Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

Merindukan Djarum Black Tea, Rokok Enak yang Kini Sudah Tiada

Iqbal AR oleh Iqbal AR
9 September 2021
A A
Sumber gambar TVC DjarumBlack YouTube

Sumber gambar TVC DjarumBlack YouTube

Share on FacebookShare on Twitter

Indonesia dan rokok itu ibarat Upin dan Ipin, alias tidak bisa dipisahkan. Keragaman tembakau dan produk rokoknya menjadikan masyarakat Indonesia akrab dengan rokok. Rokok pula, melalui cukainya, yang jadi salah satu pendapatan terbesar negara, meskipun ini sering diperdebatkan. Tapi, keragaman inilah yang membuat rokok-rokok enak muncul dan berterbaran di mana-mana. Mulai dari yang kretek, filter, sampai rokok putih yang ada di Indonesia ini enak-enak. Ya meskipun rokok enak itu selera, tapi ada beberapa rokok enak yang disepakati hampir semua perokok, salah satunya adalah Djarum Black Tea.

Sesuai namanya, Djarum Black Tea ini adalah rokok produksi dari raksasa rokok Djarum, yang punya rasa teh di dalamnya. Djarum Black Tea juga jadi salah satu rokok yang pertama kali memperkenalkan varian rokok dengan rasa. Bersama Djarum Black Cappucino, keduanya sempat menjadi kesukaan para perokok di awal kemunculannya. Kalau sekarang sudah banyak rokok dengan rasa-rasa, tapi dulu, paling hanya satu dua yang punya varian rasa, dan produk dari Djarum Black ini salah satunya.

Kembali soal Djarum Black Tea, rokok ini adalah satu perpaduan sempurna di mana tembakau yang sudah enak, berpadu dengan perasa yang sudah enak. Entah mengapa teh selalu menjadi perasa yang cocok untuk rokok, dan Djarum Black Tea ini sudah pernah membuktikannya. Muncul di sekitar pertengahan 2000-an, rokok ini tenar di kalangan perokok, terutama perokok muda yang masih coba-coba berbagai macam rokok untuk cari mana yang cocok. Tentu tidak sedikit pula orang-orang yang akhirnya kepincut dan jatuh hati dengan rokok ini.

Ya bayangkan saja betapa nikmatnya rokok ini. Kita tahu, lah, bagaimana kualitas dan rasa tembakau rokok produksi Djarum, lalu dipadu dengan perasa teh yang segar. Rasa manis, pahit, asam, berpadu menjadi satu, menciptakan satu kesatuan rasa yang tiada tanding. Belum lagi ukurannya yang panjang dan sedikit lebih gemuk dari Djarum Black biasanya, yang membuat kepuasan tersendiri bagi para penikmat rokok ini. Secara ukuran per batangnya pas, rasanya juga pas.

Rokok ini juga jadi rokok pertama saya saat saya masih kelas enam SD. Saya ingat satu cerita tentang saya pertama kali beli rokok ini. Dulu, saat saya masih kelas enam SD, sekitar 2008/2009, saya mulai belajar merokok. Suatu saat, saya dan teman-teman sedang main ke sebuah tambak milik pemerintah. Nah, karena kami semua merokok, kami patungan untuk beli rokok. Terkumpul lah uang sepuluh ribu rupiah, dan bingung mau beli rokok apa. Salah satu teman saya nyeletuk, beli rokok Djarum Black Tea saja. Dia sudah pernah coba dan rasanya enak.

Maka jadilah uang sepuluh ribu itu saya belikan rokok Djarum Black Tea di warung dan teman-teman saya menunggu di tambak. Dengan harga sembilan ribu saja, sebungkus rokok isi 16 batang tersebut berhasil kami dapatkan (plus dua snack dari kembalian rokok tadi). Hari itu juga, kami sikat habis sebungkus rokok tersebut itu dengan bahagia, menikmati rasa yang nyaris sempurna. Sejak saat itu, rokok tersebut jadi rokok favorit saya, meskipun saya harus patungan dulu dengan teman-teman untuk beli rokoknya (karena tidak ada ecerannya).

Namun, kenikmatan rokok tersebut tidak membuat usianya panjang di pasaran. Kini, rokok ini hanya jadi cerita saja. Saya juga lupa kapan tepatnya Djarum Black Tea ini resmi ditarik. Tiba-tiba hilang saja. Entah apa sebabnya, rokok ini akhirnya ditarik dari pasaran dan tidak diproduksi lagi. Kalau bicara soal penikmat, harusnya rokok ini masih ada sampai sekarang, sebab penikmatnya juga tidak sedikit.

Perkiraan saya, Djarum Black Tea akhirnya ditarik sebab masyarakat mulai bosan dengan varian rasanya. Perokok pasti tahu, lah, bahwa rasa-rasa yang ada di rokok itu hanya enak di tiga atau empat batang pertama dan selebihnya ya biasa saja. Sama sensasinya dengan rokok biasa. Djarum Black Tea juga susah mengalahkan rokok-rokok lain yang sudah ajeg di posisinya.

Baca Juga:

Tulungagung, Kota yang Siap Bersaing dan Menggeser Kudus sebagai Pemilik Takhta Kota Kretek

Kemasan Rokok Polos Bukti Pemerintah Tidak Mengenal Rakyatnya. Pasti Gagal, dan yang Untung Justru Rokok Ilegal!

Tapi, apa pun itu, harapan saya hanya satu, berharap Djarum Black Tea diproduksi lagi dan dijual lagi di pasaran. Saya cukup yakin, kalau rokok ini dijual lagi, pasti akan laku dan penikmat-penikmat lama pasti akan langsung beli. Tolong, ya, petinggi Djarum atau siapapun yang mengurusi produksi rokok, mohon diproduksi lagi, ya!

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 Desember 2021 oleh

Tags: djarumdjarum black teaprodukRokok
Iqbal AR

Iqbal AR

Penulis lepas lulusan Sastra Indonesia UM. Menulis apa saja, dan masih tinggal di Kota Batu.

ArtikelTerkait

Gudang Garam Surya

Rokok Gudang Garam Surya Ketengan, Rokok Ketengan Paling Laris di Indonesia

19 Februari 2024
Keberadaan Warung Madura Adalah Salah Satu Alasan Ramainya Sebuah Kafe

Keberadaan Warung Madura Adalah Salah Satu Alasan Ramainya Sebuah Kafe

23 Februari 2023
iklan

Iklan yang Dulu Diabaikan Kini Dinantikan

11 Juni 2019
pipa cangklong tembakau cacah mojok

Balada Pipa Cangklong: dari Simbol Borjuis Penindas Sampai Perlawanan Zapatista

16 Februari 2021
Review Djarum 76 Mangga: Rokok Ramah Lingkungan dan Perut Kosong

Review Djarum 76 Mangga: Rokok Ramah Lingkungan dan Perut Kosong

30 Juli 2023
Rokok Juara, Rokok Rasa Teh yang Enaknya Cuma di Dua Batang Pertama terminal mojok

Rokok Juara, Rokok Rasa Teh Manis yang Enaknya Cuma Tiga Batang Pertama

20 September 2021
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

6 Alasan Jatinangor Selalu Berhasil Bikin Kangen walau Punya Banyak Kekurangan Mojok.co

3 Alasan Kuliah di Jatinangor Adalah Training Ground sebelum Masuk Dunia Kerja

18 Mei 2026
Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

Berhenti Jadi Kaum Mistika: Sigar Bencah Semarang Itu Angker karena Sudut Tanjakannya, Bukan Penampakan Tak Kasat Mata

14 Mei 2026
Jalan Keloran Selatan Bantul, Ujian Terberat Pengendara Bermata Minus seperti Saya

Bantul Selatan: Surga Tersembunyi buat Pekerja yang Malas Tua di Jalan dan Ogah Akrab sama Lampu Merah

12 Mei 2026
Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit Mojok.co

Jadi MUA di Desa Sulit Cuan karena Selalu Dimintai “Harga Tetangga” kalau Menolak Dicap Pelit

18 Mei 2026
5 Kelebihan Kos LV yang Jarang Disadari, Nyatanya Nggak Seburuk yang Diceritakan Orang kos campur

Pengalaman Hidup di Kos Campur: Sebenarnya Tidak Seburuk Itu, tapi Sebaiknya Memang Jangan Pernah Coba-coba Tinggal

13 Mei 2026
Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama Mojok.co

Mending Naik Bluebird daripada Taksi Online untuk Lanjut Perjalanan dari Stasiun atau Bandara, Lebih Minim Drama

14 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

    Konten Promosi



    Google News
    Ikuti mojok.co di Google News
    WhatsApp
    Ikuti WA Channel Mojok.co
    WhatsApp
    Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
    Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
    Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

    Tentang
    Kru
    Kirim Tulisan
    Ketentuan Artikel Terminal
    Kontak

    Kerjasama
    F.A.Q.
    Pedoman Media Siber
    Kebijakan Privasi
    Laporan Transparansi

    PT NARASI AKAL JENAKA
    Perum Sukoharjo Indah A8,
    Desa Sukoharjo, Ngaglik,
    Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

    [email protected]
    +62-851-6282-0147

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

    Tidak Ada Hasil
    Lihat Semua Hasil
    • Nusantara
    • Kuliner
    • Kampus
      • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Teknologi
    • Olahraga
    • Otomotif
    • Hiburan
      • Anime
      • Film
      • Musik
      • Serial
      • Sinetron
    • Gaya Hidup
      • Fesyen
      • Gadget
      • Game
      • Kecantikan
    • Kunjungi MOJOK.CO

    © 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.