Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Kemacetan Panjang di Pertigaan Ajibarang Banyumas Masih Jadi PR yang Belum Diselesaikan

Yanuar Abdillah Setiadi oleh Yanuar Abdillah Setiadi
20 April 2024
A A
Kemacetan Panjang di Pertigaan Ajibarang Banyumas Masih Jadi PR yang Belum Diselesaikan

Kemacetan Panjang di Pertigaan Ajibarang Banyumas Masih Jadi PR yang Belum Diselesaikan (Unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Dari dulu masalah di pertigaan Ajibarang Banyumas masih saja sama, yakni macet panjang saat arus mudik Lebaran.

Senin kemarin saya bersama seorang kawan berencana pergi ke salah satu kota di Jawa Barat, yakni Banjar. Setelah menyiapkan segala logistik, kami berangkat dari Purbalingga jam 2 pagi. Kami mengendarai motor matic sejuta umat, Honda Beat.

ADVERTISEMENT

Sebenarnya boleh dibilang itu adalah hal nekat yang kami lakukan lantaran kami memaksa pergi saat musim mudik belum benar-benar usai. Tapi apa boleh dikata Rencana sudah dibuat, semua logistik sudah diangkat dan liburan sebentar lagi minggat.

Saat perjalanan dari Purbalingga hingga Purwokerto, saya mengamati dengan cermat plat kendaraan di sepanjang jalan. Kami banyak menemui kendaraan dengan plat luar kota. Sial betul! Meski diprediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini terjadi pada Minggu malam, tapi banyak pemudik yang lebih memilih kembali ke kota peraduan pada hari Senin. Ini dibuktikan dengan padatnya kendaraan roda empat dan roda dua yang saya temui. Meski demikian, perjalanan dari Purbalingga ke Purwokerto terpantau ramai lancar. Tak ada kemacetan yang mengekor hingga ratusan meter.

Awal mula kemacetan

Hingga akhirnya saya dan kawan sampai di jalur Cilongok-Ajibarang, situasi menjadi berbeda. Kami menjumpai semakin banyak kendaraan roda empat sebelum pertigaan Ajibarang Banyumas yang terkenal itu. Truk dan bus berseliweran ke sana kemari. Puluhan pemudik motor yang membawa barang bawaan di jok belakang juga berhamburan di sepanjang jalan.

Saya pun mengurangi kecepatan kendaraan. Awalnya, saya bisa memacu kendaraan di atas 80 kilometer per jam, tapi saat melintasi jalur ini saya hanya bisa berkendara maksimal 60 kilometer per jam.

Mendekati titik kemacetan: pertigaan Ajibarang Banyumas

Begitu kami tiba di Pasar Cilongok, saya mulai curiga. Kendaraan terlihat semakin padat. Ternyata apa yang saya khawatirkan terjadi, kemacetan tak bisa kami hindari. Puncaknya, saat melintasi SPBU Cilongok, kendaraan roda empat, truk, dan bus sudah mengular. Tak ada yang bergerak sama sekali. Semanya berhenti total.

Untungnya saya dan kawan naik motor. Kami masih bisa melintas melalui tepi jalan sebelah kiri. Alhasil kami bisa melewati titik kemacetan tersebut dalam hitungan menit saja. Salah seorang petugas SPBU yang sempat kami jumpai mengatakan jika terjebak kemacetan di pertigaan Ajibarang bisa makan waktu hingga satu jam. Iya, satu jam, Lur!

Baca Juga:

Kecamatan Purwokerto Lebih Populer daripada Kabupatennya, Banyumas, Bikin Banyak Orang Salah Paham

Magetan dan Magelang: Dua Kota Beda Provinsi yang Sering Bikin Lidah Terpeleset dan Dompet Tersesat

Bayangkan saja, saat hari biasa, saya hanya perlu waktu 5 menit untuk melintasi lampu merah di pertigaan Ajibarang. Itu pun karena terjebak lampu merah hingga dua kali. Sementara saat musim mudik Lebaran seperti kemarin, waktunya jadi molor lebih dari 5 menit.

Para pengendara yang melewati pertigaan Ajibarang Banyumas kudu mempertebal kesabaran mereka. Saya membayangkan betapa pegalnya kaki para sopir yang sebentar-sebentar harus memainkan pedal gas dan kopling demi bisa melewati kemacetan panjang di pertigaan Ajibarang. Kalau saya sih nggak bakal kuat, Lur!

Harus ada jalan lingkar yang bisa mengurai kemacetan di pertigaan Ajibarang Banyumas

Kemacetan dari arah timur ini mulai dari SPBU Cilongok yang jaraknya 3,4 kilometer ke pertigaan Ajibarang Banyumas. Kondisi semakin diperparah dengan kontur jalan yang nggak rata. Selain pedal gas, sopir juga harus sering-sering menggunakan rem tangan, kalau nggak, sudah pasti kaki kesemutan.

Pertigaan Ajibarang Banyumas memang sudah jadi langganan macet tiap mudik Lebaran. Saya merasa kemacetan di sini seharusnya diberi perhatian serius oleh pemerintah. Jalan nasional ini menjadi jalur utama bagi mereka yang hendak ke kota besar seperti Jakarta dan Bandung. Selain itu, jalur ini juga menjadi akses satu-satunya dari Purwokerto ke arah pantura.

Salah satu solusi yang muncul di kepala saya adalah dengan membuat jalan lingkar. Seandainya para pengemudi yang menuju arah pantura atau Jakarta dibuatkan jalan lingkar supaya nggak melewati pertigaan ini, pasti kemacetan bisa diminimalisir.

Saya tahu bahwa biaya yang digunakan untuk membuat jalan lingkar nggak murah. Namun, mau sampai kapan kemacetan di pertigaan Ajibarang akan berlanjut? Masa setiap tahun nggak ada perubahan?

Saya memang melihat beberapa polisi membantu mengatur arus lalu lintas di pertigaan Ajibarang Banyumas. Tapi nyatanya hal itu nggak terlalu efektif. Kemacetan masih mengular panjang.

Siapa yang kemarin pas mudik melewati pertigaan Ajibarang Banyumas? Kalian perlu waktu berapa jam untuk bisa keluar dari titik kemacetan yang menyebalkan itu, Lur?

Penulis: Yanuar Abdillah Setiadi
Editor: Intan Ekapratiwi

BACA JUGA Jalan Sokawera-Kemranjen Banyumas: Jalanan yang “Menggoda” Pengendara dengan Buah Durian, tapi Juga Berbahaya.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 20 April 2024 oleh

Tags: banyumasjawa tengahkabupaten banyumasKemacetanmacetPertigaan Ajibarang Banyumas
Yanuar Abdillah Setiadi

Yanuar Abdillah Setiadi

Santri. Murid Cak Nun, Rocky Gerung, Sujiwo Tejo. Instagram: @yanuarabdillahsetiadi

ArtikelTerkait

4 Alasan Orang Tegal Malah Jarang Makan di Warteg (Shutterstock)

4 Alasan Orang Tegal Malah Jarang Makan di Warteg

19 Maret 2023
Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau

Terminal Bahurekso Kendal, Hidup Segan Mati Tak Mau

5 Mei 2023
Baturraden Banyumas Kini Tak Lagi Nyaman, Keindahannya Dinodai Penjual yang Jumlahnya Terlalu Banyak

Baturraden Banyumas Kini Tak Lagi Nyaman, Keindahannya Dinodai Penjual yang Jumlahnya Terlalu Banyak

9 Mei 2025
Jalan Kedu Jumo Temanggung, Penyelamat Pengendara dari Jalan Parakan Ngadirejo yang Berbahaya

Jalan Kedu Jumo Temanggung, Penyelamat Pengendara dari Jalan Parakan Ngadirejo yang Berbahaya

24 Juni 2024
Derita Tinggal di Bantarkawung, Kecamatan Pinggiran Kabupaten Brebes yang Dianaktirikan Pemkab (mojok.co)

Derita Tinggal di Bantarkawung, Pinggiran Kabupaten Brebes yang Dianaktirikan Pemkab

25 April 2024
8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah (Unsplash)

8 Alasan Kebumen Pantas Jadi Kiblat Slow Living di Jawa Tengah

3 Desember 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

Como 1907 Memang Tempat yang Pas untuk Nico Paz  

27 Juni 2026
4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau Mojok.co

4 Rekomendasi Motor Second yang Cocok untuk Mahasiswa Pertama Kali Merantau

25 Juni 2026
4 Coffee Shop yang Jadi Pusat Skena Perkopian di Klaten, Wajib Kalian Coba!

Coffee Shop Skena di Klaten Part 2: Pemain Baru, tapi Kualitas Kopinya Boleh Diadu

26 Juni 2026
Ikut Organisasi Mahasiswa Itu Sah-sah Saja, asal Siap Keluar Duit Lumayan organisasi kampus

Rapat Organisasi Kampus: Belajar Berorganisasi atau Cuma Belajar Boros?

23 Juni 2026
Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda! Mojok.co

Jangan Samakan Bubur Ayam Jakarta dan Cirebon, Mereka Beda!

22 Juni 2026
Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan Mojok.co

Membayangkan Betapa Menderita Jadi Warga Perumahan yang Lingkungannya Dijadikan Pasar Kaget Tiap Pekan

26 Juni 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.