Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot 

Krisdian Tata Syamwalid oleh Krisdian Tata Syamwalid
6 April 2026
A A
Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot Mojok.co

Aturan Tidak Tertulis Punya Motor di Sidoarjo, Hindari Warna Putih kalau Tidak Mau Repot (unsplash.com)

Share on FacebookShare on Twitter

Sebagai orang yang tinggal di Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, saya telah melewati banyak tahap dalam hidup. Mulai dari tahap sabar menunggu kemacetan di jalan raya yang sempit, hingga tahap pasrah ketika harus adu mekanik dengan truk kontainer di Jalur Lingkar Timur atau kendaraan-kendaraan besar yang nakal dan tidak mau lewat Lingkar Timur.

Dari semua pelajaran hidup yang ada di daerah industri Sidoarjo, ada satu hal yang benar-benar tertanam: jangan pernah beli kendaraan warna putih.

Beli motor atau mobil warna putih di Sidoarjo bukan sekadar keputusan finansial buruk. Itu bentuk kebodohan dasar. Di Sidoarjo, putih bukan lambang kesucian. Putih adalah kanvas kosong yang sedang menunggu sumbangan debu dari pabrik-pabrik, asap knalpot truk gandeng, hingga material proyek di pinggir jalan yang tidak pernah usai.

Debu Sidoarjo nggak kaleng-kaleng

Beda dengan daerah-daerah lain, debu Sidoarjo itu benar-benar membandel. Di pagi hari motor kalian mungkin putih mengkilat bak gigi artis di iklan odol. Namun, begitu motor melewati Jalan Raya Candi menuju arah kota, warna putih bakal memudar. Partikel-partikel mikro dari arah pabrik dan gesekan ban truk dengan aspal yang kepanasan mulai melakukan kolonialisasi di atas tangki motor. 

Belum sampai di kantor, motor putih sudah berubah warna menjadi broken white. Pulang kerja? Warnanya sudah resmi menjadi earth tone atau cokelat muda yang estetik bagi penganut aliran mamba, tapi menyedihkan bagi penganut aliran kebersihan. Di Sidoarjo, warna putih kendaraan memiliki masa kadaluarsa yang lebih cepat.

Dilema mencuci motor dua kali sehari 

Hidup dengan kendaraan putih di Sidoarjo memaksa kalian masuk ke dalam sebuah sekte yang bernama “Sekte Cuci Motor Dua Kali Sehari”. Jujur saja, ini adalah ritual yang melelahkan. Pagi dicuci agar tidak malu-maluin saat parkir di depan klien atau teman kantor. Sore dicuci lagi karena kalau dibiarkan menginap, debu-debu itu akan melakukan ikatan dengan cat motor dan menjadi kerak yang abadi.

Masalahnya, mencuci motor di Sidoarjo itu seperti menabung di bank dengan bunga negatif. Kalian mengeluarkan tenaga, waktu, dan sabun, tapi hasilnya langsung lenyap begitu mengaspal di jalanan. 

Tetangga saya pernah bertanya, “Kok rajin amat nyuci motor, Mas?” Saya cuma bisa tersenyum getir. Dia tidak tahu bahwa saya sedang melakukan perlawanan sia-sia terhadap hukum alam Sidoarjo yang menyatakan bahwa semua benda pada akhirnya akan menjadi abu-abu.

Baca Juga:

Waru Sidoarjo, kecamatan penuh keistimewaan dan kemudahan, paling top di Sidoarjo!

Orang desa paham prioritas, nggak tergoda beli mobil murah seharga motor, lebih pilih motor mahal dan bagus karena kebutuhan

Sejujurnya, memaksakan diri memelihara kendaraan putih di sini adalah bentuk toxic positivity. Kita berkali-kali  meyakinkan diri sendiri bahwa Sidoarjo itu bersih dan indah. Di saat bersamaan, knalpot bus AKAS dan truk gandeng di depan kita sedang menyemburkan kegelapan masa depan tepat ke arah wajah dan bodi motor kita.

Berdamai dengan Sidoarjo yang tidak memungkin motor warna putih

Kalau kalian mampir ke Sidoarjo, sekali-kali coba perhatikan parkiran di area industri atau pasar-pasar di Sidoarjo. Kendaraan yang paling terlihat “bahagia” adalah kendaraan berwarna hitam, abu-abu tua, atau cokelat tanah. 

Saya yakin pemilik kendaraan itu adalah orang lama Sidoarjo yang sudah berdamai dengan keadaan. Mereka sadar bahwa Sidoarjo adalah kota industri yang bekerja keras. Menuntut Sidoarjo untuk bersih dari debu itu sama saja dengan menuntut tukang bakso untuk tidak pakai MSG; bisa saja, tapi rasanya hambar dan tidak realistis.

Setelah bertahun-tahun menderita karena ingin motor warna putih saya selalu tampil sempurna, saya akhirnya mencapai tingkat pencerahan versi warga Sidoarjo. Saya berhenti memedulikan warna putih motor yang kini lebih mirip warna semen kering. Saya menyadari bahwa energi untuk mencuci motor dua kali sehari lebih baik digunakan untuk melatih kesabaran saat terjebak macet di Perempatan Gedangan.

Pesan saya untuk kalian yang sedang melihat-lihat brosur motor di dealer, kalau kalian tinggal di Sidoarjo, segera coret pilihan warna putih. Pilihlah warna yang senada dengan debu jalanan. Pilihlah warna yang jika tidak dicuci selama seminggu, orang tetap mengira itu warna aslinya. Di Sidoarjo, putih adalah keberanian, tapi abu-abu dan hitam adalah kedamaian. Saya memilih damai.

Penulis: Krisdian Tata Syamwalid
Editor: Kenia Intan 

BACA JUGA Terima kasih Gresik Sudah Menyadarkan Saya kalau Jogja Memang Bukan Tempat Sempurna untuk Bekerja.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 6 April 2026 oleh

Tags: KendaraanMotormotor putihmotor sidoarjoSidoarjowarna putih
Krisdian Tata Syamwalid

Krisdian Tata Syamwalid

Sarjana yang sedang menggeluti rutinitas mencari kesibukan pura-pura produktif di depan laptop dan sangat mengagumi mie instan di pukul tiga pagi.

ArtikelTerkait

tipe motor, Untuk Kalian yang Berisik Saat Manasin Motor dan Nggak Peduli dengan Tetangga

Untuk Kalian yang Berisik Saat Manasin Motor dan Nggak Peduli dengan Tetangga

10 Februari 2020
pemuda kasmaran spare parts motor jadul lubang jalanan mojok

Beli Spare Parts Imitasi Itu Adalah Pemborosan yang Tertunda

3 November 2020
Salah Paham Istri Soal Karakteristik Suspensi pada Kendaraan terminal mojok.co

Salah Paham Istri Soal Karakteristik Suspensi pada Kendaraan

29 November 2020
Surat Terbuka untuk Gojek dan Grab Please, Kasih Fitur Pilihan Tipe Motor buat Penumpang Terminal Mojok

Surat Terbuka untuk Gojek dan Grab: Please, Kasih Fitur Pilih Motor buat Penumpang

10 Oktober 2022
4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya  Mojok.co

4 Tabiat Tukang Parkir yang Disukai Pengendara. Sebenarnya Sederhana, tapi Tidak Semua Tukang Parkir Bisa Melakukannya 

18 April 2026
oli motor sports spakbor ergonomi nggak nyaman mojok

Malas Ganti Oli Motor? Siap-siap sama Seabrek Masalah yang Bikin Kantong Jebol Ini

10 November 2020
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Kebodohan konsumen Indomaret yang merusak kenyamanan belanja (Unsplash)

Akulah pelanggan Indomaret yang resah itu gara-gara konsumen nggak ada akhlak yang merusak kenyamanan belanja

17 Juli 2026
Pengalaman Tinggal di Ngaglik Sleman Tak Melulu Enak seperti Kata Orang Mojok.co

Sleman semakin mahal, tetapi narasi kota mahasiswa murah tetap dipelihara

15 Juli 2026
Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial Mojok.co

Stadion Gajayana Malang tempat potensial yang bernasib sial

13 Juli 2026
Ironi Puncak Pulek Cilacap: Ramai Dikunjungi karena Viral, padahal Area Privat

Ironi Puncak Pulek Cilacap: ramai dikunjungi karena viral, padahal area privat

15 Juli 2026
Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela Mojok.co

Alasan buku fisik tidak akan lenyap hanya karena buku digital merajalela

15 Juli 2026
Nuduh semua fans Argentina pendukung zionis itu memang tolol (Unsplash)

Cacat logika menuduh fans timnas Argentina sama dengan mendukung zionis

12 Juli 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=6Xo_K0G3FRg


Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2026 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.