Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Gaya Hidup Sebat

3 Rekomendasi Jenis Tembakau untuk Penganut Tingwe

Risky Priadjie oleh Risky Priadjie
8 Juli 2020
A A
jenis tembakau tingwe papir mojok.co

jenis tembakau tingwe papir mojok.co

Share on FacebookShare on Twitter

Kenaikan tarif rokok di Indonesia menyebabkan tren tingwe naik daun. Tingwe sendiri adalah singkatan dari bahasa jawa yang berarti melinting sendiri. Sudah banyak permintaan tembakau dengan segala macam jenis di Indonesia.

Saya juga mengunjungi beberapa toko tembakau di Jawa Tengah. Tujuan saya kesana untuk membeli dan mencari tembakau-tembakau khas lainnya. Saya pun mencoba berbincang-bincang dengan pemilik toko dan menurut ucapan dari sang pemilik toko bahwa penjualan tembakau dan papir (kertas rokok) sedang meningkat. Ada beberapa alasan yang menjadi penyebab meningkatnya penjualan tembakau dan papir tersebut salah satunya karena harga rokok pabrikan yang melambung tinggi.

Menurut para penjual, ada beberapa jenis tembakau yang paling laku dari semua jenis tembakau dan kebanyakan pembelinya dari kalangan anak-anak muda. Saat saya sedang mengunjungi beberapa toko tembakau pun banyak saya melihat anak-anak muda sedang mempelajari bagaimana cara melinting yang benar.

Kali ini saya bukan membahas bagaimana cara melinting yang benar, tetapi saya akan membagikan beberapa tembakau yang cocok untuk pemula dan paling laris di pasaran menurut para penjual tembakau.

Yuk langsung aja, keburu asam mulutnya.

Gayo hijau

Tembakau ini berasal dari daerah Nanggroe Aceh Darusalam. Jika melihat dari fisik, tembakau ini berwarna hijau sesuai dengan namanya. Cita rasa tembakau ditentukan oleh rajangan. Tapi di jenis tembakau ini memiliki rajangan yang halus dan membuat rasanya pun menjadi ringan.

Tembakau ini memiliki wangi yang hampir mirip dengan ganja, inilah yang menjadi penyebab kenapa gayo hijau diminati anak-anak muda. Walaupun begitu tembakau ini tidak memiliki efek seperti ganja dan legal untuk dikonsumsi. Harga yang dipatok untuk tembakau ini sekitar 60 ribu per ons, jauh lebih mahal daripada tembakau lainnya.

Kenapa tembakau ini laku, karena tembakau ini dianggap mampu menjadi pengganti dari ganja. Para penjual tembakau ini takut nantinya akan menjadi salah persepsi dari pemerintah atau aparat. Semoga tidak akan terjadi seperti itu. Kebangetan sih kalau sampai kejadian.

Baca Juga:

Hal yang Biasa Dijumpai di Temanggung, Daerah Lain Nggak Punya. Salah Satunya Pemandangan Jaran Kepang di Jalan

Tulungagung, Kota yang Siap Bersaing dan Menggeser Kudus sebagai Pemilik Takhta Kota Kretek

Temanggung

Tembakau ini berasal dari Temanggung yang terletak di kaki gunung Sumbing. Banyak jenis dari tembakau temanggung ini, namun sangat rentan dengan penyakit seperti jamuran. Dari jenis tersebut masih dibagi dengan beberapa kelas. Semakin tinggi kelasnya semakin keras juga aromanya. Untuk kelas terbaik itu dimulai dari kelas G, H, dan I. Meskipun begitu kelas-kelas rendah bisa diubah menjadi kelas tinggi jika ditanam dan dirawat tanpa menggunakan bahan kimia.

Jenis tembakau ini biasanya memiliki rajangan yang halus, aromanya yang wangi dan rasanya seperti ada manis-manisnya dan nggak bikin pusing. Rasanya halus di tenggorokan cocok sekali untuk perokok yang menyukai rokok yang rasanya ringan. Saran saya untuk menambah rasa nikmatnya bisa ditambahkan cengkeh sesuai selera.

Darmawangi

Tembakau ini berasal dari Kabupaten Sumedang. Tembakau ini mempunyai aroma yang berbeda setelah diolah dan tekstur dari daunnya yang tidak begitu keras ketika dipotong. Harganya sangat terjangkau cocok untuk penghematan di masa pandemik ini.

Jenis tembakau ini memiliki rajangan yang halus. Warna tembakau ini biasanya kuning coklat cerah. Rasanya halus di tenggorokan cocok sekali untuk perokok yang menyukai rokok ringan. Wanginya sangat khas dan rasanya ringan tanpa campuran cengkeh dan saus rokok pun sudah hampir mirip dengan rokok putih buatan pabrik. Untuk menjadikan rasa tembakau ini seperti buatan pabrik persis kamu harus mengetahui resep racikan dari pabriknya.

Untuk menciptakan rasa kretek, jangan lupa untuk ditambahi cengkeh pada tingwe yang dibuat. Karena cengkeh bisa menetralkan kerasnya nikotin pada tembakau. Jika ingin menghasilkan cita rasa yang diinginkan cobalah untuk mencampur dua jenis tembakau. misalnya tembakau temanggung dicampur dengan tembakau darmawangi dan tambahkan juga sedikit cengkeh agar rasanya semakin khas.

Rajangan yang halus juga bisa memudahkan tembakau untuk dilinting dengan baik cocok bagi perokok yang baru ingin mencoba tingwe. Ada juga alat untuk mempermudah ritual melinting, sudah banyak tersedia di marketplace dengan harga yang terjangkau.

Itu dia beberapa rekomendasi tembakau yang rasanya tidak kalah dengan rokok pabrikan. Mari dukung para petani agar bisa terus hidup karena rokok kretek sudah terancam hilang dari kebiasaan masyarakat. Jangan lupa juga untuk mentaati peraturan dari pemerintah dan jangan merokok di sembarang tempat karena bisa mengganggu orang lain.

BACA JUGA Perokok Bisa Dilihat Karakternya Lewat Merek Rokok yang Diiisap dan artikel menarik lainnya dari Risky Priadjie.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Pernah menulis di Terminal Mojok tapi belum gabung grup WhatsApp khusus penulis Terminal Mojok? Gabung dulu, yuk. Klik link-nya di sini.

Terakhir diperbarui pada 24 Desember 2021 oleh

Tags: RokokTembakautingwe
Risky Priadjie

Risky Priadjie

Nongkrong adalah jalan ninjaku

ArtikelTerkait

Mengenal Tembakau Tambeng, Si Raja Tingwe dari Besuki terminal mojok.co

Tembakau Nenek

19 Juli 2019
gender rokok

Sejak Kapan Rokok Punya Gender?

30 September 2019
jenis tembakau tingwe papir mojok.co

Rekomendasi Papir untuk Penganut Tingwe Pemula

27 Juli 2020
harga rokok naik cukai rokok perokok di kafe buang puntung sembarangan padahal udah ada asbak mojok.co

Nggak Apa-apa Harga Rokok Naik, tapi Nggak Sesering Ini Juga, kali!

20 Juli 2021
Gudang Garam Klobot, Rokok Legendaris yang Tetap Eksis

Gudang Garam Klobot, Rokok Legendaris yang Tetap Eksis

21 Oktober 2022
Kemasan Rokok Polos Bukti Pemerintah Tidak Mengenal Rakyatnya. Pasti Gagal, dan yang Untung Justru Rokok Ilegal!

Kemasan Rokok Polos Bukti Pemerintah Tidak Mengenal Rakyatnya. Pasti Gagal, dan yang Untung Justru Rokok Ilegal!

26 September 2024
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

4 Kebiasaan yang Umum di Semarang, tapi Jadi Aneh di Jogja (Unsplash)

4 Kebiasaan yang Umum Dilakukan di Semarang, tapi Aneh saat Saya Lakukan di Jogja

3 Mei 2026
4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot Mojok.co

4 Ulah Menyebalkan Dosen Penguji Skripsi. Tidak Killer, tapi Bikin Mahasiswanya Repot

1 Mei 2026
Ambigunya Jurusan Agribisnis, Masuk Fakultas Pertanian tapi 80% yang Dipelajari Justru Ilmu Ekonomi jurusan pertanian

5 Alasan Jurusan Pertanian Nggak Akan Pernah Bisa Dihapus, meski Lulusannya Banyak yang Jadi Pegawai Bank

2 Mei 2026
Klaten Tulang Punggung dan Masa Depan Dapur Indonesia

Klaten: Bukan Sekadar Kota untuk Mampir Menikmati Sop Ayam, tapi Tulang Punggung dan “Dapur” Masa Depan Indonesia

1 Mei 2026
Pemkab Bangkalan Madura Hanya Omong Kosong Mau Bikin Kabupaten Ini Layak Anak, Nggak Layak Sama Sekali! sumenep, pamekasan

Menerka Alasan Bangkalan akan Terus Berada di Bawah Sumenep dan Pamekasan, padahal Kawasannya Masuk Kota Metropolitan

28 April 2026
Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Jadi Bahan untuk Dipamerkan Mojok.co

Toleransi di Salatiga Sudah Jadi Laku Hidup, Tidak Sekadar Bahan untuk Dipamerkan

28 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • 8 Tuntutan “Jujur” Buruh di Mayday 2026: Ciptakan Lapangan Kerja, Kendalikan Dampai AI, hingga Lindungi Pekerja Platform Digital
  • Telepon dari Ibu bikin Saya Sadar, Kerja di Australia Tak Seindah Konten Medsos dan Bahagia Tak Melulu soal Gaji Ratusan Juta
  • Perburuan Burung Kicau untuk Penuhi Skena Kicau Mania Tinggi: Jawa Jadi Pasar Besar, Bisa Ancam Manusia dan Bumi
  • Ngasih Bintang 5 ke Driver Ojol meski Tidak Puas Tak Rugi-rugi Amat, Tega Hukum Bintang 1 bikin Sengsara Satu Keluarga
  • Bahaya Dolar ke Rupiah Makin Gila dan Tembus 17 Ribu, Lalu Menjadi Gambaran Negara Sakit yang Semakin Kritis, Masyarakat Kecil dan Perintis Perlahan Mati
  • 1.000 Kamera Dipasang untuk Intai Macan Tutul Jawa

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.