Lahir dan besar di Jogja membuat saya juga ingin bekerja di Jogja. Bagaimana tidak? Jogja tanpa disadari menjadi zona nyaman bagi akamsi seperti saya. Namun, nasib berkata lain. Saya malah diterima kerja di Gresik, Kota Industri dan Kota Santri.
Akan tetapi, pengalaman kerja di Gresik ini justru banyak menyadarkan saya kalau kerja di Jogja itu nggak baik-baik saja. Kerja di Jogja banyak kekurangannya dibanding Gresik.
Sebagai lulusan Teknik Industri saya bercita-cita kerja di pabrik. Walau tidak mentereng seperti PNS, menurut saya kehidupan di pabrik lebih macho karena sehari-hari bergulat dengan mesin besar dan target yang ketat. Saya sudah melamar ke beberapa pabrik di Jogja, tapi tidak ada yang nyantol.
Berbeda dengan lamaran yang saya kirimkan ke Gresik. Di sana memang ada banyak pabrik dan pusat perkantoran, jadi lebih banyak kesempatan bisa dicoba. Sebut saja pabrik pelat merah seperti Semen Indonesia dan Petrokimia Gresik. Ada juga pabrik perusahaan swasta seperti Mie Sedaap hingga Wilmar.
Mungkin itu mengapa mereka yang ingin bekerja di pabrik seperti saya lebih banyak mengincar pabrik-pabrik di sana. Skala pabriknya yang nggak main sehingga perlu lebih banyak tenaga kerja. Artinya apa? Lebih banyak tenaga kerja yang terserap.
Baca halaman selanjutnya: Upah …



















