Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Otomotif

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada

M. Afiqul Adib oleh M. Afiqul Adib
21 Februari 2026
A A
Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada Mojok.co

Pengalaman Bertahun-tahun Naik Honda Revo, Motor Paling Nggak Ribet dan Tahan Banting yang Pernah Ada (www.astra-honda.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Di era gempuran motor matic dengan model dan warna yang lucu-lucu, motor bebek semakin ditinggalkan banyak orang. Saya rasa mulai jarang orang yang merawat motor bebek hingga lebih dari 5 tahun seperti yang saya lakukan pada Honda Revo. Saya juga heran bisa selama itu bertahan dengan motor bebek satu ini. 

Bapak saya menawari saya untuk beli motor. Saya ingat betul itu terjadi 2018 saat masih kuliah di Malang. Motor itu akan digunakan untuk kuliah di Malang dan mudik ke Lamongan. Bapak saya tanya motor seperti apa yang diinginkan. Dengan mantap saya jawab motor yang BBM-nya irit. Saya trauma dengan motor sebelumnya yang menyedot begitu banyak bahan bakar. Dompet mahasiswa seperti saya jadi mengkis-mengkis.  

Ibu saya menambahkan saran untuk tidak membeli motor yang mencolok supaya aman dari pencurian. Itu mengapa, kriteria motor yang saya cari adalah, irit, sederhana, tidak keren secara visual, tidak jadi pusat perhatian. Bahkan, kalau bisa, tidak dilirik sama sekali oleh maling. 

Menimbang banyak hal itu, pilihan jatuh pada Honda Revo. Setelah dipakai agak lama, saya mulai sadar betapa tangguhnya motor ini. Selain irit bensin dan servis, Honda Revo juga tidak terlalu besar, alhasil bisa dipakai di segala kondisi. Termasuk melibas jalan raya yang penuh kemacetan atau gang-gang kecil yang brasak-brasak itu.

Soal BBM irit, Honda Revo adalah ahlinya

Konsumsi BBM irit jadi salah satu alasan kuat saya bertahan dengan Honda Revo. Dalam pemakaian harian, berangkat kerja, keliling kota, kadang perjalanan agak jauh, isi bensin terasa jarang. Tangki kecilnya tidak terasa merepotkan karena pemakaiannya benar-benar hemat. 

Dibanding beberapa motor lain yang pernah saya pakai, Honda Revo ini paling masuk akal urusan perbensinan duniawi. Saya pernah sengaja membandingkan. Rute sama, gaya berkendara sama, beban kurang lebih setara. Hasilnya? Honda Revo tetap paling irit. 

Perawatan nggak bikin pusing 

Jika dilihat secara visual, bentuk Honda Revo memang kalem. Suaranya tidak menggelegar. Tarikannya biasa saja. Tidak ada yang istimewa. Seiring berjalannya waktu, saya mulai merasakan satu hal yang penting: motor ini tidak pernah minta aneh-aneh.

Berbeda dengan pengalaman saya dulu saat menghadapi motor yang rutin “minta jajan”, Honda Revo ini justru kalem. Servis berkala ya standar saja: ganti oli rutin, cek rantai, bersihkan karburator (karena memang masih karbu), dan sesekali ganti kampas rem. Tidak ada hal-hal horor seperti turun mesin, mogok, bahkan tidak ada bunyi getaran motor yang mengganggu itu. Kalau pun ada kendala, biasanya tipis-tipis saja. 

Baca Juga:

Becak Motor Malioboro Jogja Memang Unik, tapi Ogah kalau Harus Naik Lagi 

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

Tangguh dan tidak manja

Saya pernah membawa Honda Revo ke beberapa tanjakan mulai dari Bromo, Cangar, sampai Telaga Sarangan. Saya tidak menemui kendala berarti. Pun ketika sering saya bawa perjalanan  jauh dari Malang ke Semarang, atau dari Lamongan ke Jogja, saya tetap merasa nyaman saja. 

Bahkan, motor ini baik-baik saja ketika melalui jalanan Lamongan yang penuh dengan tambal sulam, aspal retak, bahkan tidak jarang harus melalui genangan air. Bahkan, motor ini kuat melewati banjir yang tidak begitu dalam. Suspensinya memang tidak selembut motor mahal, tapi cukup. Tidak memanjakan, juga tidak menyiksa. Motor ini seperti fokus pada satu tujuan utamanya, yakni mengantar sampai tujuan. Dan, itu Honda Revo lakukan dengan konsisten.

Saya kira tidak ada kendaraan tanpa kekurangan. Pun Honda Revo juga demikian. Selain visualnya yang biasa-biasa saja, untuk dipakai boncengan dengan jarak jauh memang kurang nyaman. Iya, motor bebek ini memang  tidak lahir untuk itu. Tapi, untuk urusan efisiensi, keawetan, dan biaya perawatan yang bersahabat, ia sangat rasional. Dan kadang, menjadi rasional jauh lebih penting daripada terlihat mempesona di mata banyak orang.

Penulis: M. Afiqul Adib
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Memuja Supra Adalah Perilaku Sesat, Pengguna Honda Seharusnya Sadar Bahwa Super Cub Adalah Legenda Sejati.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 19 Februari 2026 oleh

Tags: hondahonda revoMotormotor bebekmotor maticRevo
M. Afiqul Adib

M. Afiqul Adib

Seorang tenaga pendidik lulusan UIN Malang dan UIN Jogja. Saat ini tinggal di Lamongan. Mulai suka menulis sejak pandemi, dan entah kenapa lebih mudah menghapal kondisi suatu jalan ketimbang rute perjalanan.

ArtikelTerkait

Kenapa Penjualan Suzuki Nyungsep dan Tak Bisa Bangkit Lagi?

Kenapa Penjualan Suzuki di Indonesia Nyungsep dan Sulit Bangkit Lagi?

6 Maret 2022
Jangan Pernah Nyewa Motor di Hanoi kecuali Pengin Memacu Adrenalin terminal mojok.co

Jangan Pernah Nyewa Motor di Hanoi

29 Oktober 2020
Penyakit Gredek Honda Vario Memang Bukan Kerusakan Fatal, tapi Mengganggu Mojok.co

Penyakit Gredek Honda Vario Memang Bukan Kerusakan Fatal, tapi Mengganggu

13 Desember 2025
5 Hal yang Bikin Yamaha Freego 125 Kurang Diminati Terminal Mojok.co

4 Hal yang Bikin Yamaha Freego 125 Kurang Diminati, padahal Kece

30 April 2022
5 Akal-akalan Bengkel yang Perlu Diwaspadai Pelanggan kalau Tidak Mau Rugi Mojok.co

5 Akal-akalan Bengkel yang Perlu Diwaspadai Pelanggan kalau Tidak Mau Rugi 

19 September 2025
Nestapa Pengguna Honda Supra Fit 2007 (Pixabay)

Nestapa Pengguna Honda Supra Fit 2007

24 April 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Bangkalan dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia Mojok

Bangkalan Madura dan Sampang Memang Bertetangga, tapi Warga Bangkalan Jauh Lebih Sejahtera dan Bahagia

21 April 2026
Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  Mojok.co

Ngawi Sangat Berpotensi Menjadi Kota Besar, Tinggal Pilih Jalan yang Tepat Saja

17 April 2026

Di Balik Cap Manja, Anak Bungsu Sebenarnya Dilema antara Kejar Cita-cita atau Jaga Ortu karena Kakak-kakak Sudah Berumah Tangga 

17 April 2026
5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi (Wikimedia Commons)

5 Makanan Khas Semarang yang Nikmat tapi Tersembunyi, Wajib Kamu Coba Saat Berwisata Supaya Lebih Mengenal Sejarah Panjang Kuliner Nikmat Ini

21 April 2026
Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-Sama Terlupakan  Mojok.co

Cisarua Bogor dan Cisarua Bandung Barat: Dua Daerah yang Beda, tapi Nasibnya Sama-sama Terlupakan 

17 April 2026
10 Pantai yang Bikin Kebumen Nggak Pantas Menyandang Status Kabupaten Termiskin, Cocoknya Jadi Kabupaten Wisata Mojok.co

Kebumen: Banyak Pantainya, tapi Belum Jadi Primadona Wisata Layaknya Yogyakarta

21 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Nongkrong Makin Membosankan dan Toksik Semenjak Teman Cuma Sibuk Main Game, Saya Dibilang Spaneng dan “Nggak Asyik” karena Tak Ikut Mabar
  • Ironi WNI Jadi Guru di Luar Negeri: Dapat Gaji 2 Digit demi Mengajari Anak PMI, Pulang ke Indonesia Tak Dihargai dan Sulit Sejahtera
  • Tongkrongan Gen Z Meresahkan, Mengganggu Kenyamanan dari Yang Bisik-bisik sampai Berisik
  • Mahasiswa Gen Z Bukan Tak Bisa Membaca, tapi “Brain Rot” karena Sering Disuapi dan Kecanduan AI
  • Kena Mental Punya Kebun di Desa: Hasil Berkebun Tak Bisa Dinikmati Sendiri, Sudah Dirampok dan Dirusuhi Masih Digalaki
  • “Solo Date” Menjelang Usia 25: Meski Tampak Menyedihkan, Nyatanya Lebih Bermanfaat daripada Nongkrong Bersama

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.