Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Artikel

Tak Peduli Apa Latar Belakangmu, Literasi Keuangan Itu Penting!

Isa Anshori Al Haq oleh Isa Anshori Al Haq
3 Oktober 2020
A A
Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Bukan Sekretaris, tapi Tugas Bendahara Adalah yang Terberat di Masa Sekolah terminal mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Di era modern ini, uang merupakan hal vital bagi setiap orang. Sebab, dengan mempunyai uang (yang banyak tentunya) kita bisa melakukan apa saja yang kita inginkan. Dengan memiliki uang segalanya akan terjamin. Pendidikan, kesehatan, keluarga, dan segala aspek kehidupan lainnya. Semua tergantung kepada uang yang dimiliki. Semakin banyak uang, tentunya akan semakin terjamin hidup seseorang.

Bagi saya, uang itu sama seperti senjata. Ia bisa digunakan dalam segala hal. Baik hal buruk maupun hal baik. Oleh karena seperti senjata, maka diperlukan ilmu untuk menggunakannya. Tanpa ilmu, bukan tidak mungkin senjata itu akan melukai, atau bahkan membunuh kita sebagai tuannya sendiri. Jadi penting bagi kita untuk menguasai ilmu tentang literasi keuangan.

ADVERTISEMENT

Memiliki banyak uang jika tidak dibarengi dengan literasi keuangan atau finansial ya sama saja. Ujung-ujungnya bisa habis juga karena bukan tidak mungkin pengeluaran lebih besar dari dari pemasukan. Kalau kata pepatah mah “lebih besar pasak daripada tiang”. Maka dari itu, literasi keuangan penting untuk dipahami bagi siapa saja, tidak peduli apa latar belakangnya. Mau Anda mahasiswa, karyawan swasta, ibu rumah tangga, atau apapun itu.

Menurut surat edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1/SEOJK 07/2014, literasi keuangan adalah kemampuan untuk memahami pengetahuan serta keterampilan untuk mengelola sumber daya keuangan untuk mencapai kesejahteraan.

Dengan memahami hal tersebut, seseorang akan lebih mudah dalam mengambil keputusan. Tentunya yang berkaitan dengan keuangan ya. Dengan memahami literasi keuangan, segala keputusan yang diambil akan lebih sedikit risikonya dibanding dengan yang tidak paham dengan pendidikan keuangan. Kesejahteraan pun bisa lebih cepat dicapai.

Pengetahuan akan literasi keuangan akan membantu seseorang dalam banyak hal. Ia akan mampu memilah dan memilih apakah kegiatan konsumsi yang ia lakukan adalah sebagai kebutuhan atau hanya keinginan, investasi yang ia lakukan aman atau berisiko, dan masih banyak hal lain yang berkaitan dengan keuangan. Dengan begitu risiko yang akan terjadi bisa diminimalisir.

Dalam urusan pernikahan misalnya. Ketika dua sejoli akan menikah, tentu keduanya akan berembuk mengenai tempat yang akan digunakan sebagai tempat resepsi, apakah akan menyewa gedung atau di rumah salah satu mempelai. Keputusan seperti ini penting menurut saya. Sebab, tidak jarang orang memaksakan diri menyewa gedung untuk resepsi. Tetapi, setelah menikah, mereka langsung disibukkan dengan urusan utang piutang.

Pengantin baru bukannya bermesraan malah sibuk ngurusin tagihan, kan nggak banget ya. Maka dari itu, literasi keuangan perlu dipahami secara baik dan bijak oleh kedua belah pihak. Sehingga setelah pernikahan tidak disibukkan dengan urusan tagihan pernikahan.

Baca Juga:

Pengalaman Pahit Buka Usaha Rumahan Kios Makanan di Apartemen Kelas Menengah Jaktim, Mulai dari Rekan Bisnis Berkonflik sampai Menu Jualan Selalu Ditiru Pesaing

Penyesalan Menyepelekan Petuah Rajin Menabung dari Ortu, padahal Kebiasaan Itu yang Menyelamatkan di Tengah Kondisi Ekonomi yang Bikin Cemas

Pemahaman tentang pendidikan keuangan agaknya perlu untuk dikenalkan ke anak sejak usia dini. Sehingga ketika anak sudah cukup usia, dia sudah mampu untuk mengaplikasikan apa yang sudah ia pelajari dulu. Dengan begitu, si anak akan mampu menjalani hidup dengan lebih aman dalam hal keuangan.

Hal sederhana yang bisa diajarkan kepada anak atau adik mengenai literasi keuangan adalah dalam soal jajan. Ajarkan ke mereka mengenai hal yang memang dibutuhkan atau hanya keinginan semata. Dengan begitu, kesadaran mengenai literasi keuangan akan terbentuk dengan sendirinya, sehingga saat dewasa ia tidak kaget dan bisa mengaplikasikan dalam bidang yang ia geluti.

Untuk memperkenalkan literasi keuangan, tentu orang tua juga harus paham akan hal tersebut. Bagaimana mungkin orang tua mengajarkan apa yang ia sendiri tidak paham. Bukannya tercerahkan, yang ada malah tersesat.

Apalagi dalam pendidikan negara kita, literasi keuangan belum diajarkan di sekolah. Ini menjadi pekerjaan bagi Pak Nadiem beserta jajaran untuk memasukkan literasi ini ke dalam kurikulum sekolah sehingga anak-anak Indonesia paham akan pentingnya literasi keuangan dalam kehidupan.

Menurut saya, mempelajari literasi keuangan tidak mesti sudah memiliki uang yang banyak atau sudah berpenghasilan karena keduanya adalah hal yang terpisah. Mempelajari literasi keuangan itu artinya mempersiapkan diri dari segala kemungkinan yang akan terjadi di masa depan sekaligus mempelajari cara untuk mencapai kesejahteraan keuangan.

BACA JUGA Plus Minus Chattingan Pakai WhatsApp vs Telegram. Mana yang Lebih Bagus? dan tulisan lainnya di Terminal Mojok.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 3 Oktober 2020 oleh

Tags: ekonomifinansialliterasi keuanganmanajemen
Isa Anshori Al Haq

Isa Anshori Al Haq

Mahasiswa bahagia.

ArtikelTerkait

Kecamatan Banjaran Diam-diam Jadi Penopang Perekonomian di Kabupaten Bandung

Kecamatan Banjaran Diam-diam Jadi Penopang Perekonomian di Kabupaten Bandung

6 September 2024
emas logam mulia tabungan bank ekonomi stabilitas mojok

Demam Emas Bisa Jadi Ancaman Pemulihan Ekonomi

12 Oktober 2020
Memahami Arti Resesi Pakai Bahasa Tukang Gorengan

Resesi This, Resesi That, Emangnya Kalian Ngerti?

4 November 2022
6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang Terminal

6 Siasat Bertahan Kelas Menengah Saat Ekonomi Nggak Waras seperti Sekarang

8 Juni 2026
Hari Sawit Nasional

Apa Pentingnya Memperingati Hari Sawit Nasional?

15 November 2021
orde baru jokowi soeharto mojok.co

Jokowi dan Memori Orde Baru yang Masih Membekas

17 September 2019
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi? (Unsplash)

Kenapa orang Jogja malas wisata naik gunung ke Gunung Merapi?

20 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

Mohon maaf, tidak semua orang suka tahu campur Lamongan, bahkan saya sebagai warlok juga kurang cocok

19 Juli 2026
Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan Terminal

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

15 Juli 2026
Motor matic itu kutukan yang selalu rusak kalau saya punya uang (Unsplash)

Saya curiga, motor matic punya indra penciuman terhadap saldo rekening karena selalu rusak ketika saya punya uang

16 Juli 2026
Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera Mojok.co

Pengakuan orang Semarang, lidah Jawa saya menyerah pada kuliner Jakarta yang nggak bikin selera

19 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.