Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Jalan Gatot Subroto, Musuh Besar Bagi Pengendara Motor di Jakarta yang Harus Melawan Kemacetan, Jalanan Sempit, dan Ranjau Paku!

Muhammad Arifuddin Tanjung oleh Muhammad Arifuddin Tanjung
27 April 2024
A A
Jalan Gatot Subroto Jakarta, Musuh Besar Pengendara Motor (Unsplash)

Jalan Gatot Subroto Jakarta, Musuh Besar Pengendara Motor (Unsplash)

Share on FacebookShare on Twitter

Jalanan di Jakarta sejak dahulu sudah terkenal akan kepadatan lalu lintas hingga macetnya. Macet itu ibarat makanan sehari-hari. Di antara jalan-jalan yang terkenal akan macetnya, menurut saya, Jalan Gatot Subroto adalah yang paling parah. Ini sekaligus menjadi momok yang mengerikan bagi para pemotor.

Beberapa waktu yang lalu, saya yang biasanya tidak melewati Jalan Gatot Subroto terpaksa untuk melewati jalan tersebut. Terpaksa karena sebab ada kepentingan untuk pergi ke kawasan Grogol Petamburan di Jakarta Barat menggunakan sepeda motor. 

ADVERTISEMENT

Dari kediaman saya di Jakarta Timur, jalan yang saya ketahui untuk mencapai tujuan ya hanya melewati Jalan Gatot Subroto saja. Sebenarnya, saya telah mengetahui bahwa jalan yang satu ini tidak akan pernah sepi pada pagi hari. Jalanan akan selalu penuh pengendara. Maklum, ia adalah salah satu jalan protokol di Jakarta dan banyak gedung-gedung perkantoran hingga pusat bisnis beralamat di sini. 

Pengendara yang lewat jalan ini pun tak hanya orang lokal saja, melainkan juga berasal dari Depok, Bekasi, hingga Bogor yang memang mencari rezeki di Jakarta sehingga turut memenuhi jalanan yang tidak terlalu luas itu. Saya yakin akan terkena macet dan sampai tujuan melebihi waktu yang saya targetkan. Dan, apa yang saya yakini ternyata terealisasikan.

Pagi hari di Jalan Gatot Subroto Jakarta benar-benar menguji kesabaran 

Baru saja bergabung di Jalan MT Haryono (jalan yang bersambung dengan Gatot Subroto di Pancoran) Cawang, telah terlihat bibit-bibit kemacetan. Kondisi jalanan sudah padat oleh roda 2 dan 4. 

Yang lebih mirisnya lagi, pemotor yang tak sabaran, menyerobot dan menginvasi trotoar. Setelah merayap-rayap selama kurang lebih 15 menit, situasi kemacetan makin menjadi-jadi begitu memasuki Tebet dan Pancoran. Makin mendekati pusat kota, macetnya makin nggak karuan! 

Baru saja melewati Flyover Pancoran yang terkenal dengan Monumen Patung Dirgantara-nya, langsung disambut ribuan kepala pengendara yang berdesak-desakan di Jalan Gatot Subroto Jakarta. Saya melihat sendiri raut wajah mereka tak ada yang senyum atau bahagia. 

Saya frustasi melewati jalanan ini. Situasi begitu sesak dan keringat telah membasahi tubuh membuat saya pengin cepat-cepat lolos dari jeratan macet. 

Baca Juga:

5 Peringatan untuk wargi Jakarta yang nafsu banget mau pindah ke Salatiga

Saat Jakarta terasa lebih tenang dibanding mudik ke Jawa Timur gara-gara teror pawai sound horeg Agustusan

Begitu memasuki kawasan Simpang Kuningan, saya agak lega karena kemacetan sedikit mencair, tetapi itu tak berlangsung lama. Di depan telah terjadi lagi kemacetan yang ternyata lebih parah. Macet di tempat ini bahkan lebih panjang, yaitu sampai Simpang Susun Semanggi. Hingga akhirnya, saya benar-benar frustasi. 

Saya lantas membatalkan niat untuk sampai ke tujuan dan memutuskan untuk pulang melewati Jalan Jenderal Sudirman. Total waktu yang saya habiskan untuk bermacet-macetan di Jalan Gatot Subroto Jakarta ialah 2 jam. Benar-benar membuang waktu. Padahal, kalau nggak macet, cuma butuh 20 menit dari Cawang hingga Simpang Susun Semanggi. Sayangnya, hal itu tidak terjadi.

ADVERTISEMENT

Momok dan musuh besar pengendara motor

Dari penjelasan di atas tergambar betapa Jalan Gatot Subroto Jakarta adalah momok mengerikan bagi pengendara motor. Mereka dipaksa untuk berdesak-desakan, menghirup polusi kendaraan lain yang tentunya berbahaya bagi kesehatan. Sudah pasti mereka frustasi, sekaligus pusing melihat kemacetan yang tidak ada habisnya.

Beberapa yang lain mencoba untuk melanggar lalu lintas, seperti naik ke atas trotoar atau masuk jalur bus Transjakarta. Ya, mau bagaimana lagi? Jalannya terlalu sempit sih, tidak mampu mengimbangi volume kendaraan yang begitu besar. Namun, tindakan tersebut tetap saja tidak bisa dibenarkan. Jadinya, serba salah, ya?

Ada satu hal lagi yang benar-benar bikin pemotor (dan mungkin pengendara roda 4 juga) sengsara melewati jalan ini. Lebih tepatnya pada ruas Jalan Gatot Subroto Jakarta dari arah Semanggi hingga Cawang. Di sinilah masalah yang telah bertahun-tahun tak pernah selesai itu masih menghantui para pengguna jalan. Ya, itu adalah ranjau paku! 

Ranjau paku yang pernah saya bahas ternyata masih menjadi momok di Jalan Gatot Subroto. Hingga saat ini, masalah ranjau paku tersebut belum beres dan pelakunya sendiri masih bebas berkeliaran. Banyak yang bilang sih kalau pelakunya ini ialah oknum tambal ban dadakan yang biasanya muncul berdekatan dengan tempat ranjau paku itu ditebar. 

Seorang netizen di media sosial pernah bercerita kalau dirinya pernah terkena ranjau paku pada malam hari dan berakhir di tukang tambal ban. Gilanya, harga tambal ban tersebut digetok menjadi 25 ribu dari yang seharusnya sekitar 10-15 ribu saja! 

Oleh karena itu, saya sebisa mungkin menghindari Jalan Gatot Subroto Jakarta. Nggak apa-apa sedikit jauh dan memutar, yang penting nggak boncos akibat ban bocor. Selama ranjau-ranjau paku itu tetap bertebaran, saya lebih mending lewat Jalan Gatot Subroto arah Semanggi-Cawang dengan bus Transjakarta saja karena lebih aman.

Jalan paling menyiksa

Demikianlah alasan saya mengatakan Jalan Gatot Subroto Jakarta menyandang jalan paling macet dan menyiksa. Sudah jalannya sempit, macet yang hampir nggak tertolong, membuang waktu, tenaga, dan uang serta penuh dengan ranjau paku.

Karena perluasan jalan sudah pasti tidak mungkin, saya menyarankan agar pemerintah bisa mempercepat transisi penggunaan kendaraan pribadi ke kendaraan/transportasi umum. Dari tahun ke tahun, makin banyak transportasi umum beserta infrastrukturnya telah terbangun, kok. 

ADVERTISEMENT

Ini membawa angin segar bagi pengurangan tingkat kemacetan. Namun, jumlah kendaraan juga terus mengalami peningkatan sehingga pemerintah sepertinya harus bekerja lebih keras. Atau setidaknya membuat situasi macet terasa mendingan. 

Selain itu, masalah ranjau paku ini juga seharusnya menjadi perhatian serius. Memang nggak gampang bagi pemerintah buat menyelesaikan problematika yang amat kompleks ini. Namun, perlahan-lahan, dengan langkah yang telaten dan niat yang tulus, satu per satu masalah tersebut akan terselesaikan.

Penulis: Muhammad Arifuddin Tanjung

Editor: Yamadipati Seno

BACA JUGA Kemacetan Jakarta Semakin Memuakkan dan Mirisnya Itu di Luar Kontrol Kita

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 27 April 2024 oleh

Tags: CawangJakartaJalan Gatot SubrotoJalan Gatot Subroto Jakartaranjau pakuranjau paku Jalan Gatot SubrotoSemanggi
Muhammad Arifuddin Tanjung

Muhammad Arifuddin Tanjung

Seorang sosialis yang percaya bahwa kemanusiaan hanya bisa tegak jika kita berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah. Pemula yang haus akan ilmu.

ArtikelTerkait

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di kampung  Mojok.co

Tarif parkir SCBD Jakarta bikin syok, bisa buat dua kali makan di Jogja

27 Juli 2026
Apa Harga Sepadan untuk Kamu yang Bekerja Sampai Lelah? (Unsplash)

Bekerja Sampai Lelah Tidak Pernah Sepadan, tapi Berhenti Bekerja Tidak Membawa Damai

23 Maret 2026
Jangan Ngaku Anak UIN Jakarta kalau Belum ke Situ Gintung!

Jangan Ngaku Anak UIN Jakarta kalau Belum ke Situ Gintung!

15 November 2023
Cara Bertahan Hidup di Jakarta Jika Gajimu di Bawah UMR Jakarta 2024 depok heru budi jogja

Jakarta Menurut Perantau Jogja: Tempat yang Bagus buat Nyari Uang, tapi Nggak Enak Buat Hidup

1 Agustus 2024
GBK Tempat Jogging Paling Nyaman di Jakarta: Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap Mojok.co

GBK Tempat Jogging Paling Nyaman di Jakarta: Akses Mudah dan Fasilitas Lengkap

28 Oktober 2023
Cinere, Kecamatan di Depok yang Vibes-nya Lebih Jaksel ketimbang Depok kerja di jakarta

Cinere, Tempat Terbaik bagi Orang yang Bekerja di Jakarta, Akses Mudah, Harga Hunian Masih (Lumayan) Masuk Akal

10 Agustus 2024
Muat Lebih Banyak


Terpopuler Sepekan

Gara-gara industri, matcha kini jadi overrated (Unsplash)

Matcha layak dicintai, hanya saja industri membuatnya jadi overrated

23 Agustus 2026
Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama Mojok.co

Pengalaman pertama kali menginap di hotel kapsul dekat Stasiun Tugu Jogja. Nyaman sih, tapi nggak cocok untuk berlama-lama

22 Agustus 2026
Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya Mojok.co

Jabatan korlas SD kini jadi momok bagi orang tua murid karena ada saja dramanya

19 Agustus 2026
Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja Mojok.co

Hal-hal yang bisa dilakukan di Kopdes Merah Putih selain belanja

23 Agustus 2026
Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang Mojok.co

Selain rumah makan Padang, usaha fotokopi juga identik dengan orang Minang

23 Agustus 2026
Gen Z lanjut S2 bukan karena ambisi, tapi patah hati (Unsplash)

Banyak Gen Z lanjut S2 bukan karena gelar dan ambisi, tapi karena patah hati dan bingung mau ngapain lagi

20 Agustus 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=vCYB_q60eug


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.