa salahnya mahasiswa kkn di kota? Mereka sedang belajar, bukan cuma nyari enak

20 Juli 2026
Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya Mojok.co

Perpustakaan Kota Batu salah satu tempat terbaik di kota ini, sayang belum banyak orang yang tahu dan mengunjunginya

19 Juli 2026
Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang  Mojok.co

Cerita suram Semarang yang tidak asing bagi warlok, tapi jarang diketahui pendatang 

19 Juli 2026
Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak Mojok.co

Konflik batin dosen nggak enakan hadapi mahasiswa pemalas: diberi nilai jelek kasihan, diluluskan kok malah ngelunjak

15 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.