Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kampus Loker

Gaji Kecil dan Tak Pernah Cukup, Harus Bagaimana?

Suryo Kuncoro oleh Suryo Kuncoro
14 Agustus 2019
A A
gaji kecil

gaji kecil

Share on FacebookShare on Twitter

Pekerja yang kinerjanya rendah dan sukanya bermalas-malasan, pada saat ditanya pasti jawabannya karena gaji yang diberikan perusahaan kecil. Dan baru akan semangat bekerja jika perusahaan memberikan gaji yang besar. Alasan ini kerap mudah dijumpai di setiap perusahaan di mana pun berada.

Siapapun pasti mendambakan pekerjaan yang ringan dengan gaji besar tentunya. Sayangnya hal tersebut hanya ada di alam impian, sedangkan dalam kenyataannya pekerjaan yang dilakukan terasa amat berat sedangkan penghargaan yang diberikan perusahaan dalam bentuk gaji terasa begitu kecil dan kurang untuk mencukupi segala kebutuhan hidup.

ADVERTISEMENT

Itulah kenapa, setiap akhir tahun selalu terjadi aksi unjuk rasa buruh untuk menuntut kenaikan upah, terutama di wilayah Jabodetabek. Di satu sisi pihak pengusaha menjerit akan kenaikan upah yang terjadi setiap tahun, ternyata tidak diiringi dengan kenaikan kinerja maupun produktifitas pekerja, sehingga target yang sudah disusun di awal tahun gagal dipenuhi di akhir tahunnya.

Sampai kapan pun, masalah gaji memang tidak akan pernah menghasilkan titik temu antara pihak pekerja dengan pihak pengusaha. Pekerja selalu menuntut perusahaan untuk memberikan gaji yang tinggi guna mencukupi kebutuhan hidup, sedangkan pihak perusahaan berupaya agar gaji tidak terlalu besar kenaikan per tahunnya untuk mengurangi biaya pengeluaran perusahaan.

Gaji berapa pun yang kita terima, selama kita tidak merubah gaya hidup dalam berbelanja dan tidak belajar untuk mensyukurinya, selamanya akan terasa kurang. Di sinilah diperlukan kearifan dan kebijaksanaan dalam membelanjakan penghasilan yang didapat sehingga tidak besar pasak daripada tiang.

Bukan masalah besar atau kecilnya gaji yang menjadi kendala, melainkan seberapa besar keberkahan atas gaji yang kita terima tersebut. Ilustrasi singkatnya adalah sebagai berikut, yaitu misalkan kita digaji sebesar 1 juta rupiah per bulan untuk melakukan 5 jenis pekerjaan. Namun dalam praktiknya terkadang kita bermalas-malasan dan cenderung menghindari tugas yang diberikan, lalu membiarkan orang lain yang menyelesaikannya. Sehingga dalam satu bulan kita hanya menyelesaikan 3 atau 4 jenis pekerjaan. Hal itu, tentu saja kita telah merugikan pihak perusahaan yang menggaji kita untuk melakukan 5 jenis pekerjaan. Atau bahasa singkatnya kita telah melakukan kebohongan atau bekerja tidak sesuai dengan perjanjian awal. Di sinilah awal mula dari hilangnya berkah dari gaji yang diterima, karena tidak berkah, penghasilan yang kita terima akan selalu terasa kurang, misalnya melalui pengeluaran mendadak seperti musibah atau ada anggota keluarga yang sakit, sehingga membuat defisit belanja rumah tangga.

Ada pula orang begitu penuh perhitungan dalam bekerja, ia hanya melakukan 5 jenis pekerjaan yang diberikan oleh perusahaan, dan enggan melakukan pekerjaan tambahan lainnya karena menganggap pekerjaan tersebut tidak ada dalam perjanjian awal dan merasa sia-sia dan buang-buang tenaga karena tidak mendapatkan penghasilan tambahan apabila tetap melakukan pekerjaan tambahan tersebut.

Namun ada pula pekerja, yang diberikan 5 jenis pekerjaan, tetapi masih mau melakukan pekerjaan tambahan meskipun tidak mendapat tambahan penghasilan. Apakah dia merasa rugi? Tentu saja tidak. Lalu bagaimana bisa? Memang benar apabila menggunakan perhitungan manusia, tentu saja pekerja ini dirugikan karena melakukan 7 atau 8 jenis pekerjaan, padahal ia digaji hanya untuk melakukan 5 jenis pekerjaan. Kemudian yang jadi pertanyaan, kelebihan pekerjaan yang ia kerjakan siapa yang akan membayar?

Baca Juga:

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

Terkadang manusia lupa bahwa kita memiliki Tuhan yang Maha mencatat amal perbuatan. Setiap kebaikan yang kita lakukan, akan dicatat dan diperhitungkan di sisi Tuhan. Itulah kenapa ada orang tua yang secara kasat mata penghasilannya kecil tapi mampu menyekolahkan anaknya sampai jadi sarjana.

Lalu bagaimana dengan kita yang sudah mati-matian bekerja, akan tetapi pihak perusahaan seolah tidak pernah menghargai atas setiap jerih payah yang kita berikan? Bekerjalah terus sebaik mungkin, apabila kita tidak dihargai. Yakinlah lama kelamaan Tuhan juga pasti akan kasihan, dan mengangkat derajat kita ke tempat yang lebih mulia. Caranya? Bisa dengan memindahkan kita ke perusahaan yang lebih baik, atau kita ditunjukan jalan untuk berbisnis sendiri hingga sukses. Atau jika kita tidak ke mana-mana, semoga Tuhan membalasnya dengan memberikan kesehatan serta keturunan yang saleh dan salehah, yang bisa memberikan kebanggaan di masa depan.

Jangan pernah menghitung, takutnya kita salah hitung. Bukankah yang salah hitung adalah orang yang berhitung. Jika kita bekerja tulus ikhlas tanpa pernah perhitungan, balasan berlipat ganda sudah pasti akan didapat. Bersabarlah. (*)

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) yang dibikin untuk mewadahi sobat julid dan (((insan kreatif))) untuk menulis tentang apa pun. Jadi, kalau kamu punya ide yang mengendap di kepala, cerita unik yang ingin disampaikan kepada publik, nyinyiran yang menuntut untuk dighibahkan bersama khalayak, segera kirim naskah tulisanmu pakai cara ini.

Terakhir diperbarui pada 4 Februari 2022 oleh

Tags: cari kerjaekonomigaji kecilHidup HematLowongan Kerja
Suryo Kuncoro

Suryo Kuncoro

ArtikelTerkait

plastik berbayar

Mencintai dan Membenci Kebijakan Plastik Berbayar

23 Juni 2019
Menguasai Bahasa Mandarin Lebih Menjanjikan daripada Bahasa Inggris, Peluang Kerja dan Gaji Lebih Besar Mojok.co

Menguasai Bahasa Mandarin Lebih Menjanjikan daripada Bahasa Inggris, Peluang Kerja dan Gaji Lebih Besar

11 Januari 2024
Penyebab Orang Lamongan Pantang Makan Lele Meskipun Jualan Pecel Lele terminal mojok.co

Ternak Lele adalah Kita yang Mulai Pragmatis

9 Oktober 2019
Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

Wanita Sudah Menikah Sulit Dapat Kerja: HRD Cari Karyawan Apa Calon Mantu?

9 September 2025
7 Siasat Kelas Menengah agar Bisa Bertahan di 2025 Mojok.co

7 Siasat Kelas Menengah agar Bisa Bertahan di 2025

6 November 2024
Quarter Life Crisis

Quarter Life Crisis yang Kadang Membuat Hati Meringis Sampai Dengan Menangis

3 Juli 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau? (Unsplash)

Mengapa banyak pengangguran di Jogja enggan merantau?

15 Juli 2026
Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

Pucang Surabaya, kawasan di kota pahlawan yang tak pernah kenal tidur

16 Juli 2026
Review Mie Gacoan Bangkalan Madura, Cabang yang Anomali karena Tidak Perlu Antre Mojok.co

Mie Gacoan Bangkalan Madura bisa tutup kalau 3 hal ini tidak diperbaiki

18 Juli 2026
Orang Wonogiri Layak Dinobatkan sebagai Orang Paling Bakoh Se-Jawa Tengah Mojok.co jogja malang

Deklarasi Wonogiri sebagai ibu kota mi ayam bakso harusnya menyadarkan Malang bahwa reputasi saja tidak selalu cukup

21 Juli 2026
Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

Sendang Senjoyo dulu jadi primadona, kini banyak orang nggak sudi buat ke sana!

19 Juli 2026
Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah Mojok

Perpustakaan Kota Pekalongan berbenah, akhirnya ada ruang publik yang bikin betah 

21 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.