Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Ngawi Sangat Berpotensi Menjadi Kota Besar, Tinggal Pilih Jalan yang Tepat Saja

Arif Mashudi oleh Arif Mashudi
17 April 2026
A A
Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  Mojok.co

Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh  (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Jika dibandingkan dengan kota-kota besar di Jawa Timur, Ngawi memang sama sekali tidak menarik untuk dibahas. Palingan kalau tersebut nama kota ini, hal yang pertama kali terlintas di pikiran ya Denny Caknan, sudah.

Sejak pertengahan tahun 2025 hingga kini, saya cukup rutin pergi ke Ngawi. Hampir tiap dua minggu sekali menyambangi dan melewati Tugu Kartonyono untuk menengok istri saya yang bekerja di sana.

Kalau boleh jujur, tidak ada yang spesial dari Ngawi. Udaranya panas, tidak tersedia tempat hiburan ala kota besar seperti mall dan bioskop, pun destinasi wisatanya juga masih belum terawat. Kalau ada yang menarik, tidak bukan dan tidak lain ya makanannya yang masih murah.

Tapi jangan salah. Di balik semua kekurangan yang dimiliki, Ngawi masih sangat berpotensi untuk menjadi kota besar. Setidaknya itu menurut saya wqwqwq.

Lahan di Ngawi masih sangat luas

Ngawi memiliki luas daerah sekitar 1.298 km², dari total luasan tersebut 40% nya masih berupa sawah. Tentu ini menjadi modal yang sangat istimewa untuk melakukan berbagai pembangunan terutama industri. Tentu saja dengan tetap memperhatikan kehidupan petani.

Selain itu, di pusat kotanya masih banyak space kosong yang bisa dikelola untuk meramaikan suasana kota. Saya saat pertama kali ke Ngawi cukup kaget karena masih banyak rumah warga di sekitar alun-alun.

Soalnya kalau di tempat saya di Malang ataupun Batu, daerah sekitaran alun-alun sudah disapu bersih dan dijadikan banyak tempat-tempat komersial. Sederhananya gini, kalau ada investor yang berminat tanam modal di Ngawi itu nggak pusing cari tempat.

BACA JUGA: Cerita Pahit 25 Tahun Hidup di Kabupaten Ngawi yang Aneh

Baca Juga:

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

Infrastruktur jalan sudah mumpuni

Saat saya pertama kali ke Ngawi, saya merasakan pengalaman yang tidak seperti biasanya. Ruas jalan di pusat kota sangat luas. Maklum, di Malang terbiasa dengan jalanan sempit, udah gitu macet pula.

Tidak hanya di pusat kota, jalan-jalan di daerah yang mulai ndlusup pun juga masih luas. Tapi perlu digarisbawahi, saya mengatakan luas lho ya, bukan bagus. Soalnya ada beberapa jalan yang kondisinya cukup mengenaskan, apalagi yang jauh dari pusat kota.

Setidaknya ruas jalan yang luas ini bisa mendukung mobilitas warga kalau nanti Ngawi sudah menjadi kota yang besar.

Ngawi begitu strategis

Secara letak geografis, menurut saya Ngawi juga cukup strategis. Bahkan untuk akses riwa-riwi dari Jawa Tengah ke Jawa Timur paling enak dan cepat ya lewat Ngawi.

Ngawi memang menjadi titik sentral penghubung dua provinsi tersebut. Ya meskipun saat ini hanya menjadi daerah untuk bersinggah saja, tapi ini bisa menjadi modal berharga buat pengelola daerah untuk mencuri perhatian pelancong agar setidaknya mampir dan membelanjakan uang di Ngawi.

Wisata hidden gem

Seiring saya cukup rutin berkunjung ke Ngawi, ada banyak wisata hidden gems yang menurut saya bisa dipoles untuk dijadikan magnet pariwisata.

Sebut saja ada Museum Trinil yang menyimpan cerita panjang tentang kehidupan panjang prasejarah. Lalu ada Benteng Pendem yang juga merupakan bangunan bersejarah.

Kemudian untuk wisata alamnya ada kebun teh Jamus yang kesegaran udaranya sudah 11-12 dengan Tawangmangu. Dan ada juga Waduk Pondok yang mengingatkan saya dengan bendungan Karangkates dan Selorejo yang ada di Malang. Di Malang, bendungan bisa dijadikan tempat wisata yang menarik harusnya di Ngawi juga bisa.

Tergantung pemerintahnya saja

Dari beberapa alasan saya di atas, bisa dibilang Ngawi itu masih sangat mentah. Dan itu pekerjaan rumah yang sangat panjang bagi pemerintah daerah setempat.

Sebagai panduan, saya kira Ngawi bisa meniru Mojokerto dalam menentukan arah pembangunan. Mojokerto kini menjelma menjadi daerah yang memiliki daerah industri yang terpadu, tapi tetap memiliki kawasan wisata. Baik itu situs budaya dan wisata alam yang terkelola dengan baik.

Besar harapan saya agar kota ini terus menjadi daerah yang berkembang ke arah menjanjikan. Ada banyak modal berharga di daerah ini, sayang sekali kalau daerah sepotensial ini satu-satunya hal yang besar hanya nama Denny Caknan.

Penulis: Arif Mashudi
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Panduan Mengenalkan Kabupaten Ngawi pada Masyarakat Awam yang Buta Jawa Timur

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 17 April 2026 oleh

Tags: jawa timurkabupaten ngawingawitugu kartonyono
Arif Mashudi

Arif Mashudi

Atlet scrolling media sosial.

ArtikelTerkait

Malang dan Batu Saling Sindir, tapi Saling Membutuhkan (Unsplash)

Malang dan Batu: Persaingan Sunyi Dua Saudara yang Tak Pernah Selesai Berkompetisi

15 Maret 2025
8 Kebohongan tentang Kota Surabaya Terminal Mojok

8 Kebohongan tentang Kota Surabaya

16 Agustus 2022
Mojokerto Tenggelam Jika Jalan Benteng Pancasila Menghilang (Unsplash)

Membayangkan Nasib Orang Mojokerto jika Jalan Benteng Pancasila Tak Pernah Ada, Pasti Menderita dan Terlalu Bergantung sama Surabaya

28 Maret 2025
Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua Mojok.co

Unpopular Opinion, Mojokerto Adalah Kota Paling Layak untuk Hidup Bahagia Sampai Tua

13 Oktober 2024
Stasiun Garahan Jember dan Secuil Kisah Masa Kecil Bersama Pedagang Pecel Pincuk Legendaris

Stasiun Garahan Jember dan Secuil Kisah Masa Kecil Bersama Pedagang Pecel Pincuk Legendaris

14 Juni 2023
Salah Kaprah Gunung Penanggungan Mojokerto yang Katanya Cocok untuk Pendaki Pemula

Salah Kaprah Gunung Penanggungan Mojokerto yang Katanya Cocok untuk Pendaki Pemula

4 Oktober 2023
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Orang Jakarta Baperan: Panggilan ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar Mojok.co

Orang Jakarta Baperan: ‘Aku-Kamu’ Dikira PDKT, padahal Itu Panggilan dalam Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

8 Mei 2026
Nasihat Penting untuk Gen Z yang Pengin Banget Jadi ASN

Daripada ASN Day, Kami para ASN Lebih Butuh Serikat Pekerja!

5 Mei 2026
Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau Mojok.co

Panduan Memilih Lele di Tenda Lamongan yang Sudah Pasti Enak dan Nggak Bau

6 Mei 2026
Sudah Saatnya Purworejo Turunkan Ego dan Belajar dari Kebumen daripada Semakin Tertinggal Mojok.co magelang

Tutorial Menyelamatkan Purworejo: Jiplak Saja Wisata Kebumen dan Cara Magelang Menciptakan Lapangan Kerja

6 Mei 2026
Dilema Jawa Murtad di Gunungkidul Lidah Sumatra Jadi Petaka (Wikimedia Commons)

Dilema “Jawa Murtad” di Gunungkidul: Ketika Lidah Sumatra Menjadi Petaka

7 Mei 2026
Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

Saatnya Warga Bantul Berbangga dengan Embung Potorono yang Bisa Membuat Warga Sleman Iri

6 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Alumnus UNJ Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis, Pilih Berkebun di Bogor sekaligus Ajak Warga Keluar dari Jurang Kemiskinan
  • JPPI Kritik Aturan Baru SE Mendikdasmen Nomor 7 Tahun 2026: Nasib 2,3 Juta Guru Non-ASN Terancam di Ujung Tanduk
  • Sekolah Kemitraan di Jawa Tengah bikin Menangis Haru, Anak Miskin Bisa Sekolah Gratis dan Kejar Mimpi
  • Pertemanan Memuakkan: Tak Beri Utang Teman Dijauhi dan Dicap Jahat, Berteman Cuma Diperalat Jadi Dana Darurat
  • Seni Bertahan Hidup Penjual Mie Ayam Menghadapi Pindah Harga dan Tangisan di Hari Senin
  • Menikah dengan Pasangan yang Keluarganya Terlilit Utang Bikin Serba Salah: Terlalu Cinta untuk Ditinggal, tapi Bikin Menderita Kalau Bertahan

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.