Terminal Mojok
Kirim Tulisan
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Film
    • Sinetron
    • Anime
    • Musik
    • Serial
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Kecantikan
    • Game
    • Gadget
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
Terminal Mojok
Kirim Tulisan
Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
  • Gaya Hidup
  • Kunjungi MOJOK.CO
Home Kuliner

Lontong Kupang Makanan Jawa Timur Paling Red, tapi Anehnya Banyak yang Suka

Muhamad Iqbal Haqiqi oleh Muhamad Iqbal Haqiqi
3 Maret 2026
A A
Lontong Kupang Kuliner Red Flag Jawa Timur, tapi Banyak yang Suka Mojok.co

Lontong Kupang Kuliner Red Flag Jawa Timur, tapi Banyak yang Suka (wikipedia.org)

Share on FacebookShare on Twitter

Lontong kupang adalah salah satu makanan Jawa Timur yang sering saya jumpai di Surabaya. Oleh salah satu penulis Mojok, makanan ini punya sisi problematik sehingga dimasukkan jadi salah satu makanan redflag. Saya sepakat dengan hal itu.

Dilihat dari tampilannya, saya yakin orang-orang akan agak merinding untuk mencicipinya. Belum lagi fakta bahwa kerang kecil, salah satu bahan dalam Lontong kupang, menyerap logam berat sehingga kurang sehat untuk dikonsumsi. Ya kita tahulah betapa kotor dan tercemar laut Jawa. 

Di samping semua sisi red flag yang dimilikinya, lontong kupang jadi salah satu rekomendasi makanan ketika ke Surabaya. Selalu ada saja penikmat makanan Jawa Timur ini. Saya pun mencoba mencari tahu apa sebetulnya yang membuat lontong kupang ini tetap disukai walau terpampang nyata sisi red flag-nya. 

#1 Kombinasi rasa lontong kupang yang tidak biasa

Diakui oleh para penikmatnya, lontong kupang punya kombinasi rasa yang tidak biasa. Kerang kecil yang disiram kuah, ditambah dengan seperangkat kondimen seperti petis, bawang, cabai, kemudian jeruk nipis bikin kumpang punya rasa yang gurih, segar, dan sedikit manis. Sentuhan asam dari jeruk membuat kuahnya jadi terasa hidup. Kuahnya memang punya rasa yang tidak monoton. Menyeruputnya jadi ritual wajib untuk menikmati surga makanan satu ini.

Selain kekuatan kuah, petis (yang basisnya udang/hasil olahan seafood) membawa rasa umami yang kuat. Bagi penikmatnya, umami dipadukan dengan sensasi pedas adalah kombinasi yang bikin nagih. Jadi bisa dibilang soal kombinasi rasa, yang membuatnya dicintai adalah rasa kuah dan petisnya.

#2 Lontong yang memberi kenyamanan

Keberadaan lontong dalam makanan satu ini bukan hanya soal pemenuhan karbohidrat, tapi simbol netralitas di tengah dua tiga rasa yang ada, yaitu gurih, manis, asam. Rasanya yang tawar justru menyeimbangkan. Sehingga lidah tidak kapok mencicipi makanan satu ini.

Selain itu, lontong juga memberi kelembutan di tengah kuah dan umami. Perpaduannya bersama dengan kupang yang kecil-kecil dan letho (gorengan singkong) makin melengkapi kayanya tekstur dari lontong kupang ini. Lembut, basah, dan renyah bercampur dalam satu suapan.

#3 Sensasi amis lontong kupang tidak jadi masalah

Dari segi pola, orang yang doyan makan lontong kupang biasanya menetralisir amis atau rasa  apapun dalam sajiannya dengan es kelapa muda. Fungsinya di sini untuk menghilangkan aftertaste pasca menikmati lontong kupang. Terlepas cara ini punya efek sensorik, sugesti, atau keduanya, yang pasti pairing ini bikin pengalaman menikmati kupang jadi lebih bersahabat bagi banyak orang.

Baca Juga:

Orang Kampung Berubah Jadi Picky dan Menyebalkan ketika Berhadapan dengan Makanan “Kota”

Nelangsanya Jadi Warga Jawa Timur, Belum Genap 6 Bulan, Sudah Banyak Pemimpinnya Tertangkap KPK

#4 Bisa karena terbiasa mencicipinya 

Ada istilah yang namanya acquired taste yang mana selera dibangun karena sering dilatih. Jadi rasa petis dan aroma seafood dari lontong kupang ini punya kecenderungan bila sering dimakan, maka lama-kelamaan ketagihan. Orang Jawa Timur tentu sudah terbiasa dengan makanan ini sejak kecil sehingga jadi akrab.

Lalu, bagaimana dengan pendatang? Nah pengaruh teman dari kalangan warga asli punya andil yang besar. Biasanya pendatang memang tidak akan berani coba dalam momen sekali tatap. Tapi, kalau diajak terus menerus, coba sekali kapok, coba kedua malu-malu, ketiga kalinya sudah nggak nolak. 

Kondisi ini dipengaruhi bisa jadi karena pertama sudah terbiasa dengan makanan Jawa Timur yang kuat. Apalagi kalau soal petis, di makanan mana pun ada. Kedua, ya karena sudah mencoba beberapa kali sehingga mulut dan perut sudah tidak menolak.

#5 Sulit ditemukan di luar Jawa Timur jadi bikin pensaran 

Bisa dibilang, lontong kupang ini sangat amat jarang ditemukan di luar Jawa Timur. Sesuatu yang jarang dan khas umumnya bikin sebagian orang penasaran sehingga mau mencobanya. Nah, kalau yang mencoba itu kalangan yang terbiasa dengan makanan ekstrem, baik dari segi bentuk maupun rasa, maka menikmati lontong kupang adalah sesuatu yang premium. Terlebih bagi mereka yang berstatus pendatang.

Sama halnya dengan mereka yang warga asli, tapi lama merantau. Lontong kupang memberi rasa nostalgia dan kerinduan tersendiri. Sehingga jadi makanan yang meski aneh, tapi disantap hampir tiap hari.

Dari semua alasan di atas, dapat saya simpulkan bahwa lontong kupang ini menawarkan tantangan, terlebih soal bagaimana cara dia dilihat dan dirasakan. Secara visual, makanan ini terlihat meragukan, dan secara kesehatan, ia membawa risiko dari laut yang tidak bersih. Tapi di sisi lain, bagi penikmatnya, kuahnya yang punya rasa ramai, petis yang umami, jeruk yang asam segar, dan lontong yang lembut adalah kombinasi yang terasa bersahabat di lidah.

Penulis: Muhamad Iqbal Haqiqi
Editor: Kenia Intan

BACA JUGA Rujak Cingur, Makanan Aneh Surabaya yang Paling Nggak Disarankan untuk Pendatang.

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini ya.

 

Terakhir diperbarui pada 3 Maret 2026 oleh

Tags: jawa timurKulinerkuliner jawa timurlontonglontong kupangmakanan jawa timur
Muhamad Iqbal Haqiqi

Muhamad Iqbal Haqiqi

Mahasiswa Magister Sains Ekonomi Islam UNAIR, suka ngomongin ekonomi, daerah, dan makanan.

ArtikelTerkait

Rujak Tal-Ontal: Kuliner dari Madura tapi Nggak Semua Orang Madura Tahu

Rujak Tal-Ontal: Kuliner dari Madura tapi Nggak Semua Orang Madura Tahu

11 April 2020
Apa pun Kejahatan di Surabaya, Orang Madura Selalu Dijadikan Kambing Hitam jawa timur

Dosa Gubernur Jawa Timur pada Orang Madura: Rasisme Dibiarkan, Pendidikan Konsisten Rendah, Kemiskinan Tetap Tinggi!

25 September 2024
Dari Semua Cemilan, Kenapa Hanya Rengginang yang Jadi Isi Kaleng Khong Guan? toples khong guan meme khong guan terminal mojok.co

Dari Semua Cemilan, Kenapa Hanya Rengginang yang Jadi Isi Kaleng Khong Guan?

6 Januari 2021
5 Hal yang Bikin Pendatang Melongo Saat di Solo

5 Kuliner Khas Solo yang Terancam Punah

11 Juli 2022
Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

Kali Teyeng, Surga Tersembunyi di Lumajang yang Bikin Pengunjung Enggan Pulang

17 Juli 2024
3 Makanan Ekstrem Blora yang Nggak Cocok di Lidah Banyak Orang, tapi Menarik untuk Dicoba Mojok.co

3 Kuliner Ekstrem Blora yang Mungkin Nggak Cocok di Lidah Banyak Orang, tapi Menarik untuk Dicoba

12 November 2025
Muat Lebih Banyak

Terpopuler Sepekan

3 Alasan Mengapa Teror Pocong Tidak Akan Laku di Jogja, Klitih Lebih Nyata dan Lebih Mengerikan ketimbang Pocong Palsu!

3 Alasan Teror Pocong Tidak Akan Laku di Jogja, Klitih Lebih Nyata dan Lebih Mengerikan ketimbang Pocong Palsu!

26 Mei 2026
Nekat Gap Year demi Jurusan Manajemen. Sempat Bingung, Kini Bersyukur karena Bisa Lulus Tepat Waktu dan Dapat Kerja Layak Mojok.co

Nekat Gap Year demi Jurusan Manajemen. Sempat Bingung, Kini Bersyukur karena Bisa Kuliah di Tempat Idaman, Lulus Tepat Waktu, dan Dapat Kerja Layak

25 Mei 2026
Derita Pengangguran Korban Kekerasan, Diusir Kakak Kandung (Unsplash)

Jadi Pengangguran karena Membela Diri dari Kekerasan, Berujung Diusir Kakak: Ketika Gaji 80 Ribu Lebih Berharga daripada Harga Diri

25 Mei 2026
Bersyukur Tidak Lolos Tes CPNS Setelah Difitnah Pakai Ordal (Unsplash)

Bersyukur Tidak Lolos CPNS Setelah Lulus SMA karena Difitnah Teman Dekat kalau Saya Ikut Seleksi Pakai Ordal

28 Mei 2026
Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B Terminal

Ditolak Universitas Trunojoyo Bukan Akhir dari Segalanya, Masih Ada 3 Kampus di Madura Lain yang Layak Jadi Plan B

27 Mei 2026
11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu Mojok.co

11 Istilah Penyakit dalam Bahasa Jawa yang Terdengar Lucu

29 Mei 2026

Youtube Terbaru

https://www.youtube.com/watch?v=smSJ4KOJ5ac

Konten Promosi



Google News
Ikuti mojok.co di Google News
WhatsApp
Ikuti WA Channel Mojok.co
WhatsApp
Ikuti Youtube Channel Mojokdotco
Instagram Twitter TikTok Facebook LinkedIn
Trust Worthy News Mojok  DMCA.com Protection Status

Tentang
Kru
Kirim Tulisan
Ketentuan Artikel Terminal
Kontak

Kerjasama
F.A.Q.
Pedoman Media Siber
Kebijakan Privasi
Laporan Transparansi

PT NARASI AKAL JENAKA
Perum Sukoharjo Indah A8,
Desa Sukoharjo, Ngaglik,
Sleman, D.I. Yogyakarta 55581

[email protected]
+62-851-6282-0147

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.

Tidak Ada Hasil
Lihat Semua Hasil
  • Nusantara
  • Kuliner
  • Kampus
    • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Teknologi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Hiburan
    • Anime
    • Film
    • Musik
    • Serial
    • Sinetron
  • Gaya Hidup
    • Fesyen
    • Gadget
    • Game
    • Kecantikan
  • Kunjungi MOJOK.CO

© 2025 PT Narasi Akal Jenaka. All Rights Reserved.