Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Nusantara

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Ferika Sandra oleh Ferika Sandra
23 April 2026
A A
Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

Share on FacebookShare on Twitter

Menjadi warga Jawa Timur itu memang berat. Kamu belum tentu kuat. Bukan hanya karena harus menghadapi nyinyiran warganet imbas sound horeg yang selalu dikaitkan dengan SDM rendah dengan embel embel Jatimpur. Tapi juga karena warga Jatim dipaksa punya stok kesabaran yang nggak boleh setipis tisu untuk melihat tingkah polah para pemimpin daerah.

Belum genap empat bulan tahun 2026 berjalan, saya sebagai warga Jawa Timur malu bukan kepalang. Sebab provinsi ini sudah sukses mencetak hat-trick untuk Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang bikin warganya geleng-geleng kepala.

Pertanyaan yang berkelindan di benak saya tentu saja: ini memang Jawa Timur yang subur koruptor, atau KPK-nya yang lagi rajin-rajinnya “belanja” di sini?

Kabar terbaru yang paling hangat dan ramai di media sosial datang dari Tulungagung. Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo terjaring operasi senyap bersama belasan orang lainnya. Tuduhannya klasik tapi menyakitkan warga: dugaan pemerasan. Bayangkan, seorang kepala daerah yang seharusnya sibuk memikirkan bagaimana caranya mensejahterakan rakyat, malah melakukan pemerasan ke Kepala SKPD dengan memotong anggaran proyek demi kepentingan sendiri.

Kalau memang bakatnya memeras, mungkin beliau lebih cocok buka usaha kedai peras tebu daripada jadi Bupati. Lebih halal dan nggak perlu takut didatangi orang pakai rompi merah bertuliskan penyidik KPK RI.

Tapi, bukan itu saja yang mau saya bicarakan. Ada hal mengerikan yang perlu kita bahas terkait korupsi di Jawa Timur.

Kasus Bupati Tulungagung bukan yang pertama

Sebenarnya kasus yang menjerat Gatut Sunu ini hanyalah puncak gunung es. Sudah ada beberapa kepala daerah yang “disikat” KPK. Sebelumnya, Wali Kota Madiun tercokok Januari lalu. Setelahnya, Bupati Ponorogo juga kena sikat KPK terkara suap promosi jabatan.

Itu masih belum ngomongin yang sebelum-sebelumnya, kayak Sidoarjo, yang langganan banget kena KPK.

Baca Juga:

Pengalaman Saya 3 Tahun “Menantang Maut” di Pacitan Hanya demi Bisa Berangkat Sekolah

Ngawi Sangat Berpotensi Menjadi Kota Besar, Tinggal Pilih Jalan yang Tepat Saja

BACA JUGA: Sidoarjo 25 Tahun dalam Kebobrokan, Sudah Seharusnya Belajar pada Surabaya

Sebagai warga Jawa Timur melihat seperti ada kompetisi internal antar-kabupaten: siapa yang paling cepat masuk berita TV dengan tangan terborgol, dialah pemenangnya. Sebab melihat rentetan kasus itu, saya jadi sadar bahwa jabatan kepala daerah di Jawa Timur seolah-olah bukan lagi soal pengabdian, melainkan soal bagaimana caranya mengembalikan modal kampanye dengan cara yang paling instan.

Modusnya pun semakin beragam dan kreatif. Ada yang main cantik lewat gratifikasi, ada yang main kasar pakai pemerasan, sampai ada yang menjual kursi jabatan seperti jualan kacang goreng. Padahal, rakyat di bawah sudah jungkir balik bayar pajak dan retribusi. Tapi di atas sana, uangnya justru jadi bahan bancakan untuk mempertebal dompet pribadi.

Luka warga Jawa Timur dan pemimpin yang tak tahu diri 

Sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya akan jatuh juga. Harusnya, hal ini dipahami oleh para pemimpin di Jawa Timur sebelum mereka melakukan korupsi. Tapi ya urusan uang selalu membutakan mata. Dan yang kena efeknya, siapa lagi kalau bukan warga?

Saya sebagai warga Jawa Timur akhirnya cuma bisa menonton dari layar TV para pemimpin yang tidak tahu diri itu digelandang oleh petugas KPK. Oleh karena terjadi berulang-ulang dengan aktor yang berbeda-beda, ini bak menjadi luka kolektif bagi warga. Bahkan sejumlah kolega saya sudah sampai pada tahap apatis yang akut. Melihat bupati atau Wali Kota kena OTT sudah bukan lagi berita mengejutkan. Melainkan sekadar informasi rutin seperti prakiraan cuaca dari BMKG.

“Oalah, kena lagi?”

“Selanjutnya siapa ya?”

“Apa yang sana juga bisa di OTT juga?”

Semoga saja rentetan OTT KPK mulai di Madiun, Ponorogo, hingga Tulungagung bisa membuat pejabat korup lain di Jawa Timur meriang atau setidaknya susah tidur. Tapi ya entahlah, mungkin mereka yang masih bisa tidur pulas merasa punya “jimat keramat” atau koneksi yang lebih sakti dari penguasa negeri. Padahal, rompi oranye itu ukurannya all size, muat untuk siapa saja yang merasa punya kuasa tapi lupa daratan.

Pada akhirnya, saya sebagai warga Jawa Timur cuma bisa berharap agar di sisa tahun 2026 ini, Jawa Timur dikenal karena prestasi atletnya, keindahan pariwisatanya, atau kemajuan ekonominya. Bukan karena rajinnya para pemimpin kita mendaftarkan diri jadi penghuni rutan KPK di Gedung Merah Putih Jakarta. Malu sama rakyat, Pak!

Penulis: Ferika Sandra
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Ironi Situbondo: Kotanya Sepi, Bupatinya Jadi Tersangka Korupsi

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

Terakhir diperbarui pada 23 April 2026 oleh

Tags: Bupati PonorogoBupati Tulungagungjawa timurott kpktersangka korupsi di Jawa TimurWali Kota Madiun
Ferika Sandra

Ferika Sandra

Seorang pustakawan dari Kota Malang yang mencoba menulis untuk menertibkan pikiran. Gemar dengan isu-isu literasi dan kebudayaan.

ArtikelTerkait

Starter Pack Nonton Jember Fashion Carnaval 2023 biar Nyaman dan Asyik

Starter Pack Nonton Jember Fashion Carnaval 2023 biar Nyaman dan Asyik

4 Agustus 2023
Surabaya Barat Katanya Basecamp para Crazy Rich, tapi Sering Kebanjiran dan Lebih Banyak Perkampungannya

Surabaya Barat Katanya Basecamp para Crazy Rich, tapi Sering Kebanjiran dan Lebih Banyak Perkampungannya

20 November 2023
Jalanan Jawa Tengah Jadi Saksi Penderitaan Orang yang Gampang Tertidur (Unsplash)

Jalanan Jawa Tengah Menjadi Saksi Penderitaan Saya

14 Juni 2023
Mendol, Olahan Tempe Paling Enak yang Pernah Ada

Mendol, Olahan Tempe Paling Enak yang Pernah Ada

10 Januari 2022
Surabaya Sebenarnya Kota Salah Urus, Buktinya Banyak Pohon Tumbang yang Mengancam Nyawa Pengendara Mojok.co

Surabaya Sebenarnya Kota Salah Urus, Buktinya Banyak Pohon Tumbang yang Mengancam Nyawa Pengendara

16 Maret 2024
4 Hotel Kapsul di Surabaya yang Murah dan Strategis Terminal Mojok

4 Hotel Kapsul di Surabaya yang Murah dan Strategis

23 Januari 2022
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

Yamaha Aerox 155 Connected Nggak Cocok Dijadikan Motor Ojol, Bikin Resah Penumpang Mojok.co honda air blade

Honda Air Blade, Produk yang Bakal Gagal Total Menantang Dominasi Yamaha Aerox

22 April 2026
UIN Malang dan UIN Jogja, Saudara yang Perbedaannya Kelewat Kentara

Biaya Hidup Murah, Denah Kampus Mudah Adalah Alasan Saya Masuk UIN Malang

19 April 2026
Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan (Unsplash)

Film Horor “Songko” Memberi Kesegaran yang Menakutkan dari Cerita Rakyat Minahasa dan Membebaskan Kita dari Kebosanan Horor Jawa

23 April 2026
Resign demi Jadi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

Resign demi Wirausaha Itu Memang Ceroboh, tapi Saya Nggak Menyesal sekalipun Bangkrut

18 April 2026
Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang Mojok.co

Kabel Bangkalan Madura yang Semrawut Bikin Nggak Nyaman Dipandang

22 April 2026
Motor Bagus Sebanyak Itu di Pasaran dan Kalian Masih Memilih Beli Motor Honda BeAT? Ya Tuhan, Seleramu lho yamaha mio m3

Setia Bersama Honda Beat Biru 2013: Motor yang Dibeli Mertua dan Masih Nyaman Sampai Sekarang, Motor Lain Mana Bisa?

17 April 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Liputan dan Esai

  • Guru, Profesi yang Dihormati di Desa tapi Hidupnya Sengsara di Kota: Dimuliakan Seperti Nabi, Digaji Lebih Kecil dari Kuli
  • Pakai Jasa Porter di Stasiun meski Bisa Bawa Barang Sendiri: Sadar 50 Ribu Itu Tak bikin Rugi, Tapi Justru Belum Seberapa
  • 4 Jenis Pengendara Motor di Pantura yang Harus Diwaspadai di Jalan Raya: Top Level Ngawur dan Tak Tahu Aturan!
  • Ujian Terberat Pengguna IndiHome yang Dikhianati Tawaran Palsu hingga Menggadaikan Kesetiaan ke WiFi yang Lebih “Gacor”
  • Belajar dari Mahasiswa Flores yang Merantau di Jogja Merintis Usaha Jastip Kecil-kecilan Hingga Untung Jutaan Rupiah Setiap Bulan
  • Hubungan Istimewa di Balik Pohon Gayam sebagai “Tanaman Peneduh” dan Candi Borobudur

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.